Mengenal Pohon Bidara, Tanaman yang Dipercaya dapat Mengusir Makluk Halus

oleh -35 kali dilihat
Mengenal Pohon Bidara, Tanaman yang Dipercaya dapat Mengusir Makluk Halus
Pohon bidara - Foto/Klikhijau

Klikhijau – Pohon bidara (Ziziphus mauritiana) merupakan tanaman yang memiliki duri pada batangnya yang kini banyak ditanam di halaman rumah.

Pohon ini dipercaya ditakuti makhluk halus, sehingga banyak orang yang menanamnya sebagai pagar rumah.

“Suatu hari ada kawan yang kesurupan dan seseorang menyarankan daun bidara sebagai penangkal. Kami pun mencoba menghubungi kerabat yang kebetulan menenam bidara. Belum juga pohon bidara diambil, kawan yang kesurupan pun sembuh,” cerita Agung di Makassar.

Menurut Agung, kawannya yang kesurupan bisa sembuh padahal baru mendengar suara di telepon tentang pohon bidara.

“Ini ajaib yah. Kawan saya menyarankan untuk menanam pohon bidara di halaman rumah. Katanya memang ampuh mengusir jin,” tambah Agung.

Selain sebagai tanaman pengusir jin, ada banyak manfaat lainnya dari pohon bidara. Simak pembahasan lanjutannya:

KLIK INI:  Mengenal Merbau, Kayu Khas Indonesia Berkelas Dunia yang Terancam Punah
Taksonomi

Pohon bidara merupakan tumbuhan berkayu yang ukuran batangnya relatif kecil, sehingga lebih terlihat mirip kelompok perdu. Di seluruh dunia, tanaman ini lebih akrab dinamai Chinese Apple, Indian Plum, dan Jujube.

Di Indonesia sendiri semisal di Jawa dan Sunda dinamai widara, di Bali dikenal dengan bekul, dan di Sumba disebut kalangga.

Jujube menyukai tumbuh di lingkungan kering, sehingga cocok ditanam di pekarangan rumah di wilayah perkotaan yang panas.

Di Kota Makassar misalnya, tanaman ini mulai banyak dijumpai bahkan dengan ukuran yang mencapai beberapa meter. Beberapa orang yang dikonfirmasi mengenai alasan menanam tanaman ini ternyata memberi jawaban yang sama yakni sebagi pengusir jin dan sebagai tanaman obat.

Yah, pohon bidara juga banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal ragam penyakit.

Berikut ini adalah taksonomi atau klasifikasi ilmiah tumbuhan bidara, yaitu:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Rosales
Famili Rhamnaceae
Genus Ziziphus
Spesies Ziziphus mauritiana
KLIK INI:  Membincangkan 4 Spesies Baru Kepiting yang Ditemukan di Indonesia
Morfologi

Bidara memiliki sejumlah ciri khusus yang dapat diidentifikasi mulai dari batang, daun, bunga hingga buah.

Pada batangnya, tampak cukup unik karena relatif ukurannya kecil namun berkayu. Batangnya tegak namun bisa merimbung tinggi mencapai 15 meter dengan diameter batang maksimal hingga 40 cm.

Batangnya ditutupi kulit yang berwana antara abu-abu gelap hingga hitam. Pada kulitnya ini terlihat tekstur yang pecah-pecah dan tak beraturan.

Batang bidara beruas dan berduri kemerahan yang lumayan tajam lho. Sementara percabangannya tumbuh menyebar ke berbagai bagian batang, menjuntai ke bawah. Ranting-rantingnya tak beraturan dan memiliki kekhasan berupa bulu-bulu halus.

Bagaimana dengan daunnya? Daunnya berbentuk oval atau bulat telur, berwarna hijau tua mengkilap di bagian permukaannya. Tepi daunnya tumpul. Ukuran panjang daunnya antara 2 sampai 9 cm dan lebar sekira 1,5 sampai 5 cm.

Tulang daun pada pohon bidara berjumlah tiga. Perulangan daun dimulai dari pangkal daun ke ujung daun. Daunnya berjenis tunggal yang tumbuh berselang-seling.

Bidara memiliki kemampuan adaptasi tinggi pada lingkungannya. Hal ini ditandai dengan kebiasaannya menggugurkan daunnya ketika masuk musim kemarau atau cuaca memanas.

KLIK INI:  Ini Alasan Gigitan Nyamuk Kadang Terasa Gatal Begitu Lama

Apakah bidara berbunga? Pada usia tertentu, bidara tenyata dapat mengeluarkan bunga. Warnanya putih hingga kekuningan berbentuk bintang.

Kelompok bunga ini termasuk bunga tunggal yang tumbuh di bagian ketiak daun berjumlah dua atau tiga kuntum. Diameter bunganya sangatlah kecil, yakni hanya sekira dua sampai tiga mm, namun mengeluarkan aroma lumayan harum.

Jumlah kelopak bunga pada setiap kuntum adalah lima helai dan termasuk bunga yang bersifat Protandrous. Sifat ini menunjukkan bahwa benang sari lebih dulu matang daripada putiknya. Karenanya, proses penyerbukan pohon ini bergantung pada bantuan serangga.

Lalu, apakah bidara berbuah dan bagaimana bentuk buahnya? Yah, bidara dapat berbuah dan berbentuk tomat.

Saat masih muda, buahnya berwarna hijau muda dan akan menjelma menjadi oranye bahkan merah saat sudah matang. Daging buahnya cukup manis berwarna putih serta mengandung banyak air.

Uniknya, buah bidara yang telah masak justru tidak terlalu manis karena tekstur daging buahnya telah bertepung. Demikian jua bila buahnya terlalu masak, dagingnya akan berubah kekuningan, kenyal tetapi lembut dan mengeluarkan aroma khas menyengat.

KLIK INI:  Mengenal Legundi, Tanaman Herbal Beragam Khasiat
Status Kelangkaan

Merujuk pada International Union for Conservation of Nature, tumbuhan bidara saat ini berstatus Least Concern (LC). Status ini diberikan pada 2018 lalu setelah penelitian yang tidak menunjukkan indikasi sebagai kelompok tanaman yang hampir atau terancam punah.

Populasi pohon bidara di seluruh dunia kini cukup stabil. Kondisi ini pula yang menjadikan tanaman perdu ini masuk sebagai kelompok flora berstatus Least Concern. Status ini terakhir kali diperbaharui pada tahun 2019.

pohon bidara
Daun pohon bidara – Foto/Ist
Manfaat Bidara

Selain sebagai tanaman yang dipercaya dapat mengusir jin, bidara juga memiliki ragam manfaat antara lain:

  1. Pengusir Jin

Tentu, tak semua orang yakin bahwa daun bidara berkhasiat mengusir jin. Namun, dalam beberapa agama merekomendasikan pohon bidara sebagai penangkal sihir dan pengusir makhluk halus.

KLIK INI:  Tumbuhan Eceng Gondok dan 5 Keunikan Tersembunyi di Baliknya!
  1. Pewarna alami

Pohon bidara mengandung senyawa tanin sebanyak 7 persen. Tanin terdapat di bagian akar dan kulit batangnya. Senyawa Tanin merupakan senyawa yang dapat memberi efek kehitaman bila dilarutkan dalam air.

Karenanya, bagian akar, kulit batang, dan daun bidara dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami.

Bagian ini jika dicampur ke dalam larutan dapat menjadi pewarna hitam. Namun prosesnya masih perlu ditambahkan zat lainnya agar lebih optimal.

  1. Pengendali erosi

Pohon ini mempunyai sistem perakaran tunggang, sehingga cocok dijadikan tanaman pengendali erosi. Banyak masyarakat yang menanam bidara di tepi sungai demi mencegah erosi.

  1. Bahan olahan makanan

Buahnya terasa asam dan manis. Hal ini membuatnya kerap dijadikan manisan juga enak dimakan langsung.

India merupakan negara yang paling banyak konsumsi buah bidara menjadi manisan. Selain itu, buah bidara dapat direbus sebelum dimakan.

Di kawasan Asia Tenggara buah ini dikonsumsi dengn garam saat masih muda dan jika telah masak akan dikeringkan.

Buah yang kering lalu diolah kembali menjadi serbuk agar lebih tahan lama. Di Indonesia sendiri daun bidara muda banyak dijadikan campuran sayur.

  1. Perawatan wajah dan kecantikan

Daun pohon bidara paling banyak dimanfaatkan untuk kecantikan. Pada daunnya diketahui dapat mengobati masalah jerawat, menghilangkan keriput, dan juga lingkaran hitam di sekeliling mata, serta luka yang ada di kulit.

Bagaimana cara penggunannya? Relatif mudah rupanya. Pertama-tama, sediakan beberapa lembar daun bidara, lalu cuci hingga bersih. Tumbuk dengan air hingga tekstur kental.

Selanjutnya gunakanlah tumbukan daun bidara tersebut sebagai masker wajah. Oleskan di wajah dan diamkan selama beberapa menit, lalu bilas dengan air usai kering.

KLIK INI:  Binturong, Musang Besar yang Mirip Kucing dan 5 Fakta Unik Tentangnya