Menguak Rahasia Jambu Bol sebagai Tanaman Obat 

Publish by -385 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Menguak Rahasia Jambu Bol sebagai Tanaman Obat 
Jambu Bol - Foto/SalafiPapua

Klikhijau.com – Jambu bol tidak hanya berfungsi sebagai tanaman buah. Tanaman yang masuk ke dalam famili Myrtaceae juga memiliki potensi sebagai tanaman obat.

Jika dilihat sekilas, jambu bol mirip dengan jambu air. Namun, jika diperhatikan lebih detail, bentuk buahnya berbeda. Selain itu, jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat yang enak.

Jambu bol merupakan tanaman buah yang berbuah sekali dalam satu tahun. Karena itu sering disebut sebagai  tanaman tahunan. Musim berbunganya antara bulan Mei-Juni dan sudah bisa dipanen pada bulan Agustus-September.

Hanya saja terkadang terjadi gejala atau masalah yang menyebabkan pohon jambu bol tidak berbuah atau berbunga, meski ia tumbuh subur dan segar.

Tanaman yang bisa dibudidayakan dengan biji atau melalui cangkok ini, bisa tumbuh dengan tinggi  mencapai 5-16 meter. Sedangkan untuk diameter batangnya tidaklah terlalu besar, hanya dikisaran  20-45 cm. Tanaman bernama latin Syzygium malaccense ini memiliki daun berbentuk oval sampai oblong, agak tebal, dengan panjang 10-30 cm.

KLIK INI:  Kisah Si Bawang Merah yang Jahat Ternyata Kaya Akan Manfaat

Untuk buahnya sendiri,  jambu bol berbuah buni, berbentuk bulat, bulat telur sampai lonjong sedangkan warna buahnya mulai dari merah jingga sampai merah tua atau kehitaman, putih kehijauan sampai kekuningan dengan ukuran buahnya 3-7 cm (Pratiwi Sri Anggrawati dan Zelika Mega Ramadhania (2016).

Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia, bahkan memiliki pula banyak nama, di antaranya  jambu jamaika, jambu merah, jambu dersono, dan jambu kepal.

Perihal namanya, Wikipidea membeberkan jika nama jambu bol berasal dari bahasa Melayu, yakni bola tau bool. Hanya saja nama ini terkesan ‘jorok’ dalam bahasa Betawi karena memiliki arti pantat. Di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, jambu ini dinamai “jampu pello” yang maknanya juga merujuk pada satu penyakit yakni ambeien, penyakit yang menderah di bagian pantat.

Menurut Rukmana (1998) ada dua vaeritas jambu bol yang tumbuh di Indonesia yaitu jambu bol merah Cianjur dan jambu bol putih Congkii. Kedua vaeritas ini termasuk jambu bol unggulan.

Sebagai tanaman yang banyak tumbuh di negara +62. Jambu jenis ini dapat ditemukan di mana-mana. Ia bisa tumbuh hingga ketinggian mencapai1200 mdpl.

KLIK INI:  Tekad dan Patih Cetak Sejarah Baru di Bidang Konservasi Banteng Jawa
Manfaat jambu bol

Meski artinya dalam bahasa Betawi kurang ‘pantas’ didengar. Namun tanaman ini memiliki banyak manfaat. Boleh dibilang jambu jenis memiliki potensi pada setiap bagiannya karena memiliki  banyak kandungan.

Nenden Fauziah, (2019) mengungkapkan bahwa ekstrak daunnya menunjukkan daya antioksidan, anti- inflamasi dan anti- diabetes. Daunnya memiliki kandungan flavonoid yang tertinggi.

Sedangkan  ekstrak kulit batangnya memiliki efek menurunkan kadar gula dan kadar kolesterol. Tidak hanya itu, akar pohonnya sering digunakan untuk mengatasi gatal-gatal, diuretik dan untuk meringankan edema.

Hal menarik dan tidak terduga lainnya perihal manfaat tanaman ini menurut  Nenden Fauziah (2019) adalah dapat mengatasi bronchitis, asma, diabetes mellitus dan anti- inflamasi. Jambu ini  mengandung antioksidan alami sehingga cocok dijadikan sebagai tanaman obat.

KLIK INI:  Jambu Kristal, Jambu Biji Tak Berbiji yang Sangat Baik untuk Kesehatan

Sementara buahnya, menurut Hernandi Gumilang, (2019) memiliki kandungan gizi dalam 100gr buah  terdiri atas: 56 kal, 0,60 gr protein, 0,30 gr lemak, 14,20 mg karbohidrat, 29 mg kalsium, 16 mg fosfor, 1,0 mg zat besi, vitamin A 130 IU, vitamin B1 0,02 mg, 22 mg vitamin C, dan 67 % bagian yang dapat dimakan.

Melihat manfaat dan kandungan yang dimilikinya. Tanaman ini berpotensi sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Buahnya bisa diolah menjadi minuman dan makanan yang fungsional atau menyehatkan. Minuman fungsional sendiri merupakan jenis pangan atau produk pangan yang memiliki ciri-ciri fungsional sehingga berperan dalam perlindungan atau pencegahan, pengobatan terhadap penyakit, peningkatan kinerja fungsi tubuh optimal, dan memperlambat proses penuaan (Sampoerno dan Ferdiaz, 2001).

Nah, jambu bol memiliki peluang yang besar sebagai minuman fungsional. Apalagi semua bagian dari tanaman ini bisa menjelma sebagai obat  untuk manusia agar lerai dari penyakit.

KLIK INI:  Tiong Batu Kalimantan, Burung Pemalu yang Butuh Perlindungan
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!