Memancing Bekas Bibirmu

oleh -32 kali dilihat
Gelas Plastik di Bibirmu
Ilustrasi bibir/foto-pixabay
Irhyl R Makkatutu

Memancing Bekas Bibirmu

 

Aku masih di pinggir kali ini
memancing plastik kemasan air minum
mencari bekas bibirmu di sana

Sungguh, pada waktu yang tak ingin aku lupa
kita pernah bertukar napas
saat bulan tepat di atas kepala

Di pinggir kali ini
aku mengenang semua akanmu. semua

Di kemasan air minum
yang kau minum
ada bekas bibirmu
bibir yang kerap
jadikan aku layang-layang

Kemasan air minum itu
kupilahpilah
sepulang dari memancingnya di kali
tempat kau menghanyutkan segala sampahmu

Aku masih pinggir kali ini
sejak jam enam pagi
mungkin saja kau sudah bangun
meminum seteguk air
membuang kemasannya ke kali

Dan aku akan temukan bekas bibirmu yang segar
sebelum laut menelannya

Kindang, April 2022

KLIK INI:  Yang Berjalan ke Ujung Lorong

Di Mana pun Ada Aku

 

Ke mana pun arah wajahmu
di sana aku kau temukan

Aku tuhan kecil di sekitarmu
ada di mana-mana
lebih dekat dari kekasih yang kau ajak vc

Aku bertumbuh lebih cepat dari segala bulu yang kau kallu’ dari tubuhmu
aku menyesaki segala perihal

Jika diabai itu kekejaman
akulah paling dikejami

Awal yang dipuja
akhir yang diabai

Aku: sampah

Kindang, April 2022

KLIK INI:  Mendengar Pertanyaan Kahlil Gibran tentang Alam dan Manusia

Susu Cokelat Seduhanmu

 

Hujan turun di sore hari, di hari selasa
kali depan rumah meluap
airnya berwarna cokelat susu

Aku bayangkan ketika suatu hari di hari libur
kau menuangkan susu cokelat
aku menyesapnya, rasanya hambar
hanya dimaniskan senyummu yang purapura

Saat itu hujan juga sedang menderas
kita mendaras rindu
di teras rumahmu
tempias sesekali nakal menyentuh rambutmu
berbentuk telur kutu di kepala

Aku mengusap rambutmu
kau tersenyum
lalu menyilakan aku minum susu cokelat hambar itu (lagi)

Dingin menyergapnyergap
aku pamit ke kamar mandi
membuang air kecil yang terasa sesak di perut.

Keran kuputar
air berwarna cokelat susu berhamburan keluar
aku cicipi

Rasanya hambar seperti yang kau tuang ke dalam gelas bergambar bunga wedelia
hanya di maniskan senyummu yang pura-pura

Aku keluar kamar mandi
menuju ruang tamu
di mana kamu duduk setelah teras di kepung tempias

Di tv berlayar datar itu
sedang tayang gunung yang gundul di ujung kampungmu sedang longsor.

Kau menatapku, lalu menandaskan susu cokelat yang belum kuhabiskan

Senyummu terasa tak lagi purapura
tapi….

Kindang, April 2022

KLIK INI:  CARE International Latih Anak Kampanye Sanitasi Melalui Tulisan

Dari Halaman Tetangga

 

Di sinilah aku
terbaring lesu di tempat tidur
menahan sesak dan batuk

Tetangga di sebelah kiri rumah
di mana angin datang
sedang membersihkan halamannya

Sampah-sampah di kumpulkan
lalu dibakarnya

Asapnya tembus ke kamar
menyusup ke dalam
ke tenggorokanku

Aku sesak, tersesat

Kindang, April 2022

KLIK INI:  Memeluk Bumi di Sebatang Porang