Mengulik 7 Inisiatif Strategis dari IUCN

oleh -65 kali dilihat
Bagaimana Interaksi Manusia dengan Lingkungan?
Ilustrasi /foto-Quipper

Klikhijau.com – International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) adalah organisasi internasional. Organisasi ini mendedikasikan dirinya untuk konservasi sumber daya alam.

UICN  didirikan pada tahun 1948 yang berpusat di Gland, Swiss. Organisasi ini biasa pula disebut  World Conservation Union.

Saat ini IUCN beranggotakan 78 negara, terdapat 112 badan pemerintah, dan 735 organisasi atau lembaga non-pemerintah.

Itu artinya organisasi ini memiliki “kekuatan” untuk membuat kebijakan strategis. Apalagi tujuannya adalah untuk membantu atau mendukung komunitas di seluruh belahan dunia dalam konservasi alam.

KLIK INI:  Wiratno: Konservasi Alam Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Jalan Hidup

Perdebatan politik global tentang konservasi alam semakin nyaring terdengar. Karena itu ambisi IUCN  adalah menempatkan dirinya secara strategis di pusat debat politik global tersebut.

Untuk mengamankan ambisi itu, IUCN telah membuat inisiatif strategis yang  menyoroti kekuatan keahlian Uni, jaringan dan kapasitasnya untuk memobilisasi.

Direktur Jenderal IUCN telah meluncurkan sejumlah inisiatif yang berfokus pada kebijakan dengan tujuan untuk mengatasi isu-isu yang muncul dalam pengelolaan sumber daya alam dan ruang konservasi alam.

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa saat ini dunia sedang menghadapi kehilangan keanekaragaman hayati dan krisis iklim yang cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Tingkat populasi global terus meningkat, sementara sumber daya alam terus dieksploitasi secara tidak berkelanjutan.

KLIK INI:  Lebih dari Separuh Pohon Endemik Eropa Terancam Punah, Ini Sebabnya!
Covid-19 bukti nyata degradasi lingkungan

Kedatangan pandemi Covid-19 adalah bukti nyata telah terjadi degradasi lingkungan dan mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Saat ini pula, tantangan yang dihadapi dunia global sangat jelas, yakni permasalahan lingkungan semakin kritis. Karenanya dunia membutuhkan tindakan kolektif secara internasional dan di semua tingkat masyarakat—itu jika kita masih  ingin menikmati kehidupan di bumi ini.

Masa depan kehidupan di bumi tergantung pada pilihan yang kita buat dan cara keputusan ini diterapkan di tahun-tahun mendatang

Untuk menghadapi tantangan dan mengurai masalah lingkungan, IUCN telah mengeluarkan berbagai insitiatif strategis 2030 mendatang

Semua inisiatif strategis bertujuan mendukung pelaksanaan Program IUCN 2030 dan membangun kerja IUCN yang sudah ada.

IUCN  membuat inisiatif karena memungkinkan untuk memperluas penerapan produk pengetahuan IUCN dan mempromosikan penggunaannya di semua sektor.

KLIK INI:  2 Hal Unik di Sepanjang Jalan Cagar Alam Karaenta, Maros

Selain itu, juga mempermudah dalam hal mengkomunikasikan kontribusi positif alam pada masyarakat, sehingga memungkinkan untuk mempromosikan nilai tambah alam di berbagai sektor, khususnya  yang dianggap sebagai pendorong hilangnya keanekaragaman hayati, semisal pertanian dan aliran keuangan.

Nah, demi  mengamankan kemauan politik yang lebih baik, kemitraan dan kepemimpinan yang berkomitmen dan inovatif di semua tingkatan. IUCN memobilisasi semua anggotanya untuk merangkul dan membantu menerapkan perubahan yang diperlukan di seluruh ekonomi dan masyarakat.

Mobilisasi anggota itu dilakukan dengan tujuan untuk melindungi alam ini dan kontribusinya kepada masyarakat dalam melindungi mata pencaharian mereka yang bersumber dari alam.

KLIK INI:  Studi: Tersisa 15,5% Wilayah Pesisir Dunia Masih Utuh Secara Ekologis

Berikut ini, beberapa inisiatif strategis dari IUCN:

  •  Pemulihan berbasis alam

Harus diakui bahwa berinvestasi di alam memiliki manfaat langsung dan jangka panjang untuk pemulihan dan stabilitas ekonomi, kesehatan dan ketahanan masyarakat, serta iklim dan keanekaragaman hayati.

Karena itu, pemulihan berbasis alam sangat perlu dilakukan.

  •  Pertanian dan kesehatan lahan

Melalui dialog berbasis bukti antara sektor pertanian dan konservasi. Inisiatif ini bertujuan untuk berkontribusi pada transisi menuju sistem produksi yang berkembang, mata pencaharian yang tangguh, dan masyarakat yang berkelanjutan.

  • Kontribusi untuk alam

Platform IUCN  akan memungkinkan konstituen IUCN untuk mendokumentasikan kontribusi yang dimaksudkan untuk Program IUCN dan kerangka kerja konservasi lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan platform operasional sejak  akhir tahun 2021.

KLIK INI:  Selamat Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Kita Jaga Ekosistem Indonesia
  • Akademi IUCN

Akademi IUCN bertujuan untuk memanfaatkan keahlian IUCN dalam membangun kapasitas warga dunia – baik profesional maupun mahasiswa pascasarjana – yang ingin menempatkan konservasi alam di jantung transisi hijau.

Prioritas keanekaragaman hayati pasca-2020

Salah satu misi IUCN adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dunia. Karenanya organisasi ini mendukung adopsi dan implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Pasca-2020 yang kuat untuk mengatasi krisis keanekaragaman hayati, karena itu sejalan dengan misi IUCN.

  • Keuangan untuk alam

Inisiatif IUCN Finance for Nature bertujuan untuk mempercepat penerjemahan komitmen ke dalam implementasi melalui bentuk-bentuk kolaborasi baru yang mengintegrasikan nilai alam ke dalam logika keuangan.

Stockholm +50

IUCN bekerja sama dengan Pemerintah Swedia dalam mendukung persiapan Stockholm+50.

Nah, itulah inisiatif staregis dari organisasi yang didirikan oleh Julian Huxley seperti dilansir dari laman resminya.

KLIK INI:  Mengenal Hutan Rawa, Fungsi, Karateristik, dan Sebarannya di Indonesia