Nama Aktor Leonardo DiCaprio Diabadikan sebagai Nama Pohon di Kamerun

oleh -110 kali dilihat
Nama Aktor Leonardo DiCaprio Diabadikan sebagai Nama Pohon di Kamerun
Adegan Leonardo DiCaprio dalam film Titanic - Foto/Sindonews.com

Klikhijau.com –Bintang kenamaan Hollywood Leonardo DiCaprio memang dikenal banyak menyuarakan isu-isu lingkungan. Pada pagelaran COP26 November 2021 lalu, Leonardo mencuri perhatian global karena hadir di pertemuan akbar tersebut.

Leonardo sendiri menjadi salah satu perwakilan PBB untuk isu perubahan iklim. Leonardo DiCaprio juga sangat concern menyuarakan isu krisis iklim. Ia bahkan telah menyumbang jutaan dollar AS organisasi lingkungan dan berkontribusi pada perkembangan bisnis yang menghasilkan produk berbahan alami.

Dia pun ikut memberi pengakuan pada aktivis lingkungan cilik Greta Thunberg sebagai “pemimpin zaman kita” saat berjumpa di tahun 2019.

Aspirasi nyata DiCaprio juga ditunjukkan saat berpidato di ajang Piala Oscar 2016, dimana ia menegaskan perihal krisis iklim sebagai ancaman paling menakutkan segenap warga bumi di masa datang. Tak hanya itu, DiCaprio juga tampil memukau pada film satire berjudul “don’t look up”.

Dilansir dari Forestdigest, DiCaprio akhirnya diganjar penghargaan oleh para ahli botanical di Kamerun.

Yah, nama pemenang Oscar ini dipakai oleh para ilmuan di Royal Botanic Gardens, Kew, Inggris sebagai nama spesies pohon baru di Kamerun.

KLIK INI:  Lima Negara Asia Jadi Ancaman Bagi Target Perjanjian Iklim Paris

Pohon baru yang dijumpai di hutan Ebo itu dinamai Uvariopsis dicaprio. Seorang peneliti Kew bernama Dr Martin Cheek, mengatakan penggunaan nama DiCaprio sebagai bentuk penghargaan atas jasanya menyelamatkan hutan tropis dari penebangan liar.

“Kami pikir, dia punya peran besar menyetop pembabatan hutan Ebo,” kata Cheek yang dikutip oleh BBC pada Jumat 7 Januari 2022.

Uvariopsis dicaprio bahkan mencatatkan sejarah sebagai jenis tumbuhan pertama yang diberi nama oleh peneliti Kew pada 2022.

Hutan Ebo sendiri adalah hutan hujan tropis di Afrika Tengah yang menjadi komunitas masyarakat adat Banen, habitat gorila yang terancam punah, monyet, dan gajah.

Para ilmuwan dan ahli konservasi mendengar rencana pembukaan hutan Ebo untuk bisnis kayu (logging). Mereka lalu menulis surat kepada pemerintah Kamerun bahwa hutan Ebo adalah rumah berbagai hewan dan flora yang terancam punah.

Isu ini kemudian disuarakan oleh Leonardo DiCaprio via akun media sosial miliknya. Aksi DiCaprio melalui kampanye publik direspons 51 juta followers di Instagram dan 19 juta followers di Twitter. Aspirasi ini akhirnya ditanggapi oleh pemerintah Kamerun.

Setelah cuitan itu, pemerintah Kamerun lalu mencabut izin pemanfaatan hutan Ebo.Sayangnya, meski sudah dibatalkan, hutan Ebo belum juga ditetapkan sebagai taman nasional.

“Jangan sampai penundaan hanya penundaan,” kata Cheek.

KLIK INI:  Sobat Bumi Makassar Ajak Pengendara Ikut Aksi "Satu Menit untuk Bumi"

Sejauh ini, DiCaprio memang getol menyuarakan ragam masalah lingkungan di media sosialnya. Dia terus kampanyekan perlunya gerakan kolektif melestarikan dan menjaga bumi. Aktor utama film Titanic ini juga pernah ke Aceh, Indonesia pada 2016 untuk kampanye konservasi dan perlindungan gajah Sumatera.

Pada 2019 lalu, dia juga pernah mengunggah ulang salah satu konten National Geographic bergambar pemulung di tempat pembuangan sampah Bantargebang, Bekasi.

Pohon yang diberi nama DiCaprio dari famili ylang ylang, hanya dapat dijumpai di hutan Ebo. Pohon cemara tropis tersebut memiliki bunga kuning mengkilap yang tumbuh dari batangnya. Pohon ini tergolong kategori terancam punah.

Tahun lalu, lebih dari 200 tumbuhan dan jamur dari berbagai dunia dinamakan oleh ilmuwan Kew, termasuk lili merah muda dari hutan yang sama, ada juga tembakau liar pemakan serangga di Australia, lalu anggrek dengan bunga seperti bintang dari Madagaskar yang bisa tumbuh dalam kegelapan.

Para peneliti juga menegaskan bahwa ancaman kepunaan flora dan fauna umumnya disebabkan antara lain deforestasi, pembukaan lahan, kekeringan, banjir dan kebakaran akibat krisis iklim. Menurut Martin Cheek, penemuan ini bisa jadi upaya terakhir melindungi flora dari kepunahan.

“Masih ada ribuan spesies tumbuhan dan mungkin jutaan jamur yang kita belum tahu, yang kini habitat mereka terancam karena dirusak oleh manusia,” kata Cheek.

Pohon Leonardo DiCaprio sejatinya hanya satu dari sekian banyak pohon yang baru terdeteksi dan berstatus terancam punah. Para ilmuwan menduga bahwa masih ada sekira 8,7 juta spesies di planet bumi, namun baru bisa dijumpai sekira 1,2 juta.

KLIK INI:  Mengenang Asmara, Lelaki yang Gugur dalam Tugas Pemadaman Karhutla