Orang Utan, Idola Wisatawan Mancanegara di Taman Nasional Tanjung Puting

Publish by -42 kali dilihat
Orang Utan, Idola Wisatawan Mancanegara di Taman Nasional Tanjung Puting
Wisatawan menonton atraksi dari bangku-bangku kayu yang sengaja dibuat/Foto-ppid.klhk

Klikhijau.com – Pusat rehabilitasi Orang Utan pertama di Indonesia ada di Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), saat ini juga berfungsi sebagai obyek wisata.

Wisata ini menyajikan pengalaman dan pengetahuan lengkap tentang spesies Orang Utan (Pongo pygmaeus), khususnya yang hidup di TNTP.

Keberadaan Camp Leakey di dalam TNTP sejatinya sangat mendukung fungsi konservasi yang diamanatkan kepada KLHK, khususnya dalam konteks dukungan penelitian.

Secara keseluruhan, TNTP merupakan taman nasional yang wilayahnya 63,21% merupakan ekosistem gambut. Bahkan masuk sebagai salah satu Ramsar Site di Indonesia. Yaitu lokasi perwujudan atas perjanjian internasional yang diikuti Indonesia untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

Karena ekosistem gambut tersebut, maka jalur transportasi yang paling utama adalah melalui sungai dengan menggunakan kapal klotok.

Penggunaan klotok ditunjang dengan keindahan hutan rawa gambut yang terjaga disertai keberadaan Orang Utan.

Orang utan yang merupakan spesies langka dan dilindungi sepertinya merupakan perpaduan yang menjadikan keunggulan TNTP untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

“Wisatawan saat ini sangat menyukai kealamian, di TNTP wisatawan bisa dapatkan itu, kita terus berusaha menjaga kealamian ini meskipun disekitar TNTP secara tata ruang bukan kawasan lindung melainkan kawasan budidaya yang cenderung dimanfaatkan dengan cara membuka hutan,” ujar Helmi, Kepala Balai TNTP, 26 Juni 2019.

KLIK INI:  5 Destinasi Eksotik yang Dekat dengan Alam, dari Ikan Raksasa hingga Hutan Tertua di Dunia
Kegiatan wisata di TNTP

Disamping melakukan perlindungan, Balai TNTP bersama stakeholeder terkait juga terus mengembangkan berbagai macam kegiatan wisata di TNTP.

Saat ini dikenal jenis wisata di TNTP, yaitu susur sungai dengan klotok, jalur trekking, menanam pohon, melihat demplot anggrek, demplot tanaman obat, camping ground, pantai pasir putih, penangkaran penyu, pelepasan tukik, susur mangrove, serta pemberian makan Orang Utan oleh petugas.

Atraksi memberi makan Orang Utan ini mendapat atensi yang tinggi dari wisatawan. Atraksi ini bisa dilihat di beberapa lokasi, yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui dan Camp Leakey.

Meskipun sejatinya spesies ini adalah spesies yang hidup soliter dan cenderung menghindari kontak langsung dengan manusia, namun di TNTP atraksi pemberian makan Orang Utan yang bisa ditonton langsung oleh wisatawan.

Bukan Orang Utan liar, melainkan yang pernah rehabilitasi (bekas peliharaan masyarakat) dan telah dilepasliarkan dan keturunannya yang menjadi aktor utama pada atraksi itu.

Atraksi ini ditonton oleh wisatawan dari bangku bangku kayu yang sengaja dibuat disekitar tempat pemberhentian makan tersebut. Konsep wisata alam ini ternyata sangat menarik perhatian wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

Kedepan Balai TNTP semakin berupaya untuk meningkatkan minat wisatawan terutama segmen wisatawan muda ke TNTP. Dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat, Balai TNTP berupaya menyediakan infrastruktur jaringan internet masuk ke dalam kawasan TNTP.

“Dengan adanya sinyal internet minat wisatawan muda untuk datang ke TNTP semakin tinggi. Anak muda biasanya sangat aktif di sosial media. Dengan jaringan internet yang bagus di TNTP mereka semakin mudah upload aktivitasnya ketika berwisata ke TNTP,” ujar Helmi lagi.

KLIK INI:  Baru! Destinasi Wisata Hutan Mangrove Idaman di Jeneponto yang Memukau
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara

Angka kunjungan wisatawan ke TNTP pertahun tergolong cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya, apalagi untuk wisatawan mancanegara. Tahun 2018 data menunjukan bahwa total ada 29.283 orang wisatawan datang ke TNTP.

Dari angka tersebut wisatawan mancanegara mencapai angka 18.834 orang, lebih tinggi dari wisatawan domestik yang hanya 10.449 orang.

Dari kunjungan ini TNTP dapat menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara sebesar 7,77 milyar pada tahun 2018.

Keberadaan TNTP sebagai Pusat rehabilitasi Orang Utan pertama di Indonesia perlu disyukuri dan dijaga bersama.

Inisiatif dari Birute M.F. Galdikas yang menginisiasi pentingnya menjaga Orang Utan dengan membangun Camp Leakey patut diapresiasi karena membuka mata dunia tentang keberadaan Orang Utan di Indonesia.

KLIK INI:  Karst dan Gua Purba di Maros-Pangkep serta 3 Hal Fenomenal di Baliknya
Editor: Ian Konjo
Sumber: ppid.menlhk.go.id

KLIK Pilihan!