Menteri Siti: Gerakan Pramuka Bisa Jadi Penggerak Perbaikan Lingkungan

Publish by -15 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Menteri Siti: Gerakan Pramuka Bisa Jadi Penggerak Perbaikan Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya/Foto-KLHK

Klikhijau.com – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan KLHK menyelenggarakan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Nasional. Kegiatan ini diadakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada 18-25 November 2019.

Kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 pramuka Penegak dan Pandega utusan kwartir daerah di Indonesia.

Kegiatan ini sebagai wahana mengaplikasikan keterampilan dan memberikan kecakapan bagi anggota Satuan Karya (Saka) Wanabakti dan Kalpataru.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pada 19 November 2019 membuka langsung kegiatan ini.

KLIK INI:  Menteri Siti Nurbaya Lantik 3 Pejabat Eselon II Lingkup KLHK, Begini Pesannya!

Menteri Siti mengajak para anggota Pramuka untuk berperan dalam perbaikan lingkungan hidup demi masa yang akan datang.

“Gerakan Pramuka Indonesia dapat menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini,” terang Menteri Siti.

Tema Pertikawan tahun 2019 ini adalah Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat. Menteri Siti mengatakan, sesuai tema, masalah lingkungan hidup di Indonesia dan dunia semakin banyak dan penting untuk segera diambil langkah solusinya.

Masalah itu adalah polusi, perubahan iklim, over populasi, penipisan sumber daya alam, sampah dan limbah. Juga kepunahan keanekaragaman hayati, deforestasi atau penggundulan hutan, fenomena pengasaman laut. Atau juga masalah penipisan lapisan ozon, hujan asam dan rekayasa genetika.

Secara sederhana, Menteri Siti kemudian mengajak para anggota Pramuka untuk memulai melindungi lingkungan dari hal yang kecil seperti pengurangan sampah terutama sampah plastik.

Peserta dan pengunjung diharapkan untuk tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai. Juga diharapkan menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh bumi perkemahan.

“Perilaku baik selama perkemahan agar terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya,” harap Menteri Siti.

KLIK INI:  26 Profesor Bertemu Menteri LHK Bahas Penataan Pemukiman Masyarakat di Kawasan Hutan
Hadirkan hutan di halaman rumah kita

Selain dalam hal pengelolaan sampah, Menteri Siti juga meminta agar semua anggota Pramuka untuk turut serta menanam minimal 25 pohon seumur hidup.

Rinciannya adalah 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah.

“Mari hadirkan hutan di halaman rumah kita. Jika kita memiliki halaman rumah seluas 10 m2, ditanam dengan berbagai jenis pohon. Jika tanaman sudah mencapai tinggi 3 meter dengan tajuk yang saling bertemu, itu sudah disebut hutan,” ucap Menteri Siti.

Menteri Siti meyakini bahwa anggota pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, dan generasi petarung.

Oleh karena itu, Menteri Siti meminta untuk terus berkreasi, berkarya dalam wadah Gerakan Pramuka.

KLIK INI:  Label Ramah Lingkungan Dapat Merangsang Timbulnya Inovasi dan Investasi
Editor: Ian Konjo
Sumber: KLHK

KLIK Pilihan!