Momen Hari Sejuta Pohon, FKHM Bagikan Pohon Gratis

oleh -151 kali dilihat
FKHM Makassar
Aksi hijau FKHM/foto-FKHM

Makassar, Klikhijau.com – Bagi pemerhati lingkungan tanggal 10 Januari adalah tanggal yang dinantikan setiap tahun, sebab merupakan hari bersejarah bagi lingkungan. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon, sebagai momen untuk menayadi pentingnya peranan pohon dalam kehidupan ini. Dalam rangka merayakan moment penting ini, Forum Komunitas Hijau Makassar (FKHM) membagikan gratis pohon Ketapang Kencana di moment Car Free Day di Makassar.

Ahmad Yusran, foundernya FKHM membeberkan bahwa FKHM lahir sejak 6 tahun lalu. Komunitas ini lahir berkat inisiasi dari Dirjen Penataan Ruang kementerian Pekerjaan Umum dalam pemgembangan kota hijau. sebagai komunitas hijau, FKHM tidak hanya membagikan pohon, tetapi mereka juga akan tetap lebih fokus pada penghijauan di Kota Makassar.

“Saat itu kami dan sejumlah teman-teman dari berbagai kota di Indonesia berkumpul di Jakarta. Di sini kami dibekali bagaimana menyusun master plan dan tata cara pelaksaan dan pengembangan kota hijau. Di antaranya green transportasi, green economy, building, open space danlainnya,” katanya.

Anggota FKHM berasal dari lintas komunitas. Siapa saja yang peduli dengan lingkungan. Beberapa komunitas itu diantaranya komunitas ibu-ibu, komunitas sepeda, mahasiswa, pegiat lingkungan, mapala, pegiat daur ulang sampah dan lainnya. Jumlahnya bisa sampai ribuan.

Menurut Yusran, FKHM selain menanam pohon, juga melakukan gerakan horisontal, yakni gerakan yang dibangun dengan asas kemandirian. Komunitas ini tidak lagi tergantung pada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mereka terus aktif menanam pohon di pesisir pantai, taman, lahan kritis, daerah aliran sungai, danau, waduk di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Sampai saat ini, komunitas ini telah menanam pohon sekitar 18 ribu, termasuk pohon mangrove di daerah Pesisir Untia dan juga di Pesisir Tallo.

“Kami selain mengajak menanam pohon juga mengedukasi tidak hanya menyangkut tatacara menanam yang baik dan benar, tetapi aspek perlakuan kepada mangrove itu sendiri, “katanya.

Selain itu juga menjelaskan apa manfaat mangrove itu sendiri, baik yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun di pesisir. Hutan mangrove yang mereka tanam kini sedang dijadikan landmark kepentingan wisata dan sebagai laboratorium ekologi.

Saat ini hutan mangrove di Pesisir Tallo yang mereka tanam sudah berakar, dengan tinggi kurang lebih 3 sampai 4 meter dan telah menjadi rumah kepiting, rumah ikan.

FKHM ke depannya masih akan lebih fokus dengan isu perubahan iklim, suhu, teriknya matahari dan tetap melakukan penghijauan sesuai karakter wilayahnya.Yusran yang saat ini menjabar sebagai Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ini juga mulai mengenalkan bahan organik dengan mendirikan Makanan Organik Makassar (MOM) dengan menciptakan pupuk organik dari limbah. Di makassar kepala ikan di TPI di pasar melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (ir)