Nestafa Jalan Antang Raya, Manggala Tanpa Sekat Inisiasi Forum Diskusi

oleh -75 kali dilihat
Nestafa Jalan Antang Raya, Manggala Tanpa Sekat Inisiasi Forum Diskusi
Jalanan di Antang Raya yang rusak parah dan ditanami pisang oleh warga sebagai kritik pada pemerintah - Foto: Ist
Wahyuddin Junus

Klikhijau.com – Beberapa pekan belakangan ini para pengguna jalan yang melalui Jalan Antang Raya akan menemukan pohon pisang di tengah jalan. Fenomena masyarakat yang menanam pohon pisang di atas aspal tak jauh dari pasar Antang menjadi pemandangan harian.

Fenomena jalan Antang ini menjadi perbincangan warga karena sudah meresahkan. Salah seorang tokoh masyarakat, Mashud Azikin, ikut melontarkan keresahannya.

Menurutnya, beberapa bulan terakhir,  bahkan sampai saat ini, ada fenomena yang muncul di depan mata kita yaitu kegandrungan masyarakat (boleh kita anggap mewakili masyarakat) yaitu menanam pohon diatas aspal (di jalan raya Antang).

“Fenomena ini dalam benak kami untuk sementara mengindikasikan bahwa “komunikasi” antara masyarakat dengan pemerintahnya mengalami kebuntuan,” kata Mashud.

“Mungkin juga mengindikasikan bahwa masyarakat sudah apriori terhadap pemerintah dan wakilnya di DPRD, atau sebaliknya Pemerintah yang “masa bodoh” dengan berbagai keluhan masyarakatnya,” lanjut Mashud.

KLIK INI:  Seharusnya Kampus Jadi Pelopor Mengurangi Penggunaan Kertas

Mashud menawarkan untuk mengatasi kondisi¬† ini. “Harus kita “eliminasi” dengan membuat semacam dialog untuk mengkanalisasi, Apa sebenarnya yang menjadi hambatan sehingga persoalan yang kelihatan “sederhana” penanggulangannya , semakin berlarut-larut tanpa solusi”.

Baginya, harus ada solusi, karena kecenderungannya sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang berlalu lalang di Jalan Antang Raya.

Salah seorang warga Antang, Syahrul, ikut menanggapi akun medsos Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang mengabarkan progres pengerjaan fisik ruas jalan Provinsi.

Jawaban diberikan oleh diskominfo Sulsel. Disampaikan jalanan Antang tetap menjadi perhatian Pemprov Sulsel. Menurutnya Pak Gubernur sudah instruksikan untuk melakukan perawatan berkala tahun ini (2022) dan menginstruksikan juga agar dianggarkan sepenuhnya perbaikan pada APBD 2023.

Namun demikian menurut Mashud, harus ada ‘action’ dari Pmerintah Provinsi dan mereka harus turun dilapangan. Karena, bagi Founder Manggala Tanpa Sekat ini, fenomena masyarakat yang menanam pohon dijalan bisa menjurus menjadi fatalistik di masyarakat.

“Dan kalau kita tela’ah permasalahan bukan cuma dijalan saja tapi persoalannya ada pada “drainase” yang tidak berfungsi dengan baik sehingga setiap hujan disitu akan mengakibatkan genangan” urai Mashud.

“Diperbaiki dan ditimbunpun setiap saat, kalau tidak dibenahi drainasenya pasti kembali rusak lagi jalannnya,” pungkas Mashud.

KLIK INI:  Menteri LHK ke Norwegia untuk Menyuarakan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim