Melihat Upaya Petani Cabai di Lampung Berpihak Pada Lingkungan

Publish by -138 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Melihat Upaya Petani Cabai di Lampung Berpihak Pada Lingkungan
Melihat Upaya Petani Cabai di Lampung Berpihak Pada Lingkungan/foto - Ist

Klikhijau.com – Pekerja yang paling dekat dengan alam atau lingkungan adalah petani. Setiap hari mereka bersentuhan dengan tanah, tumbuhan, bahkan hama.

Petani merupakan ujung tombak dari asap dapur. Hampir semua yang diolah di dapur berasal dari lahan pertanian yang dihasilkan oleh petani.

Namun, petani menjadi pekerjaan yang tidak menggiurkan dan cenderung terpinggirkan. Bukan hanya dalam hal penghasilan, tapi juga dalam hal teknologi.

Sangat banyak petani yang menggarap ladangnya dengan cara tradisional dan peralatan sederhana pula.

KLIK INI:  FPIK UMI Terapkan Teknologi Atraktor Cumi-cumi Ramah Lingkungan di Pangkep

Padahal, teknologi sangat dibutuhkan oleh petani, terutama teknologi yang ramah lingkungan. Karena hal itu bisa mengefisenkan waktu dan meringankan beban kerja, juga bisa menyelamatkan lingkungan.

Teknologi ramah lingkungan inilah yang coba diterapkan oleh petani di Lampung, tepatnya Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Provinsi Lampung.

Daerah tersebut merupakan daerah penghasil cabai terbesar di Lampung. Hanya saja kendala yang dihadapi petani adalah masalah irigasi.

Karena hamparan lahan seluas 450 hektare  sebagian besar merupakan lahan kering. Itulah sebabnya  diperlukan sarana irigasi yang memadai guna mendukung pengembangan kawasan cabai di daerah itu.

Beruntunglah, pemerintah melihat potensi Desa Trimulyo sebagai lumbung cabai. Sehingga membuat pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN untuk membangun fasilitas yang dapat membantu para petani cabai di desa tersebut.

Cara yang ditempuh oleh pemerintah adalah memberi bantuan berupa teknologi irigasi bertenaga surya. Beberapa waktu lalu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meresmikan irigasi dengan pompa air bertenaga surya itu.

Penggunaan pompa bertenaga surya diharapkan bisa mengefisiensikan biaya pengairan yang harus dikeluarkan petani. Selain itu, penggunaan pompa tersebut tidak akan menimbulkan polusi untuk lingkungan sekitar.

KLIK INI:  Trik Menghasilkan Rupiah dari Taman Rumah
Harus dimanfaatkan dengan baik

Prihasto Setyanto, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mengharapkan kepada masyarakat DesaTrimulyo khususnya petani dapat memelihara dan memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas-fasilitas yang diberikan dari Kementerian maupun BUMN.

“Dengan adanya bantuan ini, petani cabai di Kabupaten Pesawaran dapat berbudidaya cabai sepanjang tahun tanpa terkendala air dan produktivitas cabainya pun meningkat,” paparnya.

Sedangkan Dessi Rahmaniar, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah yang menghadiri Gerakan Tanam Cabai memberikan arahan kepada pemerintah daerah agar mendaftarkan benih lokal yang digemari petani melalui BPSB agar kualitas mutu benihnya lebih terjamin.

Tak hanya itu, dirinya berjanji bahwa jajaran Ditjen Hortikultura akan mengawal pertanaman cabai di Kabupaten Pesawaran. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan likat kuning secara simbolis kepada Kelompok Tani Gemah Ripah.

“Tak hanya sisi budidaya, Dinas Pertanian Provinsi Lampung dan Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran  juga memberikan dukungan pendirian pasar lelang cabai. Dengan demikian tidak hanya kuat di sisi onfarm namun juga off farmnya. Dengan berbagai dukungan yang ada diharapkan stabilisasi produksi dan harga cabai di Kabupaten Pesawaran dapat terwujud,” tutur Dessi.

Oya, budidaya cabai tidak hanya menguntungkan secara financial, tapi juga memberi manfaat bagi kesehatan. Karena cabai bisa melancarkan pernapasan,  menghilangkan rasa sakit, menurunkan berat badan, dan membuang zat yang tidak terpakai oleh tubuh, dan bisa mencegah bisul dalam lambung.

Tidak hanya itu, masih ada manfaat lain dari cabai untuk kesehatan tubuh, yakni bisa mengatasi penyakit jantung, menjaga fungsi penglihatan serta mampu meredakan batuk dan pilek.

KLIK INI:  Mantul, Ini 4 Teknologi Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!