Maleo, Burung Langka yang Paling Setia Pada Pasangannya dan 6 Fakta Unik Tentangnya

Publish by -1.089 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Maleo, Burung Langka yang Paling Setia Pada Pasangannya dan 6 Fakta Unik Tentangnya
Burung Maleo/Foto-goodnewsfromindonesia.id

Klikhijau.com – Dalam Wikipedia disebutkan bahwa Maleo Senkawor atau Maleo. Dalam nama ilmiahnya, Macrocephalon maleo adalah sejenis burung langka gosong berukuran sedang.

Memiliki panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.

Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang.

Tapi, tahukah Anda bahwa si langka ini tergolong burung yang paling setia pada pasangannya. Wah, kita perlu belajar kesetiaan rupanya dari jenis burung satu ini.

KLIK INI:  Bercengkrama dengan Satwa Karst Di Rimba Malam

Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi yang hanya bisa berkembang dan ditemukan hidup di Pulau Sulawesi, Indonesia.

Secara fisik Maleo memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna hitam.

Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding jantan.

6 fakta unik tentang Maleo

1. Maleo memiliki tonjolan (tanduk atau jambul keras berwarna hitam) di kepala yang tampak pada saat menginjak dewasa. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya.

2. Maleo adalah monogami spesies yang dipercaya setia pada pasangannya. Sepanjang hidupnya ia hanya mempunyai satu pasangan. Maleo tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati.

3.Meskipun memiliki sayap dan bulu yang cukup panjang serta kemampuan terbang, Maleo lebih senang berjalan di tanah daripada tebing.

4. Setelah telur Maleo menetas di dalam tanah, anak Maleo berjuang berjam-jam untuk mencapai permukaan. Anak maleo dikaruniai kemampuan terbang dan mencari makan sendiri setelah keluar dari dalam tanah.

5. Burung Maleo ditetapkan sebagai “satwa maskot” Taman Nasional Nani Wartabone yang bertempat di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.

6. Maleo terancam punah akibat perilaku masyarakat lokal yang mengumpulkan telur untuk dikonsumsi, diperdagangkan dan dijadikan cenderamata. Akibat ancaman ini, Taman Nasional Nani Wartabone membuat suaka satwa di tiga tempat (Hungayono Gorontalo, Tambun serta Muarapusian di Sulawesi Utara).

KLIK INI:  Langkah Ini yang Harus Segera Dilakukan Terhadap Satwa Liar Hasil Sitaan Perdagangan Ilegal
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!