Melacak Cara Menyebar Dandelion yang Menjadikannya Fondasi Ekosistem

oleh -13 kali dilihat
Bunga Dandelion, Si Liar yang Penuh Keunikan dan Manfaat
Bunga Dandelion-foto/Unplash

Klikhijau.com – Dandelion yang menyandang nama ilmiah Taraxacum adalah tanaman unik dan misteri. Bijinya dapat melakukan perjalanan bermil-mil sebelum akhirnya mengambang dan menetap di tempat baru.

Tanaman ini memiliki berbunga indah dan mengandung vitamin C, D, E, dan K, serat, kalsium, tiamin, kalium, magnesium, fosfor,  zat besi, folat, dan riboflavin.

Keunikan dan sifat misteri yang dikandung tanaman yang bunganya hanya mekar di pagi hari ini. Mengundang rasa penasaran para peneliti—bagaimana bunganya terbang untuk menyebarkan dirinya ke segala penjuru dunia.

Dandelion sendiri adalah tanaman yang lebih banyak dianggap gulma oleh masyarakat. Sehingga kehadirannya dianggap meresahkan. Padahal sejak berabad-abad yang lalu telah dijadikan obat tradisional oleh masyarakat.

KLIK INI:  Rutin Menggigit Bawang Putih Bisa Cegah Banyak Penyakit

Hal menarik lainnya dari dandelion diungkap oleh Naomi Nakayama dari departemen bioteknologi di Imperial College London.

Nakayama berpendapat bahwa dandelion adalah fondasi ekosistem. Ia memberi makan serangga dan burung. Lebah memakannya lebih banyak daripada spesies lainnya.

“Jadi, kepekaan lingkungan dari penerbangan mereka adalah topik penting bagi kita untuk memahami bagaimana alam akan berubah di iklim masa depan,” katanya.

Memutuskan untuk menyebar

Misteri bagaimana tanaman ini menyebar mulai menyeruak di kalangan peneliti . Mereka menemukan bagaimana tanaman memutuskan untuk menyebar. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Dengan mengetahui apa yang memicu dandelion untuk menyebarkan benih mereka dapat membantu para ilmuwan mempelajari bagaimana mereka menghadapi perubahan iklim.

KLIK INI:  Meniran, Tumbuhan Liar yang Bisa Melindungi Hati

Tidak hanya itu, tetapi juga para ilmuwan dapat memahami respons sehingga membantu para peneliti merancang robot lunak baru, yang terbuat dari bahan fleksibel yang meniru tubuh lunak.

“Cara tumbuhan menggerakkan bagian tubuh mereka berbeda dari hewan dan ekspansi lokal yang sederhana bisa cukup untuk menggerakkan lengan. Gerakan beberapa lengan telah dicapai, tetapi ini adalah yang pertama dari banyak aktuator lengan. Desainnya sederhana, jadi ada banyak ruang untuk biomimikri,” ungkap Nakayama.

Setiap benih ditambatkan ke sekitar 100 bulu dan digabungkan. Mereka membuat bagian atas seperti parasut untuk membantu benih bergerak. Ketika benih terlepas dari kepala bunga, bulu parasut menangkap angin, membawa benih pergi.

“Kami memperhatikan bahwa parasut dandelion ditutup di pagi yang berkabut tetapi kemudian terbuka lagi ketika matahari terbit di siang hari,” papar Nakayama yang juga penulis studi tersebut.

“Kami mempelajari bagaimana dandelion terbang (dan menemukan mode terbang yang sebelumnya tidak diketahui). Dan kemudian kami ingin tahu bagaimana penutupan parasut yang dapat dibalik ini mempengaruhi penerbangan. Setelah itu, kami mau tidak mau melihat bagaimana tepatnya morphing ini dikendalikan. (Kami adalah peneliti biomekanik.),” lanjutnya.

KLIK INI:  Mengintip Serunya Kehidupan Babirusa di Nantu
Bagaimana mereka membuka dan menutup

Parasut berbulu ini menutup saat udara lembap, yang sering kali berarti angin lemah. Dalam kondisi yang lebih kering dan berangin, dandelion melebarkan parasutnya untuk menangkap angin dengan lebih baik sehingga benih dapat terbang bebas.

“Dandelion menggunakan seikat rambut (seperti struktur parasut sebenarnya) untuk meningkatkan hambatan udara dan membantu penerbangannya. Ada banyak biji kecil yang terbang ke arah ini, jadi dandelion tidak begitu unik dalam aspek ini, tetapi tentu saja merupakan contoh ikonik, ” kata Nakayama lagi

“Tidak seperti serangga atau burung, mereka tidak membutuhkan masukan energi untuk terbang jarak jauh bahkan ratusan kilometer mereka hanya menangkap angin.”

Dalam penelitian baru mereka, para ilmuwan telah menemukan “keputusan” yang dibuat tanaman ketika menentukan cara menyebarkan benih mereka.

KLIK INI:  Pohon Cengkeh dan 5 Fakta Menarik Perihal Sejarah Perkembangannya

Para peneliti menemukan parasut membuka dan menutup menggunakan apa yang mereka katakan seperti aktuator. Perangkat yang mengubah energi dan sinyal menjadi gerakan. Tapi aktuator ini tidak menggunakan energi apapun.

Bagian tengah parasut dandelion mampu merasakan jumlah kelembapan dengan menyerap molekul air di udara. Menggunakan sinyal tentang informasi kelembapan, mereka membuka parasut dan terbang atau mereka menutupnya dan tetap di tempatnya.

“Bagian tengah parasut berubah bentuk, menggerakkan bulu-bulu secara bersamaan. Ini pada dasarnya adalah spons yang terbuat dari sel tumbuhan yang tidak lagi hidup, yang tersusun dalam tabung dengan rongga kosong di dalamnya. Sisi dalam dan sisi luar membengkak dengan air ke derajat yang berbeda, dan itu mendorong pergerakan,” tegas Nakayama.

KLIK INI:  Apa Saja Khasiat Daun Mint untuk Kesehatan? Klik Ini!

Sumber: treehugger.com