Namaku Sri Nabila, Penghuni Baru Taman Nasional Gunung Leuser

Publish by -183 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Namaku Sri Nabila, Penghuni Baru Taman Nasional Gunung Leuser
Helikopter yang membawa Sri Nabila/foto-KLHK

Klikhijau.com – Kau dan Taman Nasional Gunung Leuser memang berjodoh. Tak ada tempat kembali sebaik taman nasional itu.

Sejak kau masuk perangkap di Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Saya tahu kau selalu rindu untuk kembali ke habitat alamimu.

Kau cukup beruntung sebab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya meningkatkan populasi populasimu.

Karena itulah, kau diperjuangkan agar bisa kembali ke rumahmu. Melahirkan anak-anakmu agar kaummu tetap terjaga, jauh dari kata punah.

KLIK INI:  Karena Sisiknya, Banyak Trenggiling Temui Kematiannya

Harimau Sumatera  atau Panthera Tigris Sumatrae begitu orang menamai kaummu. Namun, kau termasuk cukup beruntung sebab menyandang nama yang terdengar manis, Sri Nabila.

Sejak kau masuk perangkap di bulan Agustus, tepatnya tanggal 24 di tahun 2020. Tentu rindu sering datang padamu agar bisa berlari, memburu mangsa, dan bergaul dengan kaummu di habitat alamimu.

Maka, pada tanggal 3 November 2020 di hari Selasa. Rindumu terbayar tunai. Kau dilepasliarkan di daerah Kappi yang merupakan Zona Inti Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Gayo.

“Melalui koordinasi dan diskusi panjang yang efektif dengan melibatkan semua stakeholder, akhirnya Sri Nabilla kita lepas liarkan hari ini di Kappi-TNGL” ujar Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Hotmauli Sianturi.

Hotmauli, adalah salah satu sosok yang berjasa mengantarmu kembali ke rumahmu. Tak mudah membawamu pulang.

Menempuh perjalanan jauh

Orang-orang yang mengantarmu  harus menempuh perjalanan selama 20 jam. Tak boleh ada yang kurang dari dirimu selama perjalanan itu.

Kau, makhluk yang disayang dan dilindungi. Karena itulah selama perjalananmu Tim BBKSDA Sumut yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah III BBKSDA Sumatera Utara, Gunawan Alza dan Tim Medis drh. Anhar Lubis selalu saja memantaumu.

Kau harus sampai ke lokasi pelepasliaran dengan selamat, dengan sehat bugar. Memilikimu beserta kaummu jadi kebanggaan tersendiri bangsa ini. Kau endemik, hanya ada di negara +62 ini.

Saya bertanya-tanya, bagaimana bisa kau terperangkap dan tertangkap. Rupanya kau memang sedang berkonflik dengan mereka.

Bahkan konflik itu telah cukup lama, sejak bulan Mei 2020. Namun, pada tanggal 4 Agustus api konflik kian bara.

Kau memangsa seekor anjing dan ular serta ternak warga. Kemudian pada tanggal 15 Agustus 2020, kau kembali memangsa ternak warga seekor kambing di dekat permukiman warga.

KLIK INI:  Sungguh Memikat Namun Berbahaya, Berikut 5 Jenis Satwa Beracun di Indonesia

Tanggal 22 Agustus 2020, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara turun ke lokasi, bersama-sama dengan petugas Koramil setempat dan masyarakat memasang perangkap (kandang jebak).

Dan pada Tanggal 24 Agustus 2020, petualanganmu berakhir. Kau  masuk perangkap dan kemudian dievakuasi dan diobservasi ke Sanctuary Harimau Barumun Nagari – di Barumun Tapanuli Selatan.

Kekurangan pakan

Secara umum kau sebenarnya sehat, namun mengalami malnutrisi sehingga tubuhmu terlihat agak kurus. Penyebabnya, kau tidak mendapatkan pakan yang cukup.

Umurmu saat masuk perangkap masih dikisaran ± 2 – 3 tahun. Tak hanya  kurang makanan, tapi kau juga mengalami dehidrasi dan anemia sehingga kondisimu terlihat lemah.

Dan hal yang paling tak terduga, tubuh lorengmu dihuni  banyak  parasit externa (kutu). Tentu saja kutu itu mengusik suasana hatimu. Kau diindikasikan mengalami gangguan hati.

Namun, kau mahkluk yang cukup istimewa. Tak ada yang tega membunuhmu. Maka kau dirawat kurang lebih  2,5 bulan di Sanctuary Harimau Barumun Nagari.

Ketika kondisimu semakin sehat dan baik, maka ide melepasliarkanmu muncul. Selama dalam masa perawatan, monitoring terhadap nafsu makan, agresifitas serta pergerakanmu juga dilakukan.

Dan kabar gembira itu tiba pada tanggal  30 Oktober 2020. Kondisimu  menunjukkan sangat sehat dan siap untuk dilepasliarkan.

KLIK INI:  P3E Suma Gelar Diskusi Kritis Perihal Pengendalian Banjir

Proses pelepasliaranmu pun dimulai. Bermula dari Bandara Patiambang. Kau   diangkut menggunakan helikopter ke lokasi pelepasliaran di Kappi – TNGL.

Hari itu, Selasa, 3 November 2020, jam  08.00 pagi  waktu Indonesia barat. Kau dibawa ke Taman Nasional Gunung Leuser.

Kenapa harus Kappi-TNGL, sebab berdasarkan hasil survey,  lokasi tersebut  berada pada ketinggian 1.320 mdpl.

Hal itu dinilai cocok untukmu, mengingat di lokasi itu ditemukan kaisan harimau. Artinya  Kappi – TNGL, tepatnya di Cempege adalah habitat harimau sumatera. Lokasinya datar, terbuka dan berbatu yang merupakan bagian dari zona inti TNGL.

Selain itu, lokasi tersebut  dekat sumber air dan terdapat saltlick yang tersebar. Tanda-tanda keberadaan satwa mangsa seperti rusa, kijang dan kambing hutan juga ditemukan di rumah barumu.

Agar kau tak tertangkap, maka sebelum tibamu, lokasi itu sudah dibersihkandri jerat oleh Balai Besar TNGL agar kau aman berburu mangsamu dan melahirkan anak-anakmu.

KLIK INI:  Polusi Merkuri Ancam Kehidupan Lumba-Lumba Sungai Amazon
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!