Menilik Penerapan Sumur Resapan Air di Desa Kampala Bantaeng

oleh -97 kali dilihat
Menilik Penerapan Sumur Resapan Air di Desa Kampala Bantaeng
Amir Ali, mengamati kondisi sumur resapan air di Desa Kampala Bantaeng - Foto/Ist

Klikhijau.com – Air merupakan kebutuhan utama setiap makhluk, utamanya manusia. Karena itulah ketersediaan dan akses terhadap air telah menjadi hak setiap orang. Hal ini diterangkan secara eksplisit dalam Resolusi PBB Nomor 64/292 bahwa hak atas air dan sanitasi adalah Hak Asasi Manusia (HAM).

Secara global, dunia saat ini sedang menghadapi ancaman krisis air yang serius. Selain degradasi lingkungan dan eksploitasi sumber daya air, dampak perubahan iklim juga memicu terjadinya krisis air.

Oleh sebab itu, Undang-undang Nomor 7/tahun 2004 tentang Sumber Daya Air mengamanatkan, bahwa pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air.

Dalam hal ini, seluruh stakeholders harus bahu-membahu mengambil peran dalam mendorong konservasi air demi memastikan terjaganya sumber-sumber air.

Atas pertimbangan inilah sebuah lembaga internasional bernama USAID (United State for International Development) bekerjasama dengan Perkumpulan Katalis menginisiasi penerapan sumur resapan air di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

KLIK INI:  Kabar Baik, Ditemukan Spesies Kopi Liar yang Tahan dari Perubahan Iklim

Direktur Perkumpulan Katalis, Siswan, mengatakan program ini tindak lanjut dari Hasil Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA), dimana setiap saat debit air Eremerasa mengalami penurunan. Selain itu, air juga terindikasi tercemar akibat aktivitas pertanian seperti pestisida  maupun limbah rumah tangga dan juga seringnya terjadi banjir di masa penghujan.

“Rekomendasi hasil KKMA adalah perlunya ada pembangunan sumur resapan sekitar 1500 titik untuk mengatasi ancaman krisis air. Karenanya, kami mencoba mencari formula program yang juga melibatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Siswan menambahkan partisipasi masyarakat menjadi penting agar mereka paham konsep, manfaat, cara pemakaian dan pemeliharaan beserta keberlanjutannya. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dapat memberikan rasa kepemilikan bagi masyarakat sehingga mereka ikut memelihara dan menjaganya.

“Ini penting sebab banyak kasus sumur resapan tidak dipelihara dengan baik bahkan beralih fungsi menjadi septick tank. Ini disebabkan oleh minimnya edukasi pada masyarakat,” kat Siswan.

USAID dan Katalis Indonesia membangun sumur resapan air di Desa Kampala sebanyak 15 titik sebagai percontohan. Harapannya, program ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng maupun pemerintah desa dan stakeholder lainnya di Bantaeng demi ketersediaan air dan upaya mencegah banjir.

KLIK INI:  Beberapa Manfaat dan Cara Menghemat Air Demi Bumi yang Lestari
Dampak program

Dengan adanya sumur resapan air di Desa Kampala Eremerasa, dampak positifnya mulai dirasakan masyarakat. Air hujan tidak semuanya langsung mengalir ke bawah karena sumur resapan akan menyimpan air sesuai kapasitasnya yakni 2 x 2 x 2 meter atau 8 meter kubik per sumur.

“Memang jumlah titik sumur resapan yang dibangun belumlah memadai, namun paling tidak dampaknya mulai dirasakan masyarak di sekitar titik sumur resapan. Selain itu, kesadaran dan pengetahuan mengenai cara membuat sumur resapan dan manfaatnya pun semakin dipahami masyarakat,” lanjut Siswan.

Hal ini diakui pula oleh Amir Ali, pelaksana teknis program di Bantaeng. Menurut Amir, saat ini sudah banyak tukang batu, tokoh masyarakat dan staf pemerintah yang memahami konsep dan keterampilan membangun sumur resapan air.

“Kita berharap, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dapat melanjutkan program ini sehingga titiknya semakin banyak dan memenuhi target optimal,” jelas Amir.

Menariknya, Program yang dijalankan pada Juni 2020 hingga Februari 2021 ini dibuat dengan mengedepankan aspek edukasi dan partisipasi.

KLIK INI:  Draft RUU Sumber Daya Air yang Baru Disetujui DPR

“Sebelum pembangunan ada banyak yang dilakukan diantaranya sosialisasi ke pemerintah, stakeholder, pelatihan konsepsi, konstruksi, pemanfaatan, pemeliharaan dan keberlanjutan sumur resapan. Alumni pelatihan inilah yang melakukan pembangunan dipandu oleh fasilitator teknis,” jelas Amir.

Amir menambahkan salah satu rekomendasi dari program ini adalah mendorong adanya Peraturan Desa (Perdes) sebagai paying hukum dalam pembangunan dan pemeliharaan sumur resapan di Desa Kampala.

“Pastinya, masyarakat desa juga semakin paham manfaat sumur resapan. Misalnya, jika ada sumur di dekat sumur resapan air maka sumurnya akan selalu ada airnya dan jernih. Selain itu, air hujan di pemukiman tidak tergenang lagi. Masyarakat mulai sadar akan konsep ini sebagai cara efektif  mengatasi masalah ketersediaan air,” pungkasnya.

Fungsi dan Manfaat Sumur Resapan Air

Sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mencegah banjir sekaligus menjaga ketersediaan air. Sumur resapan merupakan bangunan rekayasa teknik yang berbentuk sumur tetapi fungsinya untuk menampung air yang datang dari atas tanah kemudian ditampung dalam sumur resapan. Air dalam tampungan ini kemudian akan diserap ke dalam tanah yang ada di sekitarnya secara perlahan.

Fungsi sumur resapan air

Fungsi sumur resapan ini berbeda dengan sumur yang dipakai sebagai sumber air minum dan keperluan rumah tangga. Sumur resapan merupakan kegiatan konservasi sipil teknis sederhana berupa sumur yang berfungsi untuk menampung, menahan dan meresapkan air permukaan (run-off) ke dalam tanah (akuifer) untuk meningkatkan jumlah dan posisi muka air tanah.

Air hujan yang melimpah dan tidak dapat terserap ke dalam tanah secara langsung dan sekaligus dapat menyebabkan banjir jika tidak ditampung kedalam sumur resapan. Air yang tertampung dalam sumur resapan tersebut kemudian akan diresapkan ke dalam tanah yang ada di sekitarnya.

KLIK INI:  Hari Air Sedunia, Menghargai Air Lebih dari Sekadar Harganya

Ketika merencanakan membuat sumur resapan ada beberapa hal yang menjadi standar secara nasional. SNI No: 03-2453-2002 merupakan Standar Nasional Indonesia yang berisi tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan. Di dalam SNI tersebut terdapat persyaratan teknis dan persyaratan umum dalam membuat sumur resapan.

Adapun Persyaratan umumnya yakni dalam membuat sumur resapan harus memenuhi hal-hal berikut ini: Air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air yang tidak tercemar, Sumur resapan untuk air hujan berada pada lahan yang cukup datar, Keamanan bangunan sekitar harus menjadi pertimbangan ketika membuat sumur resapan, Tidak bertentangan dengan peraturan daerah setempat.

Hal-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus mendapatkan persetujuan dari instansi yang berwenang. Selain persyaratan umum, terdapat persyaratan teknis yang harus dipenuhi, di antaranya adalah:

  1. Kedalaman tanah pada musim hujan minimal 1,50 meter.
  2. Keadaan struktur tanah yang dapat digunakan untuk membangun sumur resapan adalah nilai permebilitas tanah minimal 2.0 cm/jam.
  3. Jarak antara sumur resapan dengan sumur air bersih adalah 3 meter, jarak antara sumur resapan dengan septitank adalah 5 meter, dan jarak sumur resapan dengan pondasi bangunan rumah adalah 1 meter.
  4. Jenis Sumur resapan merupakan bangunan yang dibuat dengan tujuan tertentu. Fungsi dari konstruksi ini adalah bagaimana agar air di atas tanah dapat masuk ke dalam penampungan sumur resapan kemudian dapat terserap secara cepat ke tanah yang ada di sekitarnya. Agar fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya, maka bangunan sumur resapan harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan lingkungan sekitar.
KLIK INI:  Menyatukan Semangat Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
Bentuk sumur resapan

Terdapat 4 jenis dan bentuk sumur resapan yaitu:

  1. Sumur dengan menggunakan susunan batu bata atau batu kali pada dinding sumur, bagian dasar sumur diisi dengan batu belah dan ijuk diatas batu belah.
  2. Sumur tanpa pasangan batu pada dinding sumur, dasar sumur tidak diisi batu belah dan ijuk.
  3. Sumur tanpa pasangan batu pada dinding sumur dan bagian dasar sumur diisi batu belah dan ijuk diatas batu belah.
  4. Sumur menggunakan beton sebagai dinding sumur dan dasar sumur tidak diisi batu belah dan ijuk. Masing-masing bentuk sumur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.

Memilih bentuk sumur resapan yang tepat harus mempertimbangkan keadaan tanah dan batuan di lokasi sekitar sumur yang akan dibuat. Pada keadaan tanah yang relatif stabil bisa dipilih bentuk sumur dengan tanpa pasangan batu pada dinding sumur sedangkan pada tanah yang labil sebaiknya dipilih bentuk sumur dengan pasangan batu pada dinding dan bagian dasar diberi batu belah dan ijuk.

Manfaat sumur resapan air

Manfaat Sumur Resapan Sumur resapan sangat besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar. Berbagai manfaat sumur resapan diantaranya adalah:

  1. Menahan dan mengurangi volume air larian (run-off) Mengurangi (mencegah) banjir dan genangan air di hilir  Mengurangi kemungkinan tanah longsor.
  2. Meresapkan air permukaan (run-off) ke dalam tanah Cadangan air tanah-mata air meningkat Menjaga aliran sungai di waktu kemarau.
  3. Menaikkan permukaan/volume air tanah secara cepat Muka air sumur gali/timba menjadi lebih dekat permukaan (mudah ditimba) Mengatasi konflik antar pemakai air di musim kemarau.
  4. Menjaga kualitas sumberdaya air tanah penyaringan oleh tanah/batuan.
  5. Melindungi lahan/tanah oleh erosi air permukaan (run-off) tanah pucuk dan unsur hara/pupuk terjaga.
  6. Melindungi kesuburan tanah Mengurangi penggunaan pupuk.
  7. Menjaga keseimbangan cadangan air tanah di saat kemarau.
  8. Mengurangi konsentrasi polutan air tanah atau mengurangi air kotor masuk ke dalam tanah.
  9. Menjaga kualitas air sungai dan sumberdaya air permukaan. Serta menjaga tingkat kekeruhan air sungai, Mengurangi material sedimen di sungai, danau, laut, dan lainnya.
  10. Menjaga habitat air dan biota air permukaan Menjaga habitat biota air sungai, laut, danau, dan lainnya.
  11. Sumur resapan dapat menambah jumlah air yang masuk kedalam tanah sehingga dapat menjaga kesetimbangan hidrologi air tanah sehingga dapat mencegah intrusi air laut.
  12. Sumur resapan dapat menambah jumlah air yang masuk kedalam tanah dan mengisi poripori tanah, hal ini akan mencegah terjadinya penurunan tanah.

*Sumber: Diolah dari berbagai sumber

KLIK INI:  Warga Sentul City Menangkan Gugatan Hak Atas Air