Misi Kemanusiaan untuk Palestina pada Semangkuk Sup Konro

oleh -126 kali dilihat
Misi Kemanusiaan untuk Palestina pada Semangkuk Sup Konro
Sup konro-foto/Ist

Klikhijau.com – Sup konro adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang telah mendunia. Masakan berbahan dasar tulang atau dalam bahasa Bugis ‘konro’ ini merupakan makanan khas Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada umumnya, sup konro disajikan dengan kuah yang kaya rempah-rempah khas bumi pertiwi. Kuahnya yang kental dengan warna cokelat gelap akan sangat menggiurkan.  Apalagi jika ditambah dengan perasan jeruk nipis. Akan sukses menggoyang lidah saat rasa pada kuah dan asam berpadu dalam satu mangkok sup konro. Nikmat tiada tara.

Apalagi jika sudah berkolaborasi dengan nasi atau ketupat yang sudah dipotong-potong terlebih dahulu. Akan semakin menambah kenikmatannya. Dalam satu mangkuk akan diisi beberapa potong tulang yang dibaluri kuah khas Sulawesi. Ditambah dengan irisan daun bawang dan dipasangkan dengan bawang goreng yang gurih. Membuat siapa pun takkan mampu menolak daya tariknya yang otentik itu.

Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, seorang pemuda bernama Elfianto (23) membuka warung makan yang diberi nama Rumah Konro. Warung ini beralamat di Jalan. Ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Tepat di samping Markas KODIM 1411/Bulukumba.

KLIK INI:  Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Pantai Bira, Gratis Penginapan?

Sore itu, Rabu, 26 Mei 2021 Elfianto sedang menghitung keuntungan dari hasil berjualan sup konronya. Setelah menghitung segepok uang yang dia keluarkan dari tasnya, dia langsung menuju Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba.

Hari itu, terakhir Elfianto menjalankan misi kemanusiaannya, yang telah berlangsung sejak 20 Mei lalu. Selama enam hari anak bungsu dari empat bersaudara ini mengumpulkan donasi dari keuntungannya berjualan sup konro.

Donasi ini akan disalurkan ke Palestina sebagai wujud kepedulian dan solidaritasnya dalam membantu masyarakat di tanah Gaza yang tengah berjuang bertahan dari serangan Zionis Israel.

Karena malu turun ke jalan

Saat ditanyai, Elfianto mengaku sangat mencintai Palestina. Bahkan ide awal ia berjualan sup konro, hanya semata-semata sebagai bentuk penggalangan dana darinya untuk Palestina.

“Ide untuk jualan konro berawal dari niat mau bantu/ikut berdonasi untuk Palestina. Tapi saya malu turun ke jalan minta sumbangan,” ucapnya tersenyum.

Elfianto mengaku, misi ini telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Saat awal peperangan terjadi di tanah Gaza. Awalnya dia berjualan sup konro di rumahnya. Yang ditopang dengan keaktifannya melakukan promosi via akun sosial media. Membuat sup konronya pun perlahan dikenal luas di masyarakat yang hobi dengan olahan tulang sapi atau kuda ini.

Bermodal resep turun temurun dari keluarga. Ditambah pekerjaannya yang berjualan tulang sapi atau kuda mentah di pasar. Sehingga tercetus ide untuk mengolah tulang menjadi sup konro yang nikmat. Apalagi kata dia, peminat sup konro cukup banyak di Kabupaten Bulukumba. Semua kalangan suka makan konro.

“Awalnya saya jual untuk donasi, tapi ternyata banyak yang suka dan minta saya tetap jualan sup konro. Akhirnya keterusan sampai sekarang,” tutur anak dari Tahang dan Suruga (almarhumah) ini.

KLIK INI:  Ini 5 Makanan Khas Indonesia yang Dijadikan Makanan Nasional

Pemuda loyal ini, berharap misi kemanusiaannya bisa sedikit membantu meringankan beban saudara Muslim di Palestina. Apalagi dengan isu Palestina yang mendunia di berbagai media pemberitaan. Membuatnya berharap banyak generasi muda yang tergerak hatinya untuk turut andil membantu masyarakat Palestina.

“Selain karena kita seiman, penjajahan yang dilakukan oleh zionis Israel adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan,” tegasnya berkaca-kaca

Elfianto juga tak segan berbagi resep keluarganya itu. Berikut bahan dan cara pembuatan sup konro ala keluarganya

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan dasar sup konro, yakni tulang. Dengan tambahan berbagai rempah-rempah pilihan yang tentunya tersedia di tanah Sulawesi. Seperti serai, lengkuas, bawang putih, bawang merah, kemiri. Dengan bumbu tambahan, penyedap rasa, merica, ketumbar, dan jintan. Untuk menambah gurihnya kuah sup konro, biasanya ditambahkan santan.

Pertama-tama, tulang sapi atau kuda yang telah dibersihkan dimasak hingga daging yang melekat pada tulang melunak. Kurang lebih tiga jam dimasak pada api sedang. Selagi tulang dimatangkan, biasanya Elfianto mengolah rempah-rempah yang telah disiapkan. Lalu membuat kuah sup konro.

Cara penyajiannya juga sederhana. Potongan konro akan ditaruh di dalam wadah seperti mangkuk. Lalu disirami kuah. Kemudian dibaluri daun bawang dan bawang goreng. Sup konro selalu akrab dengan nasi atau ketupat. Nikmat dan mengenyangkan.

Sejarah sup konro

Konon, sup konro menjadi hidangan wajib bagi masyarakat di Kota Makassar. Yang berbahan dasar tulang kerbau. Disajikan pada acara-acara besar tertentu yang berlangsung di kalangan suku Bugis. Saat pelaksanaa ritual suku Bugis, masyarakat akan memotong kerbau kemudian bagian tulang dimasak dengan bumbu sederhana.

Barulah awal tahun 90-an, masyarakat Makassar mempopulerkannya dengan daging sapi dan kuda. Variannya juga kini beragam, selain yang berkuah, kini konro juga disajikan dengan dibakar lalu dibaluri bumbu kacang. Dengan tetap menggunakan rempah-rempah yang kaya rasa.

KLIK INI:  2 Warga Jepang Ikut Aksi Bersih di Kelurahan Matekko, Bulukumba
Khasiat mengonsumsi konro

Bukan hanya sebagai kuliner khas masyarakat Bugis-Makassar. Konro juga mengandung beragam khasiat yang bermanfaat untuk tubuh. Perpaduan komponen bahan-bahan yang menjadi bumbu wajib sup konro berkolaborasi dalam satu mangkuk saat disajikan.

Perpaduan rempah-rempah pada konro akan menghadirkan aroma, cita rasa, tekstur, dan penampakan secara keseluruhan yang menggugah selera. Sehingga kombinasinya satu sama lain akan memberikan sensasi baru yang dapat meningkatkan selera, daya tarik, dan ke-khasan olahan konro.

Sejak dahulu kala tanaman atau rempah-rempah khas dari tanah Indonesia dikenal mengandung berbagai macam komponen aktif yang sangat besar perannya dalam penciptaan khasiat pada tubuh. Itulah mengapa Jepang menjajah Indonesia hanya demi menguasai tanahnya yang subur yang dengan mudah ditumbuhi tanamanan-tanaman yang berkhasiat.

Rempah-rempah yang berpadu dalam semangkuk sup konro ini mengandung zat anti oksidan, antibakteri, antikapang, dan antibiotik, sehingga sangat besar khasiatnya untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan di dalam tubuh.

Jadi, buat kamu yang berdomisili di Kabupaten Bulukumba, boleh langsung datang ke Rumah Konro. Kamu bisa menikmati semangkok sup konro sembari ikut menjalankan misi kemanusiaan dengan berdonasi untuk Palestina.

KLIK INI:  Bubur Khas Sulawesi, Apa Beda Barobbo dan Tinutuan?