Mengapa Jepang Miliki Kesadaran Kebersihan yang Sangat Tinggi?

oleh -617 kali dilihat
Mengapa Jepang Miliki Kesadaran Kebersihan yang Sangat Tinggi?
Masyarakat Jepang membersihkan stadion usai pertandingan/foto-Bolalob

Klikhijau.com – Sudah menjadi rahasia umum jika Jepang dikenal dengan kesadaran kebersihannya. Saya sendiri telah merasakan karakter kepedulian mereka terhadap kebersihan ketika berteman dengan beberapa dari mereka. Namun, apa yang melatarbelakangi sehingga Jepang sangat peduli dengan kebersihan?

Sebagai karakter, kepedulian terhadap lingkungan tidak terjadi begitu saja. Karakter adalah sebuah proses yang telah terjadi bertahun-tahun dan berulang-ulang, kemudian membentuk kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter. Pun demikian dengan karakter orang-orang Jepang.

Beratus-ratus tahun sebelumnya, tahun 1600 tepatnya, seorang marinir Inggris bernama Will Adams tiba pertama kali sebagai orang Inggris pertama di Jepang.

Dalam buku biografinya disebutkan jika Adam menemui bagaimana para bangsawan menjunjung tinggi kebersihannya, ia menikmati kealamian saluran-saluran air dan toilet-toilet yang bersih, bak hangat yang dindingnya terbuat dari kayu-kayu beraroma wangi ketika itu justru jalan-jalan di Inggris menjadi tempat membuang sampah-sampah yang berbau. Perilaku seperti ini sangat berbeda dengan perilaku Jepang.

KLIK INI:  Indonesia-Jepang Jajaki Peluang Kerjasama di Bidang LHK

Namun, tidak hanya karena itu. Kesadaran terhadap kebersihan tak lepas dari perilaku spiritual. Kebersihan adalah bagian inti dari ajaran Budha. Ajaran Budha sendiri datang dari Cina dan Korea antara abad ke- 6 dan 8.

Dalam ajaran Budha versi Zen yang datang dari Cina pada abad 12 dan 13, kebersihan dan memasak adalah bagian dari praktik spiritual, tak ada bedanya dengan meditasi. Dalam ajaran Zen, menikmati makanan dan perilaku menjaga kebersihan dipandang sebagai kesempatan untuk mempraktikkan ajaran-ajaran Budha.

Jika kebersihan adalah salah satu pokok inti ajaran Budha, lalu mengapa masih banyak negara-negara yang penduduknya banyak beragama Budha tetapi tidak seperti Jepang? Kita bisa menyebut India, Thailand, atau Vietnam misalnya.

Kebersihan adalah Inti Ajaran Shinto

Jawabnya sebab jauh sebelum agama Budha datang, Jepang telah memiliki agama pribumi bernama Shinto yang berarti jalan para dewa. Dan kebersihan adalah bagian pokok dari ajaran Shinto. Dalam kepercayaan orang-orang Barat, kebersihan akan mendekatkan kepada ketuhanan namun bagi ajaran Shinto, kebersihan adalah ketuhanan itu sendiri.

KLIK INI:  Ajaib! Koran Ini Bisa Jadi Tanaman di Jepang

Salah satu konsep inti ajaran Shinto adalah kegare yang bermakna kebalikan dari kemurnian. Bisa dimaknai suatu hal yang penuh dengan kekotoran. Jika seseorang memiliki sikap kegare maka ia bisa dianggap bisa membahayakan masyarakat. Oleh karenanya, seseorang dianggap harus terus membersihkan diri.

Sejarah singkat ini mungkin tidak cukup untuk menjelaskan mengapa orang-orang Jepang begitu peduli dengan kebersihan. Kesadaran itu tentu tak cukup tetapi adanya konsistensi dan kerja sama antar masyarakat hingga menjadi sistem dan menjadi budaya.

Sebenarnya konsep-konsep pembersihan juga menjadi ajaran inti dalam Islam. Sebelum beribadah salat, orang Islam diperintahkan untuk berwudu yang berarti bersuci.

Bahkan dianjurkan untuk selalu menjaga wudu. Tidak hanya itu, Islam mengajarkan zikir untuk membersihkan hati dan pikiran. Tentu dengan harapan bahwa pembersihan hati dan pikiran itu juga berdampak pada lingkungan.

Sayangnya, ajaran-ajaran ini cenderung hanya menjadi praktik formal ritualistik namun kehilangan esensi dan substansi.

KLIK INI:  Tentang Ria, Perempuan yang Bertarung dalam Kobaran Api di Hutan