Literasi Hijau Perlu Digaungkan di Tengah Krisis Ekologi Akut

oleh -84 kali dilihat
Literasi Hijau Perlu Digaungkan di Tengah Krisis Ekologi Akut
Ilustrasi - Foto: Pixabay

Klikhijau.com – Tak bisa dipungkiri betapa krisis ekologi telah menjadi ancaman serius saat ini dan di masa depan. Berbagai kerusakan di bumi telah mempercepat terjadinya ancaman krisis iklim, kelangkaan pangan dan tergusurnya komunitas masyarakat adat di berbagai wilayah.

Topik ini mengemuka dalam Webinar yang digelar Lingkar Literasi Negeri, Klikhijau dan Kader Hijau Muhammadiyah, Kamis malam (3/2/2022). Diskusi virtual dengan topik “Literasi Hijau” ini mencoba mendiskusikan pentingnya narasi hijau diproduksi agar pengetahuan dan informasi tentang bagaimana semestinya alam semesta dikelola demi keberlanjutan dan keseimbangan dapat diwujudkan.

Hadir sebagai pemantik diskusi David Evendi (Kader Hijau Muhammadiyah) dan Anis Kurniawan (Klikhijau).

Pada diskusi yang difasilitasi Ade Saskia Ramadina (Aktivis mangrove), sejumlah ide-ide menarik ditelorkan kedua narasumber.

Di antaranya adalah masalah eksploitasi sumber daya alam yang meluas dan mengancam keadilan antar generasi, ancaman pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan tergusurnya komunitas masyarakat di pelosok.

David Evendi menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir laju kerusakan hutan dan alihfungsi lahan semakin meluas. Karenanya, kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam sangatlah mendesak diperkuat.

“Di sinilah pentingnya literasi hijau, semua pihak harus mengambil peran dalam memastikan sumber daya terjaga. Kanal-kanal informasi alternatif seperti media, komunitas sangatlah diperlukan,” jelas David.

KLIK INI:  Hujan Es, Peristiwa yang Lazim di Musim Pancaroba?

David juga mengapresiasi keberadaan media seperti Klikhijau yang secara konsisten menyuarakan isu-isu hijau. Menurutnya, Klikhijau telah menjadi corong informasi yang menyalurkan informasi edukasi lingkungan.

“Klikhijau telah berkontribusi terhadap literasi hijau di tengah dominasi media-media mainstream,” tambahnya.

Perihal upaya terus menggaungkan literasi hijau, David Evendi mengatakan pentingnya penguatan pengetahuan dan nalar berjejaring para pegiat lingkungan. David mengapresiasi bertumbuhnya komunitas-komunitas literasi di berbagai daerah dari desa hingga pelosok yang juga mengambil peran sebagai komunitas peduli lingkungan.

“Teman-teman harus memiliki pengetahuan yang selalu terbarukan mengenai lingkungan, mengenai krisis air, pangan dan lainnya. Ini penting agar teman-teman dapat melakukan advokasi lingkungan dengan baik,” tegasnya.

David juga mengimbau pada para komunitas peduli lingkungan agar dapat berjejaring antar komunitas. Dengan berjejaring, tambah David, kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman senantiasa terbuka.

“Kita harus berjiwa inklusif dan mau belajar dari komunitas lain tanpa ada yang selalu ingin dominan,” tuturnya.

Sementara itu, Anis Kurniawan sebagai pemantik diskusi kedua menjelaskan mengenai fenomena krisis narasi ekologis saat ini. Menurutnya, dalam wacana kekinian yang diproduksi oleh media massa maupun sosial media, isu lingkungan menjadi isu tidak populer bila dibandingkan dengan isu-isu lain seperti politik, kriminalitas, selebritis dan lainnya.

KLIK INI:  4 Hal Ini Penting Diketahui di Balik Terbentuknya Jaringan Literasi Perimba

“Hal inilah yang menginspirasi kami kemudian mendirikan Klikhijau sebagai satu kanal alternatif yang fokus pada narasi hijau. Kita perlu menyuarakan isu-isu hijau agar semakin banyak orang yang mengambil peran di sektor ini,” jelasnya.

Anis juga mengapresiasi komunitas anak muda saat ini yang terus bertumbuh dengan nalar kritis dan jiwa kerelawanan yang tinggi.

“Ini satu modal penting, generasi muda adalah klaster yang paling respek dengan lingkungan. Sebab mereka menyadari bahwa pada sepuluh dua puluh tahun ke depan, merekalah yang akan menempati planet ini,” katanya.

Oleh sebab itu, Anis mengajak anak-anak muda selain berjejaring juga penting untuk menulis. Ada banyak isu-isu penting di sektor lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang perlu dituliskan.

“Menulis isu lingkungan adalah satu cara paling elegan menyampaikan aspirasi bahkan kritik. Menulis juga satu upaya memperkuat kesadaran ekolologis. Klikhijau adalah satu kanal alternatif menampung kegelisahan teman-teman, kami siap mengakomodasi tulisan-tulisan bertema lingkungan,” pungkasnya.

Webinar yang diikuti pegiat literasi dan aktivis lingkungan ini berlangsung menarik. Kedua narasumber menggugah peserta dengan pengalaman dan kisah-kisah advokasi yang dilakukan dalam mengawal pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

KLIK INI:  Energi Baru Terbarukan di Desa, Paradoks dalam Kepingan Harapan