Pakaian Dalam Bermukim di Perut Rusa yang Mati di Thailand

Publish by -14 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Pakian Dalam Bermukim di Perut Rusa yang Mati di Thailand
Rusa yang mati di Thailand/foto-reuters

sampah plastik telah sampai pada tahap mengancam keselamatan mahkluk hidup di dunia ini

Klikhijau.com – Lagi dan lagi, sampah plastik ditemukan bermukim dalam perut makhluk hidup. Kali ini ditemukan pada seekor rusa liar di Taman Nasional di Thailand utara.

Tak tanggung-tanggung, terdapat tujuh kilogram sampah plastik dan sampah lainnya di perutnya. Sampah yang ditelan itu diduga menjadi penyebab utama rusa liar itu kehilangan napasnya.

“Ketika dokter hewan memeriksa perut rusa, mereka menemukan banyak sampah – sebagian besar plastik,” kata Kriangsak Thanompan, direktur kawasan lindung di Taman Nasional Khun Sathan.

Usianya diperkirakan 10 tahun, dan memiliki berat sekitar 200 kilogram. Rusa itu ditemukan oleh penjaga taman nasional pada hari Senin lalu di Taman Nasional Khun Sathan di provinsi Nan utara. Para pejabat memperkirakan bahwa rusa itu mati setidaknya dua hari sebelumnya.

KLIK INI:  Ketika Pohon-Pohon Menjelma Jadi Tempat Sampah

Ketika dilakukan pemeriksaan awal, ditemukan fakta rusa itu mati karena penyumbatan usus setelah mengonsumsi sampah seiring waktu.

Dokter hewan menemukan tas plastik, paket kopi dan mie bekas, sarung tangan karet, sapu tangan, pakaian dalam, dan tali plastik di perutnya.

“Tempat kami menemukan rusa adalah hutan lindung. Tetapi, dekat dengan komunitas manusia dan juga jalan di mana pejalan kaki kadang-kadang berserakan,” katanya.

Thailand berjuang kurangi plastik

Sebenarnya, sejak tahun lalu Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan melarang penggunaan plastik dan busa di semua taman nasional negara di Thailand.

KLIK INI:  Daur Ulang Plastik Hanya Mitos?

Namun, sampah yang terlanjur berserakan sepertinya tidak menghentikan hewan dari kematian akibat limbah plastik.

Jauh hari sebelum kejadian rusa yang mati karena sampah. Pada awal tahun ini, seekor bayi duyung yatim piatu juga meninggal di Thailand selatan karena potongan plastik menyumbat sistem pencernaannya.

Dan pada Juni tahun lalu, seekor paus pilot ditemukan tewas dengan 80 keping sampah plastik seberat delapan kilogram di perutnya.

Thailand menghasilkan sekitar dua juta ton sampah plastik per tahun dengan sekitar 75 miliar keping kantong plastik berakhir di sampah setiap tahunnya.

Untuk mengurangi sampah plastik, Pemerintah Thailand sedang bekerja sama dengan bisnis untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai pada Januari 2020.

Mereka akan melarang tiga jenis plastik – microbeads, cap segel dan plastik bekas-degradable – pada akhir 2019.

Sampah, khususnya sampah plastik telah sampai pada tahap mengancam keselamatan mahkluk hidup di dunia ini.

KLIK INI:  Dua Warabala Ini Tak Lagi Sediakan Sedotan Plastik
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Reuters.

KLIK Pilihan!