Mengenal Tanaman Kemuning dan Ragam Manfaatnya untuk Kesehatan

oleh -37 kali dilihat
Mengenal Tanaman Kemuning dan Ragam Manfaatnya untuk Kesehatan
Tanaman kemuning - Foto: Anis Kurniawan/Klikhijau

Klikhijau.com – Tanaman kemuning (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tanaman keluarga Myrtaceae yang bunganya berwarna putih. Lalu mengapa disebut bunga kemuning?

Tanaman kemuning ternyata masih berkerabat dengan jambu, cengkih, dan kayu putih. Hal itu tampak sepintas saat mengamati dedaunnya yang kecil-kecil dengan warna hijau cukup terang.

Tanaman ini terbilang tanaman asli khas Asia, khususnya India dan Cina bagian timur hingga selatan. Kemuning juga dapat dijumpai di Hong Kong, Taiwan, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia (khususnya wilayah Sulawesi).

Keberadaannya cukup mudah ditemukan baik di area pesisir, pegunungan tinggi, hutan rimba, maupun pesisir sungai.

Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan ragam nama lokal antara lain karumuning (bahasa Banjar), karamuntian (bahasa Minangkabau), kalimuntiong (Riau), harimonting (Batak), sementara di Sunda dijuluki harendong sabrang.

Inilah klasifikasi ilmiah pohon kemuning:

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dycotiledonae
Ordo Sapindales
Famili Rutaceae
Genus Murraya
Species Murraya paniculate (L.)
KLIK INI:  Tumbuhan Eceng Gondok dan 5 Keunikan Tersembunyi di Baliknya!

Ciri fisik

Pohon kemuning bisa tumbuh dengan tinggi 4—12 meter. Letak daunnya berlawanan dan daun berbentuk oval. Bagian atas daun berwarna hijau mengilap, sedangkan bagian bawahnya berwarna abu-abu dan berbulu. Daun tersebut memiliki panjang 5—7 cm.

Bunga kemuning merupakan bunga tunggal atau berkelompok 2 hingga 3 bunga. Diameter bunga mencapai 2,5—3,5 cm. Warnanya beragam, mulai dari merah muda sampai ungu dengan banyak benang sari. Bunga kemuning sendiri tidak memiliki aroma.

Tanaman kemuning juga memiliki buah. Buahnya berbentuk lonjong dengan panjang 1—1,5 cm. Buah ini berwarna hijau. Saat menjelang matang, buah akan berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam.

Kulit buah kemuning seperti beludru. Buah yang sudah matang berwarna ungu dan teksturnya lunak. Terdapat sekitar 40—45 biji di dalamnya. Daging buah bagian dalamnya seperti anggur yang lebih berserat, tidak mengandung banyak air, dan rasanya manis.

Di alam, kemuning disebarluaskan oleh binatang yang memakan buah kemuning, seperti burung. Burung tersebut mengonsumsi buah kemuning dan menyebarkan tanaman ini melalui bijinya.

Buah kemuning banyak mengandung manfaat antara lain mengandung antosianin yang memiliki aktivitas anti-oksidan. Selain itu, kemuning juga mengandung flavonoid, tanin katkat, kuinon, dan berbagai mineral yang bermanfaat.

kemuning
Tanaman kemuning – Foto: Anis Kurniawan/Klikhijau
KLIK INI:  Cocok Ditanam di Sekitar Rumah, 11 Tanaman Ini Ampuh Bersihkan Udara

Manfaat tanaman kemuning

Sahabat Hijau, selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, kemuning ternyata mengandung senyawa penting yang memiliki khasiat untuk pengobatan.

Senyawa yang dimaksud antara lain cadinene, geraniol, carene-3, methyl-antharanilate, bisabolene, paniculatin, eugenol, dan lainnya.

Lalu, pada bagian batang tanaman kemuning mengandung coumarin, 5-7-dimetrhoxy-8, dan mexotioin. Sementara di bagian bunganya terdapat kandungan scopoletin serta semi-alfa-carotenone pada buahnya.  

Dari sekian banyak kandungan tersebut, kemuning memiliki ragam manfaat. Dilansir dari Rimbakita, berikut beberapa manfaat tanaman kemuning:

1. Menurunkan berat badan

Bagian dedaun kemuning memiliki khasiat khusus untuk menurunkan berat badan alias kegemukan. Caranya mudah yakni campurkan dedaun kemuning dicampur dengan dedaun mengkudu dan temu giring.

Haluskan tiga bahan ini lalu rebus dalam air hingga matang. Setelahnya, saring dan minum air rebusannya setiap pagi sebelum makan. Ramuan alami ini diyakini dapat menurunkan berat badan.

KLIK INI:  Pohon Pule, Pohon Keramat dengan Sejuta Manfaat Bagi Kesehatan

2. Menghaluskan kulit

Menghaluskan kulit bisa diperoleh dengan memakai bahan alami. Daun segar tanaman kemuning dapat dimanfaatkan untuk menghaluskan kulit.

Penasaran bagaimana caranya? Pertama, cuci bersih daun kemuning sebanyak 30 gram lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan air sekira satu gelas dan campur sampai merata. Setelah siap, jadikan campuran tersebut sebagai lulur ke seluruh tubuh.

3. Melancarkan menstruasi

Rasa tidak nyaman saat siklus menstruasinya tak jarang melanda kaum perempuan. Nah, daun kemuning ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah menstruasi.

Bagaimana caranya? Dedaun kemuning dicampur dengan rimpang temulawak dan daun pacar kuku lalu direbus hingga mendidih. Air rebusan dapat dikonsumsi dua kali sehari secara rutin.

4. Mengatasi rematik

Penyakit rematik memang cukup menyebalkan karena mengganggu aktivitas keseharian. Anda tidak perlu cemas, sebab ada banyak cara alami bisa dicoba untuk mengatasinya.

Diantaranya dengan konsumsi rebusan akar kemuning ditambah akar lantana cemara dan tiga pasang kaki ayam. Minum air rebusan ini secara rutin demi mengatasi rematik.

5. Mengobati batu ginjal

Batu ginjal juga dapat diobati dengan tanaman kemuning. Ambil bagian daun segarnya untuk direbus dan konsumsi secara rutin hingga kondisi berangsur membaik.

6. Mengatasi infeksi saluran kencing

Selain daun kumis kucing, daun kemuning juga dapat dikonsumsi untuk mengobati infeksi saluran kencing. Rebus daun kemuning yang masih segar selama tiga kali sehari secara rutin untuk mengobati penyakit infeksi pada saluran kencing.

Itulah perkenalan singkat kita dengan tanaman kemuning dan ragam manfaatnya untuk kesehatan, semoga menambah wawasan kita!

KLIK INI:  10 Jenis Burung yang Pulang Kampung ke Papua dari Pulau Jawa