Mantap, Denmark Buat Celana Dalam Ramah Lingkungan yang Tak Perlu Dicuci

Publish by -169 kali dilihat
Penulis: Irhyl R Makkatutu
Ilustrasi celana dalam
Ilustrasi celana dalam

Klikhijau.com – Sambil menunggu mobil yang akan menjemput, saya membuka beberapa media daring yang didominasi pemberitaan pemilihan umum yang tak lama lagi berlangsung.

Saya terus mencari dan sesekali memerhatikan pesan yang masuk di handphone.

Saya terus saja membuka media daring, sebab mobil yang akan saya tumpangi ke Bulukumba belum datang.

Tatapan saya  berhenti di situs cnnindonesia.com. ada artekel menarik di sana berjudul “Perusahaan Denmark Buat Celana Dalam yang Tak Perlu Dicuci”

Begini isi artikelnya:

Banyak kalangan masyarakat menyuarakan soal kelestarian lingkungan dan kampanye untuk melindungi bumi.

Berangkat dari hal ini, beragam cara dilakukan, mulai dari penggunaan tas belanja, membawa botol minum sendiri, penggunaan sedotan berbahan aluminium, hingga bersepeda ke tempat kerja.

KLIK INI:  10 Hijab Ramah Lingkungan yang Perlu Diketahui Para Hijabers

Namun, di balik beragam cara itu, ada yang luput dari perhatian. Itu adalah soal penggunaan air untuk mencuci.

Baju yang sehari-hari dikenakan tentu tak lepas dari sentuhan air. Apalagi jika itu berkenaan dengan pakaian dalam.

Rasanya ogah mengenakan pakaian dalam yang sama tanpa mencucinya. Padahal penghematan air bisa jadi salah satu cara kita menjaga kelestarian alam.

Pakaian ramah lingkungan

Sebuah perusahaan yang berbasis di Copenhagen, Denmark, mengembangkan pakaian dalam ramah lingkungan. Mereka menamakan serial pakaian ramah lingkungan ini ‘SilverTech 2.0’.

Perusahaan Organic Basics mengklaim bahwa produk yang mereka kembangkan mampu ‘mencuci sendiri’ dan membunuh bakteri hingga 99,9 persen.

Pemilik bisa mengenakannya setiap hari selama seminggu berturut-turut tanpa dicuci.

Dikutip dari laman Kickstarter, tak hanya pakaian dalam, perusahaan juga mengeluarkan produk lain seperti kaus, celana, pakaian dalam pria, dan kaus kaki.

KLIK INI:  Ajaib, Tanam Singkong Tumbuhnya Plastik Ramah Lingkungan

Mereka mengklaim bahwa pakaian yang dikeluarkan tak cepat berkerut, mampu mengatur panas, dan awet sehingga pemilik tak perlu sering-sering membeli pakaian baru. Bahkan, tak perlu sering-sering dicuci.

Bagi perusahaan, mengurangi frekuensi mencuci pakaian dapat mewujudkan kelestarian lingkungan.

“Tak hanya menghemat air, listrik, dan detergen, tapi juga pakaian jadi awet,” tulis mereka dalam laman resminya.

Untuk kebanyakan orang, lanjut mereka, mencuci lebih merupakan kebiasaan daripada kebutuhan.

Namun, jangka waktu kebutuhan mencuci pakaian akan bergantung pada masing-masing individu. Salah satunya adalah seberapa kuat bau badan yang dihasilkan.

KLIK INI:  6 Hotel Paling Ramah Lingkungan di Asia, Satunya Bisa Anda Jumpai di Indonesia

Bagaimana pun, kebersihan tubuh adalah persoalan pribadi. Perusahaan mencatat ada beberapa orang sanggup mengenakan SilverTech selama sebulan tanpa di cuci.

Sementara lainnya mungkin merasa perlu mencuci setelah dikenakan beberapa hari.

“Yang jelas, semakin sedikit mencuci, maka kita akan menjaga simpanan air dan CO2,” tulis merek.

***

Mobil yang akan menjemput saya belum juga datang hingga artikel di atas selesai saya baca. Tapi tak apa, sebab saya mendapat informasi berharga mengenai celana dalam yang tak perlu lagi dicuci.

Itu sangat berguna bagi orang yang malas mencuci seperti saya, hahhaha.

KLIK INI:  Melalui Gerakan Drainase Tanpa Sedimen, Biarkan Sekop dan Cinta Berbicara
Editor: Irhyl R Makkatutu
Sumber: cnnindonesia.com

KLIK Pilihan!