Mengurai 17 Isu Lingkungan Terkini di Sekitar Kita

oleh -13 kali dilihat
Dampak Perubahan Iklim, Warga di Madagaskar Alami Kelaparan Akut
Ilustrasi kekeringan - Foto/Pixabay

Klikhijau.com –  Isu lingkungan terkini semakin beragam.  Bahkan banyak di antaranya kerap terjadi  di sekitar kita. Namun, kita biasanya abai saja. Menganggapnya baik-baik saja dan  bukan masalah

Padahal permasahan lingkungan bukan masalah individu. Namun, masalah semua lini kehidupan, karena   akan berdampak pada ekosistem.

Permasalahan lingkungan, khususnya di Indonesia memang membukit dan sulit diurai.

Berikut ini, 17 isu lingkungan terkini yang harus diatasi:

KLIK INI:  Perlindungan Lingkungan, Hal Paling Mendesak bagi Warga Eropa
  • Permasalahan sampah

Sampah menjadi masalah yang tak ada habisnya. Ia diproduksi tanpa jeda. Sebagiannya berakhir di tempat pemroresan akhir (TPA), sebagiannya berubah jadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi di tangan kreator, dan sebagiannya lagi menghuni lingkungan sekitar.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah, di antaranya penerapan replace, reduce, reuse, serta recycle (4R), memilah sampah, dan tak membuangnya di sembarang tempat.

  • Kebakaran dan pembalakan hutan

Hutan merupakan sendi kehidupan. Di dalamnya terdapat denyut kehidupan yang tak terhitung. Di mana satwa dan tumbuhan hidup.

Manfaat hutan bagi manusia pun sangat besar, sebagai penyimpan air, penyerap udara dan penghasil oksigen.

Sayangnya kebakaran hutan dan pembalakan hutan tak jeda. Setiap detik, Bumi kehilangan hutannya. Sehingga menimbulkan banyak masyalah bagi lingkungan.

Hal yang bisa dilakukan adalah giat menanam pohon dan menegakkan hukuman yang berat bagi pelaku pembakaran dan pembalakan liar.

  • Sungai banyak yang tercemar

Di Indonesia sungai yang tercemar sangat banyak.  Setidaknya ada  64 dari 470 daerah aliran sungai mengalami kondisi mengenaskan.

Kita sangat mudah melihat air sungai keruh dan hitam berbau. Sampah-sampah memadatinya, mulai dari sampah rumah tangga hingga industri.

Pencemaran sungai, selain disebabkan oleh sampah, memang juga disebabkan oleh aktivitas industri  dan limbah pertanian.

  • Masalah banjir

Banjir telah menjadi isu lingkungan terkini yang tak pernah berakhir. Hujan sebentar saja, kita telah bisa menemukan genangan di mana-mana, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

Boleh dikata, persoalan banjir  telah jadi langganan masyarakat. Rasanya kurang lengkap hujan yang turun jika tak disertai banjir.

Buruknya saluran air dan daerah resapannya jadi penyebab utamanya. Kesadaran masyarakat yang membuang sampah pun semakin menambah deret penyebab banjir, baik itu banjir biasa saja maupun banjir bandang yang kerap membawa petaka yang merugikan secara ekonomi dalam skala besar.

KLIK INI:  Balai Gakkum Sumatera Menyidik 9 Tersangka Penyelundupan 28 Burung Dilindungi
  • Abrasi

Aktivitas penambangan  pasir pantai, keusakan karang, dan perusakan hutan mangrove atau bakau jadi penyebab abrasi.

Semakin lama abrasi berlangsung maka laut nantinya akan semakin rusak dan masyarakat akan semakin dirugikan.

Reklamasi pantai yang dilakukan oleh pemerintah, menjadi salah satu penyebab terjadinya abrasi. Kerusakan batu karang pun menjadi penyebab lain yang semakin memperburuknya. Belum lagi adanya penangkap ikan atau nelayan yang menggunakan peledak.

  • Polusi udara

Semakin maraknya jalan dengan kendaraan, ditambah dengan aktivitas industri yang tak henti memuntahkan asap darai cerobongnya, dan sisa makanan yang terbuang menjadi penyebab utama pencemaran udara.

Aktivitas itu ditambah pula dengan perusakan hutan dan penggunaan alat elektronik yang masif. Jadilah pencemaran udara isu lingkungan terkini yang tak habis dibincangkan.

Pencemaran udara sangat nyata adanya dan memberi dampak buruk bagi kesehatan. Hal yang mesti dilakukan di antaranya, mengurangi aktivitas berkendara, hemat menggunakan energi, menanam pohon, dan tak membuang sisa makanan.

  • Menurunnya keanekaragaman hayati

Ancamana kepunahan satwa dan tumbuhan kian meresahkan dan menjadi isu lingkungan terkini yang harus di atasi

Kerusakan hutan menjadi penyebab serius terjadinya kepunahan. Flora dan fauna, tak bisa dinafikkan menjadikan hutan sebagai rumah mereka

Selain itu, perburuan dan perdagangan satwa dan tumbuhan juga jadi penyebab keanekaragaman hayati kian terpuruk ke dalam kondisi kritis.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini adalah menerapkan hukuman bagi pelaku perdagangan ilegal flora dan fauna, rehabilitasi hutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi manusia dan lingkungan.

KLIK INI:  Perihal Permen LHK tentang Food Estate, WALHI: Membuka Kran Deforestasi Akut!
  • Masalah ekosistem laut

Penangkapan ikan secara berlebihan dengan menggunakan bom dan sejenisnya, timbulan sampah, bahan kimia, dan abrasi  menjadikan ekosistem laut semakin rusak.

Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan akan merusak terumbu karang dan membunuh biota laut yang lainnya.

Padahal terumbu karang adalah rumah bagi makhluk laut, tempat berlindung dan berkembang biak.

Untuk mengatasi masalah ini,  peran pemerintah untuk mengetatkan peraturan

mengenai larangan pemakaian peledak dan bahan kimia harus ditingkatkan. Dan juga pelarangan membuang sampah sembarangan harus  dinaikkan pula levelnya.

  • Pencemaran tanah

Bukan hanya udara yang tercemar, tetapi juga tanah. Penyebabnya cukup banyak, di antaranya penggunaan pestisida di dunia pertanian. Aktivitas industri yang membuang limbahnya sembarangan, dan  membuang sampah bukan pada tempatnya. Ditambah lagi pertambangan yang masif.

Untuk mengatasi ini, maka jangan membuang sampah sembarangan, perizinan tambang harus ketat, para pelaku usaha harus mengelola limbahnya dan tentu harus ada penanaman pohon

  • Pencemaran air tanah

Membatasi limbah  pencemar  air tanah,  mengaktifkan masyarakat lembaga-lembaga untuk menjaga sumber air, melaksanakan  undang-undang lingkungan hidup, dan menanam pohon merupakan solusi untuk mengatasi pencemaran air tanah.

Pencemaran air tanah disebabkan oleh berbagai jenis biota air menjadi rusak, sehinggha mengancam kesehatan penduduk di sekitar sumber air, banjir, langkanya air bersih menjadi ancaman serius.

  • Pemanasan global

Isu lingkungan terkina yang banyak menyita perhatian adalah pemanasan global.  Dampaknya mulai terlihat di daerah kutub yang mulai mencair.

Hal ini menyebabkan ketidak seimbangan lingkungan. Untuk masalah ini kita harus mengurangi penggunaan  gas-gas kimia yang bisa merusak lapisan ozon, misalnya mengurangi penggunaan kendaraan, listrik dan lain-lain.

KLIK INI:  Perlu Waspada, Bakteri Mematikan Semakin Menyebar karena Perubahan Iklim
  • Polusi suara

Polusi suara menjadi isu lingkungan terkini yang harus pula di atasi. Sebab jika terus berlanjut bisa menyebabkan kesehatan terganggu

Polusi suara sangat  mengusik aktivitas manusia dan bahkan bisa mengganggu perkembangan psikologis.

  • Berkurangnya daerah resapan air

Pembangunan yang semakin masif, menjadikan air bingung akan terserap di mana. Karena daerah serapannya telah tertutup.

Hal ini menjadi salah satu sering terjadinya banjir dan genangan air yang cukup dalam. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah harus memperketat izin bangunan.

  • Langkanya air

Air bersih jadi masalah lingkungan yang cukup serius. Kita sering mendengar dan melihat daerah-daerah yang kekurangan air. Hal ini bisa menyebabkan kekeringan

Kelangkaan air memang sangat mengkhawatirkan karena  air merupakan kebutuhan pokon manusia.  pentingnya

Hal yang mesti dilakukan adalah reboisasi hutan, pemerintah dan masyarakat harus berkerjas untuk membangun sumber-sumber air baru dan menjaganya.

  • Banyaknya bangunan liar dan kumuh

Di kota-kota besar, bangunan liar telah jadi pemandangan yang dianggap lazim. Selain membuat pemandangan tampak kotor. Bangunan liar juga bisa menghambat air terserap ke tanah.

  • Longsor

Kerusakan lingkungan, khususnya hutan bisa menyebabkan terjadinya longsor. Telah sering kita lihat dan baca, longsor telah menjadi langganan pula, khususnya di daerah pegunungan.

  • Perubahan iklim

Isu lingkungan terkini yang menjadi trending topik adalah perubahan iklim. Di beberapa daeah di Indonesia dampaknya telah terlihat. Misalnya di bulan Agustus dan September, biasanya kemarau telah bertandang. Namun, tahun ini berbeda—hujan tak mereda.

Perubahan iklim juga memperburuk lingkungan, karena kedatangannya mengancam banyak hal, termasuk kemungkinan terjadinya kepunahan massal.

KLIK INI:  Caleg, Musuh Baru Bagi Pepohonan