Memilih Wakil Rakyat Peduli Lingkungan

Publish by -75 kali dilihat
Penulis: Ellyyana Said
Memilih Wakil Rakyat Peduli Lingkungan
Ilustrasi Pemilu

Klikhijau.com – Genderan Pilkada telah lewat dan tak lama lagi kita akan dihadapkan pada calon wakil rakyat. Dengan penuh sensasi, mereka akan menjual janji untuk bisa duduk sebagai calon-calon wakil rakyat di DPR Pusat dan DPRD Kota/kabupaten.

Satu persatu visi dan misi akan terpampang. Mari memilih wakil rakyat yang peduli dan ramah lingkungan untuk wariskan kekayaan alam ke generasi mendatang.

Mengapa harus yang peduli lingkungan?

Indonesia negara kaya dengan minyak, batu bara, gas alam, emas, nikel, tembaga dan berbagai komoditas lain yang diminati pasar internasional.

Sebagai negara kepulauan dengan Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah, Indonesia diperkirakan memiliki aset hingga mencapai ratusan ribu triliun rupiah.

Namun apalah artinya melimpah, tapi tidak bisa mengolah dan menjaga kelestariannya. Akses kebijakan politik sangat diperlukan, tentu melalui wakil-wakil rakyat progresif yang ber-visi lingkungan.

Faktanya, memiliki kekayaan atau sumber daya alam yang melimpah, tidak menjamin masa depan sebuah bangsa.

Apalagi jika sumber daya manusianya tidak peduli. Contoh Negara Jepang yang memiliki  sumber daya yang minim, tapi pengembangan manusianya spektakuler.

KLIK INI:  Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Siti: Justru Pak Jokowi yang Membenahi

Sementara  Indonesia, demi mengejar kemajuan ekonomi seringkali mengandalkan ekspor bahan mentah yang nilainya masih minim.

Bayangkan saja, penduduk negeri ini tampaknya belum pernah menyeruput teh terbaik Indonesia. Pernahkah kita sadari saat  minum teh di pagi hari.

Merek-merek lokal yang dijual di minimarket atau supermarket kemungkinan besar hanyalah kumpulan teh kualitas rendah dari batang, daun tua, dan banyak bahan non-teh.

Sementara lebih dari 60% hasil produksi terbaik diekspor untuk perusahaan-perusahaan besar seperti Twinings dan Lipton dengan harga yang rendah.

Teh Indonesia sudah terlanjur dicap murah dan berkualitas rendah karena kurangnya identitas. Padahal pemberian merek atau branding itu penting sekali untuk meningkatkan nilai jual.

Kopi Indonesia

Nasib kopi juga hampir sama. Lebih banyak kopi kualitas tinggi yang diproduksi bumi pertiwi langsung dikirim ke luar negeri, sementara kita menikmati sisanya dalam sachet instan.

Padahal  Indonesia menduduki peringkat lima besar negara pengekspor kopi di dunia. Dengan total produksi kopi 622 ribu metrik ton per tahun.

Hal yang  wajar kalau di Indonesia komoditas kopi menjadi salah satu komoditas ekspor andalan kita. Bahkan, Indonesia juga terkenal memiliki 100 varian kopi Arabika yang sudah terkenal sejak dulu kala.

Tapi sayang beribu sayang, kualitas kopi Indonesia yang begitu nikmat itu tak bisa begitu saja dinikmati rakyat biasa secara luas.

KLIK INI:  Bercocok Cinta di Gelombang

Selain teh, kopi, Indonesia juga  penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Tapi banyak warga kita yang justru tidak tahu, karena sehari-harinya hanya makan coklat sisa ekspor yang kebanyakan gula.

Indonesia adalah penghasil biji kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Biji kakao Indonesia kebanyakan merupakan jenis kakao yang disebut Criollo.

Produsen coklat besar dunia seperti Nestle, mengandalkan pasokan bahan mentah dari Indonesia untuk kegiatan produksinya.

Belum lagi komoditas tekstil asal Indonesia juga tak kalah bersaing di pasar Internasional. Dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 150 triliun pada 2015.

Komoditas karet juga ternyata jadi primadona ekspor Indonesia. Sayangnya, begitu balik ke Indonesia harganya melambung tinggi. Pernahkah kita tahu bola sepak yang dipakai di Piala Dunia itu buatan Indonesia.

Melansir dari Business Insider, ada beberapa syarat dari Bank Dunia yang mesti dipenuhi oleh sebuah negara bila ingin menjadi negara yang layak sebagai tempat investasi.

Namun, yang paling disorot oleh Bank Dunia adalah 4 faktor, di antaranya masyarakat, lingkungan, hubungan sosial, dan kerangka kerja.

Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan bagi US News sehingga dapat merilis hasil surveinya yang bertajuk 2018 Best Countries to Invest in yang mengidentifikasi negara-negara terbaik untuk berinvestasi pada tahun 2018.

Dan kali ini Indonesia harus berbangga karena berada di peringkat 2, mengungguli Spanyol, Australia, Malaysia, hingga Singapura.

KLIK INI:  Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan
Kekayaan terbaik dunia

Selain itu ada 5 Kekayaan Indonesia terbaik dunia, antara lain emas yang ada di daerah Papua dan Maluku. Untuk tambang emas di Papua yang dikelola oleh PT. Freeport milik AS, memiliki deposit karat emas yang jauh lebih baik dibandingkan emas manapun.

Cengkeh, konon, aroma cengkehlah yang membius negara-negara Eropa untuk datang dan berhasrat menguasai bumi Indonesia.

Ada lima pulau penghasil cengkeh terbesar yaitu Ternate, Tidore Makian, Bacan dan Moti. Dulu, sekitar abad 17 dan 18, cengkeh sama nilainya dengan emas. Bahkan 1 kg cengkeh seharga dengan 7 gram emas.

Gas Alam, Indonesia juga termasuk penghasil gas alam terbesar di dunia dengan lokasinya di beberapa titik. Seperti Bontang (Kalimantan Timur), Arun (Nanggroe Aceh Darussalam), Tangguh (Papua) Pulau Natuna, Blok Cepu (Kabupaten Bojonegoro – Jawa Timur, Kabupaten Blora – Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban  Jawa Timur).

Kapur Barus asal Tapanuli Tengah terkenal seantero dunia dari zaman sebelum Masehi. Menurut update terbaru, Pohon Kapur Barus yang ada di Barus  sekarang tinggal 20 pohon. Dan kalau tidak dijaga, tentu akan habis.

Begitu pula gaharu.  Di dunia terdapat 20-an spesies gaharu dan enam di antaranya terdapat di Indonesia. Hutan Kalimantan adalah penghasil gaharu terbaik dunia.

Lalu siapa yang menjaga dan melestarikan semua, jika wakil kita tak peduli.

Harapan tinggal mimpi, olehnya jangan bermimpi untuk semua jika pilihan kita tidak pada wakil yang peduli pada ibu pertiwi. Jangan biarkan hanya cerita karena semua jadi tinggal kenangan untuk anak cucu kelak.

KLIK INI:  Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan, Penebar Inspirasi dari Negeri Penuh Kanal
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!