Menanam Kembali Hutan yang Gundul dengan Drone

oleh -46 kali dilihat
Menanam Kembali Hutan yang Gundul dengan Drone
Drone - Foto/i medium.com/@impakter.com
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Pemanasan Global tengah menjadi masalah besar bagi kehidupan bumi dan isinya. Penurunan suhu bumi yang menyebabkan terjadinya bencana ekologis terlihat begitu menghawatirkan.

Hal ini diperparah oleh laju penebangan hutan yang massif dan menghancurkan ekosistem kehidupan di sekitar hutan. Produksi oksigen dan udara sehat begitu mengkhawatirkan di beberapa wilayah. Belum lagi kekeringan yang melanda di musim kemarau dan banjir di musim penghujan.

Sementara itu, dikutip dari Mongabay, University of Maryland (UMD) dan World Resources Institute (WRI) merilis data hasil riset di tahun 2019 yang menunjukkan sebanyak 3,75 juta hektar hutan primer telah ditebangi sepanjang tahun di seluruh dunia.

Untuk memperbaiki kerusakan bumi, berbagai komunitas pemerhati lingkungan secara rutin melakukan aktivitas penanaman pohon kembali di daerah-daerah yang mengalami penggundulan dan bencana kebakaran.

Aktivitas ini sedikit banyak telah membantu memulihkan kawasan hutan yang rusak. Ada banyak cara yang dilakukan kelompok ini, mulai dari menanam langsung hingga memanfaatkan teknologi.

Barangkali, aktivitas penanaman pohon massal yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan drone sebagai penyebar benih pohon. Drone selalu diidentikkan dengan alat untuk mengambil gambar atau landscape dari atas. Namun, sekelompok ilmuwan di India melakukan inovasi dengan memanfaatkan drone untuk menyebarkan benih pohon di wilayah hutan yang gundul.

KLIK INI:  Dari Berbagai Tokoh, Ini Sederet Ungkapan Keresahan tentang Perubahan Iklim

Ilmuwan yang berasal dari Institut Sains India tengah melakukan ujicoba meyebarkan ribuan benih pohon menggunakan drone untuk menghijaukan wilayah hutan yang tandus.

Ribuan bibit pohon ini disebar di wilayah perbukitan Doddaballapur, Bangalore India. Area seluas 10.000 hektar dijadikan lahan ujicoba penghijauan ini.

Drone alternatif penghijauan

Penggunaan drone dianggap akan sangat memudahkan aktivitas penyemaian bibit pohon. Sebab, wilayah perbukitan memiliki lereng bukit yang curam sehingga menyulitkan ilmuwan menanam pohon secara langsung.

Kemampuan drone yang mampu terbang beberapa puluh meter diatas tanah dengan beban yang ringan menjadikannya pilihan utama dalam proyek ini.

Drone menerbangkan ribuan bibit pohon yang akan dijatuhkan berkala sehingga penyebaran bibit akan merata. Dengan drone, para ilmuwan ini mampu melacak perkembangan tunas pohon pada bibit yang telah disebar, serta melihat lokasi pasti dari persemaian bibit pohon sebagai perbandingan, untuk menentukan faktor apa dan jenis pohon apa yang bereaksi paling baik terhadap penanaman.

Profesor S.N. Omkar, kepala ilmuwan peneliti di Institut Sains India menjelaskan, “Keuntungan dengan drone adalah kami memiliki gambar sebelum menjatuhkan benih, dan dapat memberi geotag pada jalurnya.

KLIK INI:  Penataan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia Dapat Pujian dari Sekjen ASEAN

Selanjutnya, setiap tiga bulan sekali, kami dapat terbang di atas area itu dan melihat dampak dari menjatuhkan benih,” kata Omkar dikutip dari treehugger.

Aktivitas reboisasi ini nantinya akan dilakukan secara rutin setiap tahunnya selama 3 tahun berturut-turut. Proses pemantauan nantinya akan rutin dilakukan setiap 3 bulan di kawasan hutan. Penanaman kembali hutan seluas 10.000 hektare dianggap menjadi fase awal dari perjuangan pelestarian hutan di India.

Wilayah perbukitan Doddaballapur dulunya merupakan wilayah hijau yang menjadi ekosistem terbaik di Bangalore India. Kawasan hutan ini merupakan rumah bagi habitat beragam spesies burung, kupu-kupu, dan monyet. Namun, selama beberapa tahun terakhir wilayahnya kian tandus dan jarang ditumbuhi pepohonan.

Pemanfaatan drone dalam aktivitas penghijauan bukan lagi termasuk hal baru. Pada tahun 2014, sekelompok pemerhati lingkungan yang menamakan dirinya BioCarbon Engineering melakukan persemaian bibit pohon hutan dan mangrove dengan bantuan drone.

Pemanfaatan drone dianggap sangat efektif dalam penebaran benih pohon, jauh lebih cepat dan murah daripada dengan cara manual.

Susan Graham, CEO dari BioCarbon Engineering menjelaskan, “Kami telah memulainya pada tahun 2014, dan kami telah menanam sejak tahun 2016, saat ini kami memiliki lebih dari 100.000 pohon yang tumbuh di Australia dan Myanmar.

BioCarbon Engineering sedang meningkatkan restorasi ekosistem secara global, dengan teknologi kami, kami dapat menanam 150 kali lebih cepat dan sepuluh kali lebih murah daripada metode penanaman yang digunakan saat ini,” jelasnya dikutip dari Impakter.

Menarik dinantikan penemuan teknologi apa lagi yang kedepannya akan ditemukan manusia. Semoga itu digunakan untuk kebaikan bersama dan demi menjaga kelestarian bumi kita.

KLIK INI:  Forest Healing, Energi Menyembuhkan dari Belantara Hutan