Menyorot 3 Peran Bambu bagi Kemerdekaan Indonesia

oleh -149 kali dilihat
bambu di Toraja,
Hutan bambu-foto/pixabay

Klikhijau.com – Bambu dan Kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Tanaman dari  famili Poaceae itu memiliki peran yang penting dalam mengisi kemeredekaan negara yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 ini.

Bambu bagi masyarakat Indonesia tidak sekadar  tumbuhan yang berbunga menahun hijau abadi. Namun, tanaman dari subfamili Bambusoideae  tersebut adalaha “denyut” nadi kehidupan masyarakat.

Karena  tanaman yang juga dikenal dengan buluh, aur, dan eru ini telah menjadi bagian dari kehidupan keseharian masyarakat Indonesia.

Tanaman ini, yang menjadi salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Tidak hanya dijadikan sebagai bahan bangunan, lebih dari itu, juga dijadikan sebagai pelengkap ritual suatu tradisi dan tangga bagi petani yang akan memetik cengkih.

KLIK INI:  Merawat Asa Kampoeng Bambu Toddopulia di Masa Pandemi

Bambu juga dijadikan aneka kerajinan tangan, penyanggah bangunan hingga jembatan. Dan lebih dari itu, tanaman yang memiliki sistem rhizoma-dependen unik ini, yang dalam sehari saja mampu tumbuh sepanjang 60 cm  atau 24 Inchi  bahkan lebih. Telah menjadi alat yang penting dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia.

Setidaknya ada tiga peran penting bambu dalam Kemerdekaan Indonesia, yakni:

  • Bambu runcing

Di Kabupaten Pangkep, terdapat tugu bambu runcing berdiri kokoh dan menjadi salah satu ikon di kabupaten tersebut.

Bambu runcing memang layak mendapat penghormatan dengan menjadikannya tugu sebagai tanda terima kasih. Bagaimanapun, sudah tertanam di kepala kita sejak kecil. Bambu yang diruncingkan ujungnya telah menjadi salah satu senjata  andalah yang dipakai para leluhur mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi.

Bambu runcing menunjukkan semangat yang pantang menyerah dan mengalah. Dengan bermodalkan bambu runcing saja, pejuang maju mempertaruhkan nyawanya demi Indonesia.

Senjata bambu runcing menggambarkan bahwa para pejuang  tidak takut dan gentar menghadapi musuh yang memiliki senjata lebih canggih dan mematikan.

Lalu, sejak kapan bambu runcing dikenal dan digunakan sebagai senjata oleh masyarakat? Menurut Sejarawan asal Universitas Padjadjaran, Widyo Nugrahanto sebagaimana dimuat di CNN 2019 lalu bahwa bambu runcing diperkenalkan oleh  Jepang saat memberikan pelatihan militer kepada masyarakat Indonesia.

KLIK INI:  Alla', Tempat Favorit Membuang Sampah

Pelatihan itu dilakukan untuk mengatasi desakan dalam Perang Dunia II di daerah kependudukan Jepang

“Karena keterbatasan senapan saat itu. Sedangkan yang dilatih banyak sekali.  Terus digunakanlah bambu runcing, itu jadi seperti massal diajarkan berperang menggunakan bambu runcing gitu,” ungkapnya

Sementara itu (masih seperti dimuat CNN 2019) Andi Achdian yang merupakan peneliti sejarah kolonialisme dan Indonesia modern mengatakan kala itu Jepang membentuk sejumlah organisasi semimiliter. Mereka  ini bertugas menjaga keamanan wilayahnya. Hal itulah yang membuatnya tak dibekali dengan senjata.

“Awalnya orang memang dilatih semimilter tanpa senjata. Jadi dengan bambu runcing itu,” ucapnya

Menurut Andi, penggunaan bambu runcing sebagai sebuah senjata perang mulai banyak dilakukan saat perang kemerdekaan.

Melihat dua pendapat itu, jelas bahwa bambu runcing memiliki peran yang penting dalam mempertahankan dan mrengisi Kemerdekaan Indonesia. Tidaklah mengherankan di banyak daerah kita bisa temukan tugu bambu runcing. Tidak hanya di Kabupaten Pangkep, Sulsel.

KLIK INI:  Mengenal 6 Klasifikasi Limbah Padat Menurut Istilah Teknis
  • Tiang bendera

Batangnya yang menjulang tinggi, bulan dan tidak terlalu besar menjadikan bambu sebagai  pilihan paling banyak dipilih untuk dijadikan tiang bendera.

Harganya yang murah dan mudah didapat, menjadi alasan lain bagi masyarakat menjadikan bambu sebagai tiang untuk mengibarkan bendera merah putih di angkasa.

Perayaan 17 Agustus sebagai hari paling bersejarah Indonesia, rasanya tidak afdal tanpa mengibarkn bendera merah putih dan media yang digunakan mengibarkannya, salah satunya adalah bambu.

Tiang bendera dari bambu sangat mudah kita temukan jelang perayaan 17 Agustus sebagai hari Kemerdekaan Indonesia, tahun 2021 ini pun sangat banyak masyarakat menggunakan bambu menjadi tiang bendera untuk merayakan HUT RI ke 76.

  • Pagar

Nah, jelang perayaan 17 Agustus, masyarakat kerap berlomba-lomba membuat pagar hias di depan rumahnya. Bahan pagar yang digunakan adalah bambu—yang kemudian dicat  warna putih dan  merah sehingga menghasilkan dua warna— merah putih.

Namun, terkadang pagar hias di depan rumah juga warna dengan warna lain. Hal itu biasanya sesuai imbauan  pemerintah setempat atau kesepakatan masyarakat itu sendiri.

Pagar bambu yang dicat tersebut akan membuat suasana perayan Hari Kemerdekaan Indonesia kian semarak dan melahirkan rasa nasionalisme.

Itulah, 3 peran utama bambu dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, apakah sahabat hijau punya tambahan peran apa saja yang bisa dilakukan oleh tanaman berumpun tersebut untuk memeriahkan perayaan hari Kemerdekaan Indonesia? Sila berbagi!

KLIK INI:  Seperti Pernah