Para Ilmuwan Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Perasa Vanila

oleh -61 kali dilihat
Para Ilmuwan Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Perasa Vanila
Ilustrasi plastik bekas -Foto/Unsplash

Klikhijau.com – Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengubah botol plastik bekas menjadi perasa vanila berbantuan bakteri rekayasa genetika.

Kata para peneliti, ini pertanda pertama kalinya bahan kimia telah didaur ulang dari limbah plastik pasca pemakaian dan diolah menjadi cara yang berharga untuk memerangi krisis limbah plastik global.

Plastik, ketika sudah digunakan (sekali pakai) akan kehilangan nilai gunanya sekira 95 persen.

Oleh karenanya, temuan ini merupakan suatu hal yang menggembirakan karena mampu membikin bahan berharga dari limbah sehingga dapat membantu mengatasi polusi plastik dan dapat menggerakkan moda ekonomi yang lebih sirkular.

Dalam temuan ini, para peneliti dari University of Edinburg, Inggris, menggunakan mikroorganisme yang direkayasa.

The Guardian melaporkan, mereka menggunakan Escherichia coli yang banyak digunakan di pelbagai industri untuk membantu mengurai plastik polietilen tereftalat polimer (PET) menjadi perasa vanila (vanilin).

KLIK INI:  Ngeri, Pencemaran Plastik di Laut Ancam Oksigen yang Kita Hirup

Vanilin merupakan bahan kimia amat penting dalam industri farmasi, produk kebersihan dan herbisida.

Vanilin biasanya berasal dari ekstrak biji vanili dan dari situlah rasa dan aroma khas vanila didapatkan. Zat tersebut tergolong mahal dan permintaannya sangat banyak, dengan ukuran pasar yang diproyeksikan senilai US$724,5 juta pada tahun 2025.

Penyedap vanilin juga dibikin secara sintetis, dengan 85 persen produksi vanilin dunia disintesis dalam proses dua langkah dari petrokimia.

Enzim mutan yang telah dikembangkan untuk memecah botol plastik menjadi unit dasar, yang kemudian digunakan oleh para ilmuwan untuk diubah menjadi menjadi terephthalic acid (TA) yang kemudian menjadi vanilin.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Green Chemistry ini menyatakan bahwa proses mengubah plastik menjadi perasa vanila menghasilkan reaksi ringan yang tak menghasilkan limbah berbahaya.

“ini adalah contoh pertama penggunaan sistem biologis untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan kimia industri yang berharga dan memiliki impact yang menarik bagi ekonomi sirkular,” kata Joanna Sadler, salah satu peneliti.

Sampah plastik memang sejauh ini banyak menimbulkan banyak masalah. Pasalnya, krisis plastik dunia telah mengakibatkan dampak ekonomi dan lingkungan yang cukup serius, dengan perkiraan 50 juta ton limbah plastik PET diproduksi setiap tahun.

Stephen Wallace, salah satu penelitinya pun menambahkan, “pekerjaan kami menantang persepsi bahwa plastik adalah sampah yang menimbulkan banyak masalah dan sebaliknya, kami menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru yag dapat menghasilkan produk bernilai tinggi.”

KLIK INI:  Daya Tarik Batu-batu sebagai Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage)

*Sumber:

https://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2021/gc/d1gc00931a#!divAbstract

https://pubs.rsc.org/en/content/articlepdf/2021/gc/d1gc00931a

https://www.theguardian.com/environment/2021/jun/15/scientists-convert-used-plastic-bottles-into-vanilla-flavouring