Mengenal 3 Jenis Satwa Endemik Sulawesi yang Dipulangkan ke Rumah

Publish by -89 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Mengenal 3 Jenis Satwa Endemik Sulawesi yang Dipulangkan ke Rumah
Soa layar/Foto-jagoanilm

Keberadaan satwa endemik memang perlu perlindungan ketat

Klikhijau.com – Perdagangan ilegal satwa liar masih membiak. Ada yang ditemukan ada pula yang lolos. Ancaman hukuman penjara dan denda bagi pelaku seolah tak mempan.

Beruntunglah jika satwa-satwa yang diperdagangkan, khususnya satwa langka dan endemik suatu daerah ditemukan. Jika tidak tentu akan jadi kerugian besar.

Kasus penemuan satwa yang diperdagangkan memang kerap terdengar, seperti yangg terjadi di Surabaya,14 Mei 2019. Petugas karantina pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyita 34 ekor satwa endemik dari Sulawesi.

Satwa yang disita terdiri dari 1 ekor kura-kura baning Sulawesi, 13 ekor kura-kura hutan, dan 20 ekor repril jenis soa layar. Ke 34 satwa tersebut kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

KLIK INI:  Memikat dan Terus Diburu, Harga Janda Bolong Semakin Bombastis

Dan pada hari Jumat, 28 Februari lalu, BKSDA Jawa Timur memulangkan satwa langka tersebut ke rumahnya di Sulawesi.

Tempat akan disurvei

Nur Rohman, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Balai Besar KSDA Jawa Timur, mengungkapkan satwa endemik sulawesi tersebut dipulangkan ke Sulawesi Tengah melalui BKSDA Sulteng pada Jumat 28 Februari, karena habitat aslinya yang terdapat di hutan-hutan di Kabupaten Sigi, Sulteng.

Sementara itu, BKSDA Sulawesi Tengah (Sulteng) usai menerima penyerahan satwa liar itu akan segera melepasliarkan hewan-hewan itu ke kawasan hutan di Sigi.

“Kami akan survei dulu hutan di Sigi untuk pelepasliaran. Hewan-hewan liar ini memang tidak dilindungi, tapi ada aturan ketat jika ingin memanfaatkannya,” jelas Haruna Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sulteng.

Penyitaan dilakukan karena tidak ada dokumen resmi yang menyertai satwa-satwa tersebut saat tiba di Surabaya. Sementara hingga kini pelaku berhasil melarikan diri dan tak kunjung berhasil ditangkap.

Lalu seperti apa satwa endemik Sulawesi yang dipulangkan ke rumahnya itu, berikut ulasan singkatnya:

  • Kura-kura hutan
Kura-kur hutan/Foto-clonis.org, Cris Tabaka

Satwa ini dikenal pula dengan kura-kura paruh betet. Merupakan salah satu dari 7 jenis reptil paling langka di Indonesia.

Dalam bahasa latin, kura-kura ini disebut Leucocephalon yuwonoi. Pada tahun 2011 Turtle Conservation Coalition memasukkannya ke dalam 25 kura-kura paling terancam di dunia.
Disebut kura-kura betet, karena bentuk mulutnya yang meruncing menyerupai paruh burung betet.

Kura-kura ini merupakan satwa endemik Sulawesi yang perlu dijaga dan dilindungi.

  • Kura-kura baning
Foto-My World

Kura-kura ini termasuk satwa yang wilayah sebarannya terbilang sempit dari segi kelestarian. Sebab hanya ada di Sulawesi. Pun populasinya tidak seberapa sehingga baning Sulawesi dianggap mudah terancam punah.

Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii) adalah sejenis kura-kura darat dari Sulawesi, yang hidup perbukitan Lembah Palu sampai sekitar Gorontalo.

IUCN memasukkan kura-kura yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Forsten’s Tortoise atau Sulawesi Tortoise ke dalam status Endangered atau terancam kepunahan .

  • Soa layar
Foto-Ist

Nama lokalnya, piccara atau lebih dikenal dengan Hydrosaurus amboinensis atau soa layar. Soa-soa atau kadal air adalah biawak yang mempunyai panjang tubuh ± 34,5 cm.[2] Panjang keseluruhan termasuk bagian ekor 75 cm.

Reptil jenis ini berasal dari Indonesia Timur daerah Sulawesi, yakni Latimojong, Tempe, Pampama, Palopo, Makasar, Poso, dan Manado. Juga terdapat di Kepulauan Togian, Buton, Ambon, Seram, Bacan, Ternate, Halmahera, Waigeo, Papua, dan Pilipina.

Soa layar adalah binatang yang pandai berenang, yang menurut penelitian Siady Hamzah tahun 2011 perihal soa-soa di Maros, bahwa anakan soa layar seharga Rp300.000 per ekor. Untuk skala perdagangan internasional sekitar US$250 di Amerika dan 330 Euro di pasar Eropa.

Dalam beberapa literatur, kadal ini mampu hidup hingga usia 15 tahun. Soa-soa betina bertelur sekali dalam setahun, dengan 5-9 butir. Telur-telur itu kelak akan menetas hingga 65 hari.

Nah, itulah ulasan singkat tiga jenis satwa endemik Sulawesi yang dipulangkan ke rumah dari Surabaya, Jawa Timur.

KLIK INI:  Bukan Hanya Kekasih, Harimau Juga Ngambek Jika Keinginannya Tak Dipenuhi
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!