Mayfly, Serangga Berumur Pendek yang Menjadi Indikator Perairan

oleh -35 kali dilihat
Mayfly, Serangga Berumur Pendek yang Menjadi Indikator Perairan
Mayfly atau lalat capung-foto/Pixabay

Klikhijau.com – Serangga air yang satu ini. Memiliki waktu hidup di dunia ini yang sangat singkat. Hanya kurang lebih 24 jam saja.

Setelah 24 jam. Ia akan mengembuskan napasnya yang terakhir. Meski berumur pendek, serangga bernama mayflies atau mayfly, yang juga dikenal dengan nama lalat capung ini memiliki keunikan dan beragam manfaat.

Mayfly benar-benar serangga yang memanfaatkan umurnya yang pendek. Apalah gunanya umur panjang bila tidak bermanfaat. Kira-kira begitulah prinsip serangga yang satu ini

Pada umurnya yang pendek itu, salah satu manfaat lalat capung adalah menjadi indikator lingkungan perairan.

KLIK INI:  Macan Tutul Amur Terancam Punah, Ini 3 Penyebab Utamanya!

Jika ada perairan yang disinggahi atau dijadikan “rumah” maka sudah pasti perairan tersebut bebas dari pencemaran atau polutan.

Iya, masa hidupnya sebagian besar dihabiskan di dalam air tawar. Kehadirannya merupakan indikator dari polutan dan perubahan iklim.

Siklus hidup mayfly

Siklus hidupnya cukup menarik, karena seekor lalat capung akan terlahir terlebih dahulu sebagai nimfa. Nah, dari nimfa inilah mereka kemudian berkembang menjadi subimago.

Subimago merupakan   fase serangga ini belum mencapai kematangan secara seksual. Sementara ketika telah menjadi imago maka serangga ini telah mencapai kematangan seksual.

Lalat capung menjadi  salah satu serangga metamorfosis tidak sempurna. Hidupnya terdiri dari dua fase berbeda, yaitu fase ketika berada di air dan ketika berada di darat.

Embriogenesis dan nimfa ini hidup pada  fase berada di dalam air, sementara subimago dan imago termasuk  fase metamorfosis yang hidup di darat.

Ketika  mayfly kecil ini tumbuh jadi mayfly dewasa dan siap untuk berkembang biak. Siklus selanjutnya yang harus dijalani, yakni setelah dewasa  serangga ini akan berubah nama menjadi Imago. Tujuan hidupnya pun hanya satu, yaitu untuk bereproduksi. Karena  setelah itu mayfly akan mati dalam waktu 24 jam saja.

Para mayflyes atau yang lebih biasa disapa mayfly ini. Saat  dewasa mereka akan melakukan perkawinan. Caranya dengan cara bergerumul di atas permukaan air atau melakukan tarian dengan terbang bersama.

KLIK INI:  Penemuan Jenis Baru Berrypecker Menambah Daftar Burung Indonesia

Sistem perkawinan serangga ini, setelah menemukan pasangannya masing-masing.  Mereka akan memisahkan diri.

Proses perkawinannya pun terbilang singkat, hanya hitungan detik saja.  Namun, meski perkawinannya singkat, namun hasilnya luar biasa. Setelah sang betina dibuahi, akan terbentuk sekitar 500-1.000 telur.

Telur telur tersebut diletakan di atas  permukaan air yang tidak tercemar alias bersih. Hal menarik lainnya adalah saat dewasa  mereka tidak mengonsumsi makanan. Energinya untuk bertahan hidup didapatkan ketika masih fase nimfa.

Hewan purba

Lalat capung ini juga dikenal dengan nama lalat satu hari. Penamaan itu karena melihat masa keberadaannya di atas dunia ini yang sangat singkat.

Mayfly ini merupakan serangga yang suka muncul  secara bergerombol. Jumlahnya bisa sangat besar. Beberapa spesies mayfly biasa datang setiap bulan Mei.

Selain berumur pendek, tantangan lain yang sering dihadapi mayfly ketika berbentuk nimfa adalah jadi santapan lezat bagi ikan dan kodok.

Dan ketika  memasuki tahap subimago dan imago. Musuh yang harus dilawan adalah burung, dan hewan pengerat seperti tikus dan kadal Hewan-hewan ini  menjadi predator yang ditakuti oleh mayfly.

Itu artinya, di umurnya yang pendek, mayfly telah “memanfaatkan” dirinya menjadi makanan bagi hewan lain untuk bertahan hidup.

Selain lalat capung, serangga sehari, mayfly  juga memiliki nama lain, yakni canadian Soldiers dan June bugs.

Konon hewan ini telah ada jauh sebelum dinosaurus muncul di bumi. Artinya serangga yang satu ini merupakan hewan purba yang telah menjadi saksi perjalanan zaman.

KLIK INI:  Riuh Kepak Sayap Kupu-kupu Bantimurung yang Berdendang

Para ahli memperkirakan jika serangga ini sudah hidup selama 350 juta tahun lamanya. Bahkan ilmuwan menganggapnya sebagai serangga paling primitif di dunia.

Anggapan itu karena melihat  beberapa ciri yang dimiliki serangga ini, di antara memiliki ekor yang sangat panjang dan tidak mampu melipat sayapnya secara merata di atas perut mereka.

Lalat capung  merupakan ordo dari serangga hemimetabola bersayap.  Ia  menyebar luas di hampir  di seluruh lingkungan air tawar yang ada di dunia ini.

Ia merupakan ordo dari 3000 spesies lebih. Mereka  tersebar dalam 40 famili. Ia merupakan pula  salah satu serangga bersayap tertua. Bahkan  fosilnya sudah ada sejak  zaman karboniferus hingga permian.

Itulah sekilas tentang serangga berumur pendek bernama mayfly. Meski berumur pendek ia memiliki peran penting bagi lingkungan sebagai indikator perairan yang bebas polutan.

KLIK INI:  Memeras Darah Biru Kepiting Belangkas Demi Vaksin Covid-19

Berbagai sumber