Mengenang Asmara, Lelaki yang Gugur dalam Tugas Pemadaman Karhutla

oleh -108 kali dilihat
Mengenang Asmara, Lelaki yang Gugur dalam Tugas Pemadaman Karhutla
Foto almarhum Asmara saat menjalankan tugas/foto-dok KLHK
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Berita duka datang dari garis terdepan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Anggota Manggala Agni atas nama Asmara, Daops Muara Bulian, Jambi, gugur dalam menjalankan tugas.

Asmara tertimpa pohon sewaktu pemadaman di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin, Kamis sore, 22 Agustus 2019. Dan Jum’at dihari, 23 Agustus pukul 01.20 WIB ia menghembuskan napas terakhirnya. Ia berpulang ke Rahmatullah di RS Siloam, Jambi.

Kronologi kejadiannya, saat tim satgas melakukan pemadaman dengan menggunakan tanki milik Manggala Agni Daops Muara Bulian. Dikarenakan suplai air di tanki habis tim bermaksud melakukan pengisian ulang dan diikuti Asmara dan Kuntoro dengan menggunakan sepeda motor.

KLIK INI:  Antisipasi Karhutla di Puncak Kemarau, Tim Patroli Terpadu Semakin Digiatkan

Baru beberapa meter berjalan tiba-tiba sebatang kayu besar roboh menimpa kepala Asmara. Dikarenakan kondisi korban kritis tim Satgas Karhutla segera membawa korban ke RSUD Abdul Majid Batoe Muara Bulian, namun karena peralatan medis yang terbatas maka korban dirujuk ke RS Siloam Jambi.

“Selamat Jalan Pak Asmara, kami semua menaruh hormat pada segala perjuangan dan dedikasimu,” tulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di akun media sosialnya.

Meninggalkan dua anak

Pasukan pemadam KLHK Manggala Agni, bersama dengan anggota Satgas Karhutla lainnya, bekerja tanpa henti siang malam berupaya memadamkan titik api Karhutla.

“Setiap hari saya selalu mengikuti laporan lapangan Manggala Agni dari seluruh Daops di Indonesia. Dedikasi mereka sungguh luar biasa, berjibaku mempertaruhkan nyawa melawan amukan api di lokasi-lokasi yang kadang sulit dijangkau dan sulit dipadamkan”, tulis Menteri Siti Nurbaya. Dia langsung mengutus perwakilannya untuk datang ke rumah duka.

KLIK INI:  Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Siti: Justru Pak Jokowi yang Membenahi

Asmara bin Rifai meninggalkan 1 istri dan 2 anak, dan jenasah akan dimakamkan hari ini, Jumat 23 Agustus 2019. Tempatnya di Desa kelahirannya di RT 05 Dusun Anggrek, Desa Bathin, Kecamatan Bajubang, Kab. Batanghari, Provinsi Jambi.

Seluruh keluarga besar KLHK turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Asmara bin Rifai sang “Pahlawan Langit Biru”. Pada saat pemakaman seluruh kegiatan pemadaman di Indonesia akan dihentikan beberapa saat untuk mengheningkan cipta dan memberikan doa sebagai penghormatan terakhir kepada Almarhum.

“InsyaAllah husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, dihapuskan segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan serta kesabaran. Aamiin”, tutup Menteri Siti Nurbaya di akun media sosialnya.

Menteri Siti juga telah mengutus perwakilan KLHK untuk ta’ziah ke rumah duka di Jambi dan seusai salat Jumat tadi keluarga besar KLHK akan melaksanakan salat gaib di Masjid Manggala Wanabakti untuk mendoakan almarhum.(*)

KLIK INI:  KLHK Libatkan Masyarakat dalam Penanganan Karhutla