Melirik Potensi Bambu dari Momen Hari Bambu se-Dunia 2022

oleh -33 kali dilihat
Melirik Potensi Bambu dari Momen Hari Bambu se-Dunia 2022
Kampoeng Bambu Toddopia - Foto: Ist
Wahyuddin Junus

Klikhijau.com – Hujan gerimis yang datang sejak pagi, diam-diam menciptakan rindu akan Kampoeng Bambu Toddopulia. Ingatan waktu yang telah berjarak mengabadi hingga saya luput dari momen Hari Bambu seDunia 2022.

Dua hari berlalu, Hari Bambu Sedunia 2022 diperingati setiap tanggal 18 September. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang konservasi tanaman yang sangat bermanfaat ini.

Sebagaimana dilansir dari laman worldbamboo.net, bambu adalah flora alami di bagian dunia yang beriklim sedang, tropis dan subtropis. Tanaman asli di setiap benua kecuali Eropa dan Antartika, dan perkiraan terbaru adalah bahwa mungkin ada sekitar 50 juta hektar bambu di seluruh dunia. Jumlah itu menghampiri 124 juta hektar.

hari bambu
Penulis saat foto bersama di Kampoeng Bambu Toddopulia – Foto: Ist

Potensi yang Berkelanjutan

Bambu sangat cocok dengan mosaik lanskap dalam penggunaan lahan yang saling bergantung. Lahan terdegradasi di seluruh dunia, dengan habitat yang beragam, dapat ditanami kembali dengan bambu.

KLIK INI:  Pemerintah Sedang Mengembangkan Strategi Nasional Industri Bambu Rakyat

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendeklarasikan 2021 hingga 2030 sebagai ‘Dekade Restorasi Ekosistem’ – seruan global besar-besaran untuk bertindak untuk memobilisasi dukungan politik dan keuangan yang diperlukan untuk memulihkan ekosistem yang terdeforestasi dan terdegradasi selama dekade mendatang.

Sebagai anggota Global Compact PBB, Organisasi Bambu Dunia mendukung inisiatif ini, dan melihat potensi nyata di mana bambu dapat membantu banyak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Organisasi Bambu Dunia juga telah ikut menandatangani Deklarasi Kew tentang Reboisasi untuk Keanekaragaman Hayati, Penangkapan Karbon dan Mata Pencaharian untuk melindungi dan memulihkan hutan dunia.

Manifesto penting ini menguraikan permintaan utama kepada pembuat kebijakan, pemodal dan praktisi reboisasi, untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik untuk reboisasi global untuk menjaga keanekaragaman hayati hutan, mengurangi perubahan iklim dan meningkatkan mata pencaharian.

KLIK INI:  Perihal Pohon Aren dan Pemanfaatan Tandan Buahnya yang Tak Terduga

Cikal Bakal WBO

Menurut laman sama yang dikelolah WBO ini mengabarkan, sejak 2009 WBO telah merayakan Hari Bambu Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan bambu secara global. Dimana keberadaan bambu tumbuh secara alami dan telah menjadi elemen sehari-hari, namun pemanfaatannya tidak selalu berkelanjutan karena eksploitasi.

Turut mengabarkan pendirian Organisasi Bambu Dunia bertujuan untuk membawa potensi bambu ke tataran yang lebih tinggi. Antara lain, untuk melindungi sumber daya alam dan lingkungan, untuk memastikan pemanfaatan yang berkelanjutan, untuk mempromosikan penanaman bambu baru untuk industri baru di wilayah di seluruh dunia, serta mempromosikan tradisional dimanfaatkan secara lokal untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

Gagasan Hari Bambu seDunia, bagi WBO dunia mulai memahami panggilan kita. Teknologi dan inovasi membawa lebih banyak pemanfaatan bambu pada masyarakat kekinian. Produk bambu yang direkayasa berada di pasar yang lebih luas, mendapatkan lebih banyak penerimaan, dan mengubah cara lingkungan binaan kita dibangun.

Namun demikian, menurut WBO jika kita ingin menggunakan lebih banyak bambu, memanfaatkannya di luar penanganan bambu secara tradisional, kita perlu MENANAM BAMBU. Oleh karena itu, sekarang kami katakan kepada dunia, SAATNYA MENANAM BAMBU.

KLIK INI:  Mengulik Cara Capung Terbang di Udara dan Fakta Menarik Tentangnya

Pesan inklusif dari bambu

Diperkirakan ada lebih dari dua miliar hektar – hampir 5 miliar hektar – lahan terdeforestasi dan terdegradasi di seluruh dunia menunggu campur tangan manusia untuk menyelamatkannya, memeliharanya, dan menghembuskan kehidupan baru ke dalamnya. Kesehatan planet kita membutuhkan kita untuk melakukan sesuatu yang besar – sesegera mungkin.

Dalam banyak kasus, bioma alami di wilayah ini tidak akan pernah kembali karena polusi beracun yang menyebabkan runtuhnya ekosistem dan kepunahan flora dan fauna lokal.

Betapapun suramnya, lahan-lahan ini dapat pulih dan mendapatkan kembali fungsi ekologis – diakui dengan masukan kolaboratif dari para pemangku kepentingan, penetapan tujuan terpadu, dan praktik pengelolaan berkelanjutan.

Ketika mempertimbangkan optimalisasi barang dan jasa ekosistem hutan seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat – dan tantangan baru muncul – bambu memiliki peran yang luar biasa untuk dimainkan. Kami pernah mendengar tentang menanam pohon – ya – tetapi ini juga saatnya menanam bambu.

KLIK INI:  Akankah Kita Kehilangan Burung Penyanyi dari Asia Tenggara Itu?

Bambu tangguh dan mudah beradaptasi – dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Spesies bambu dapat memulihkan tanah. Karakteristik unik mereka dari pertumbuhan cepat, sistem akar yang luas, dan semangat pionir dapat mengurangi erosi, menstabilkan lereng, menyerap logam berat, menciptakan naungan, menampung satwa liar, mendaur ulang karbon dioksida, dan membersihkan udara.

Menanam dan mengelola hutan bambu yang lestari memungkinkan berbagai manfaat sosial, termasuk pembangunan pedesaan (perumahan yang lebih baik), produk wanatani (yang mencakup makanan bergizi dan serat alternatif), dengan bonus besar mitigasi iklim.

Sejarah Hari Bambu seDunia

Dari laman cnnctv18.com turut melansir perayaan Hari Bambu seDunia. Sebagai konsep yang kemudian diaktulisasikani pertama kali oleh Organisasi Bambu Dunia (WBO). Momen hari bambu kali ini WBO ikut mempromosikan industri bambu sambil  menyoroti keprihatinannya.

Hari Bambu se-Dunia berawal Organisasi Bambu Dunia dengan mendeklarasikan hari tersebut secara resmi pada Kongres Bambu Sedunia ke-8 yang diadakan di Bangkok pada tahun 2009. Gagasan WBO dengan semangat ingin menonjolkan sifat-sifat bambu yang menakjubkan dengan merayakan Hari Bambu Sedunia.

KLIK INI:  Perihal Bambu dan 5 Manfaat Utamanya yang Mencengankan!

Harapan dari WBO dengan memperingati Hari Bambu Sedunia, bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang potensi penggunaan dari bambu. Mempromosikan penanaman bambu baru di daerah berkembang di seluruh dunia yang dapat menghasilkan pembangunan ekonomi yang luar biasa.

Mudah dan ramah lingkungan

Diketahui bambu adalah tanaman yang tumbuh dengan cepat dan memiliki banyak kegunaan tradisional. Salah satu keuntungan utama dari bambu adalah hampir tidak ada biaya untuk menanamnya, sehingga aliran pendapatan yang kecil pun dapat menghasilkan keuntungan.

Serat pulp yang dihasilkan dari berbagai jenis bambu, terutama Dendrocalamus strictus dan bambu Bambusa digunakan untuk membuat kertas berkualitas baik. Ini membuatnya menjadi tanaman yang layak secara komersial.

Bahkan, potensi bambu dapat digunakan sebagai pengganti berbagai sumber daya yang tidak lestari. Sebagaimana ditemukan di Asia Tenggara, bambu dapat digunakan dalam berbagai cara termasuk sebagai makanan, dan sebagai pengganti kayu, bangunan, dan bahan konstruksi lainnya.

Hal yang menakjubkan tentang bambu adalah tidak memerlukan bahan kimia, pestisida, atau pupuk untuk tumbuh dan berkembang. Daunnya yang setiap saat jatuh, juga menyediakan nutrisi yang diperlukan yang dapat didaur ulang kembali ke tanah.

Sifat-sifat yang dimiliki bambu ini membuatnya sangat ramah terhadap lingkungan. Salah satu manfaat lingkungan utama dari bambu adalah dapat ditanam untuk mereklamasi kembali lokasi yang rusak parah dan lahan terlantar.

KLIK INI:  6 Fungsi Bambu dalam Menyemarakkan HUT Kemerdekaan Indonesia