P3E Suma KLHK Gelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan

oleh -160 kali dilihat
P3e Suma  KLHK Gelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan
Kepala Pusat P3E Suma KLHK saat memberi arahan materi mengenai peran kehumasan - Foto/Ist

Klikhijau.com – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar diskusi peningkatan kapasitas siaran pers dan public relations, Kamis 3 Desember 2020 di Cafe Kubus, Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merespons era disrupsi digital yang membutuhkan kecepatan dan kualitas informasi khususnya isu-isu yang mendaras ke media massa. Termasuk kaitannya dengan terciptanya iklim transparansi dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Proses diskusi digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan peserta dari perwakilan Satuan kerja (Satker) LHK se-Sulawesi Selatan.

Diskusi dibuka oleh  Dr.Ir.Darhamsyah, M.Si., selaku Kepala P3E SUMA yang dimoderatori oleh Kepala Bagian Tata Usaha Azri Rasul SKM, M.Si, M.H.

Dalam sambutannya, Dr.Darhamsyah memaparkan peran strategis humas Pemerintah di era keterbukaan informasi dengan tema ‘Goverment Public Relations’.

KLIK INI:  P3E Suma Gelar Rakor Pembangunan Ekoregion, Ini 6 Poin Pentingnya!

“Humas Pemerintah itu seharusnya jangan reaktif, buat agenda setting, Siapkan narasinya, Jangan ego sektoral. Dorong keterlibatan masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Semua yang terkait dengan kepentingan publik agar disampaikan,” jelas Darhamsyah.

Oleh sebab itu, tambah Darhamsyah, peran kehumasan di instansi khususnya di Satker KLHK sangat penting dalam mengelaborasi informasi ke publik.

“Perbanyak tabungan perbendaharaan kata. Hindari kesalahan pemakaian kata. Beda huruf, beda makna sehingga bisa menyebabkan distorsi bagi penerima informasi,” ujar Darhamsyah, saat memberikan tips sebagai humas Pemerintah.

Darhamsyah juga menegaskan, agar Kehumasan tetap menjaga narasi dan artikulasi.

“Informasi berbanding dengan akurasi. Jangan sampai kita akan mengumpulkan informasi tetapi telat merespon suatu kasus. Untuk data dalam setiap informasi juga haruslah akurat,” jelasnya.

Kuncinya, kata Darhamsyah, paradigma Humas harus aware terhadap perkembangan IT dan media.

“Humas tidak boleh bohong. menutup fakta dan data, tetapi juga penting untuk membatasi mana yang bisa  dibagi informasinya, mana yang tidak. Membangun hubungan dengan media massa juga sangat penting,” katanya.

KLIK INI:  Di Pundak TORA, Konflik Penguasaan Lahan Diharapkan Berakhir
Penguatan materi siaran pers

Sementara, Narasumber dalam diskusi Kehumasan ini, Anis Kurniawan, Penulis dan Direktur Klikhijau.com membahas secara spesifik mengenai teknik menulis press release atau siaran pers, sebagai hal penting dalam kehumasan.

Hal paling mendasar kata Anis, kaitanya dengan penulisan adalah memahami hal-hal fundamental dalam penulisan. Setiap Humas, mesti memahami visi kelembagaan atau instansinya, karena ini akan berkaitan dengan ideologi berita yang dipublikasi.

“Untuk bisa menulis press release yang baik, pertama adalah menguasai kaidah penulisan yang benar. Perkuat data-data. Menulis dengan standar jurnalistik yang menenuhi kebutuhan informasi,” jelas Members SIEJ ini.

Anis juga memberikan bayangan dalam dunia penulisan siaran pers,  agar bisa menulis dengan baik, perlu banyak membaca buku dan memperkuat perbendaharaan kata.

Anis kurniawan
Narasumber, Anis Kurniawan, Penulis dan Direktur Klikhijau.com saat membahas mengenai penulisan siaran pers yang menarik – Foto/Ist

Berbicara dan menulis dua sisi yang berbeda. Menulis melalui struktur dan frame, sedangkan berbicara memakai sistem lepas tapi terukur.

“Ada yang menarik dalam menulis, yakni susah mengakhiri. Nah, di sinilah peran kita memahami standar penulisan artikel,” imbuhnya lagi.

Menurut Anis, Ada 5 hal utama yang perlu diperhatikan dalam penulisan siaran pers. Pertama, tulislah judul menarik. Kedua, pastikan tulisan berita kita telah memenuhi unsur 5W+1H. Ketiga, tempatkan kata kunci pada Judul di paragraf pertama. Keempat, ambil pernyataan kunci dari tokoh atau sumber kunci dalam pemberitaan. Lalu, perkuat informasi mengenai instansi atau lembaganya.

KLIK INI:  Tekan Polusi Udara, Menteri Siti Resmikan Dua Fasilitas RTH di Indramayu
Berbagi tips menulis

Selain lima hal tersebut, Anis menjelaskan mengenai 6 hal yang tak boleh disepelekan dalam penulisan siaran pers.

Pertama, pahami tanda baca, biasakan menulis kalimat pendek. Kedua, siapkan ukuran tulisan yang memadai, setidaknya minimal 400 untuk ukuran siaran pers dan 700 atau 1000  kata untuk tulisan yang lebih mendalam.

Ketiga, buat susunan paragraf yang ramping. Idealnya  dalam satu paragraf, bisa 2 (dua ) atau 3 (tiga) kalimat. Mengingat  pembaca tulisan kita dari segala segmen hingga kalangan milenial. Mereka butuh kecepatan, dinamis dan keakuratan penyampaian informasi.

Keempat, setiap mengirim naskah siaran pers  menyiapkan opsi beberapa pilihan judul.

Kelima, perhatikan dan pelajari media yang dituju untuk pengiriman siaran pers. Setiap media berbeda-beda, sehingga memungkinkan ada penulisan yang disesuaikan dengan media terkait.

Keenam, sertakan foto berkualitas dengan merepresentasikan proses acara dan pesan yang hendak disampaikan.

Pada sesi akhir, Kepala Tata Usaha P3E SUMA menitipkan harapan  pada  peserta peningkatan kapasitas peran Kehumasan Pemerintah lingkup KLHK Satker  se-Sulawesi Selatan.

“Lakukanlah, belajarlah terus  dan teruslah kembangkan namun tetap menjaga protokol kesehatan dalam keseharian. Dan fungsional pranata humas LHK akan didorong melalui  PPID Humas KLHK dengan berkoordinasi pada pihak terkait,” pungkasnya pada sesi penutupan.

KLIK INI:  Pencitraan Bisa Menyesatkan Pengelolaan Lingkungan