Mengapa Generasi Muda Lebih Peduli Lingkungan dan Isu Keberlanjutan?

oleh -362 kali dilihat
Mengapa Generasi Muda Lebih Peduli Lingkungan dan Isu Keberlanjutan
Ilustrasi anak muda - Foto/Sutterstock via Greenbiz

Klikhijau.com – Di tengah krisis ekologi yang terus meluas, generasi muda telah menjadi bagian terpenting yang paling cemas dengan keadaan. Mereka adalah generasi Z dan milenial yang melek internet dan menyukai tantangan. Namun, juga diakui punya kepedulian sosial tinggi dan respek terhadap isu-isu lingkungan.

Ini satu kabar menggembirakan yang tetap membuat kita optimis di tengah kecemasan akan ragam masalah lingkungan.

Sebuah laporan berjudul “Radically Better Future : The Next Gen Reckoning” yang dihelat BBMG, 73% generasi muda mendukung unjuk rasa yang menyuarakan kepedulian pada isu tertentu, semisal demonstrasi gerakan Black Lives Matter yang terjadi beberapa waktu lalu. Ini berkebalikan dibanding generasi sebelumnya yang cenderung apatis dan pesimis pada masa depan.

Pemahaman kita pada generasi yang berbeda ini sangat penting ketika ingin mengetahui bagaimana bisnis dan merek dapat terhubung pada konsumen muda untuk mendorong dan mengaktivasi dukungan mereka pada masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Riset terbaru dari GlobeScan Healthy and Sustainable Living semakin mempertegas bagaimana sikap generasi muda dalam beropini, berpengalaman dan bersikap terhadap keberlanjutan (sustainability).

Riset ini diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi dari banyak pihak termasuk CVS Health, IKEA, PepsiCo, Visa, dan WWF International. Studi ini meriset 27.000 responden dari 27 pasar untuk mendalami pendapat mereka seputar hidup yang lebih sehat dan gaya hidup lestari.

KLIK INI:  Upaya Selamatkan Kuil Angkor Wat di Kamboja dengan Sepeda

Hasilnya, generasi muda yakni Gen Z dan kaum milenial cenderung merasa malu untuk bertindak atau beraktivitas dengan gaya hidup yang jorok dan tak ramah lingkungan, dibanding generasi lain sebelum mereka.

Dengan cara pandang demikian, tak heran bila anak-anak muda sangat tertarik untuk mengubah perilakunya menjadi lebih sehat dan lestari dari hari ke hari. Hal ini ditunjukkan pula dengan banyaknya aksi-aksi penyelamatan lingkungan yang dimotori anak-anak muda.

Dikatakan bahwa Gen Z adalah yang paling berhasrat mengubah gaya hidup mereka agar lebih sehat dan ramah lingkungan. Anak-anak muda ini juga berkeinginan menolong sesama, yang diikuti oleh generasi milenial.

Fakta ini relevan dengan sejumlah penelitian beberapa tahun terakhir bahwa mayoritas konsumen generasi Z disebut melakukan beberapa bahkan banyak perubahan untuk lebih ramah lingkungan (74%), lebih sehat (80%), dan jiwa sosial dalam menolong sesama (77%).

Walau begitu, kesenjangan antara aksi dan keinginan untuk berubah masih cukup besar dalam semua kelompok usia. Ini adalah tantangan bagi pemilik merek dan bisnis agar mampu mengatasi (celah) sehingga bisa mengaktivasi perubahan yang positif.

KLIK INI:  Viral, Seekor Kambing Berparas Ganteng Hebohkan Negeri Jiran

Disebutkan bahwa menyadari kesenjangan ini, Gen Z dan milenial adalah kelompok yang paling kritis. Mereka percaya punya kapasitas lebih dari yang sedang dilakukan, dan juga meyakini apa yang baik buat mereka juga baik bagi lingkungan.

Selain itu, Gen Z dan kelompok milenial, juga biasanya terpengaruh dan terinspirasi oleh influencer atau pesohor yang menganjurkan gaya hidup berkelanjutan atau lestari.

Anak muda loyal pada perusahaan yang peduli lingkungan

Anak-anak muda juga mencari ikon/merek yang dapat berkolaborasi dengan mereka bahkan menginspirasi mereka. Data menunjukkan ada 81% dari kelompok usia di bawah 30 tahun yang percaya bahwa meyakini keterlibatan merek adalah bagian penting dari solusi tantangan global yang dihadapi saat ini.

Hal lainnya yang menarik adalah bahwa anak-anak muda tersebut berharap agar merek produk bersama-sama membuat perubahan, tidak hanya mereka saja yang mengubah.

Sebanyak 85% dari kelompok muda bahkan bersedia berbagi gagasan dan pengalaman bersama pemilik merek demi mengembangkan solusi (atas segala problem) dengan cara yang lebih baik .

Dari riset tersebut juga terungkap, ada 93 persen perusahaan yang mempekerjakan karyawan di bawah 30 tahun menyetujui bahwa semakin perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, para karyawan muda semakin termotivasi dan loyal pada mereka.

Kita berharap generasi muda dapat membangun kolaborasi positif untuk isu-isu berkelanjutan di tengah ancaman krisis ekologi yang mencemaskan.

Artikel ini disarikan dari terjemahan tulisan milik Alleeya Hassim, Senior Riset Analis di GlobeScan, yang berjudul ‘Why younger generations are more willing to change in the name of sustainability’ yang dimuat Greenbiz.

KLIK INI:  Berkunjung ke Indogreen di CCC Makassar Tapi Harus Lewat TN Bantimurung, Kok Bisa?