Listrik Berpotensi jadi Sumber Energi Termurah Tahun 2050

oleh -30 kali dilihat
Mengubah Kotoran Manusia dan Ternak Jadi Energi Listrik
Mengubah Kotoran Manusia dan Ternak Jadi Energi Listrik/foto-ist

Klikhijau.com – Kabar baik datang dari sebuah studi baru tentang sumber energi listrik. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Energy.

Itu dikarenakan para peneliti telah menemukan fakta menggembirakan bahwa listrik dapat menjadi sumber energi termurah pada tahun 2050 mendatang.

Hal itu disebabkan karena secara mendasar kebutuhan listrik akan mengubah pangsa konsumsi energi. Energi sekarang ini yang masih dikuasai oleh bahan bakar fosil yang merusak iklim dan beralih ke sumber listrik terbarukan.

Kebutuhan energi untuk industri, bangunan pemanas, dan mobilitas  saat ini dipenuhi oleh pembakaran bahan bakar fosil sebanyak 80 persen, dan hanya 20 persen saja yang diisi oleh sumber  energi listrik terbarukan.

KLIK INI:  Menyandarkan Sumber Energi Terbarukan Indonesia pada Energi Sel Surya

“Penelitian kami menemukan bahwa hubungan dapat dibalik pada tahun 2050, menjadikan listrik yang mudah didekarbonisasi sebagai andalan pasokan energi global,” ungkap Gunnar Luderer, penulis utama studi tersebut.

Luderer  sendiri merupakan seorang peneliti di Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim (PIK). Ia juga adalah profesor Analisis Sistem Energi Global di Universitas Teknik Berlin .

Menurutnya, sementara untuk jangka panjang, bahan bakar fosil jauh lebih murah sebagai sumber yang dapat diakses daripada listrik. Namun, harga listrik tenaga surya akan turun 80 persen dalam dekade terakhir.

Faktor kemajuan teknologi

“Perkembangan ini memiliki potensi untuk merevolusi sistem energi secara fundamental. Simulasi komputer kami menunjukkan bahwa bersama dengan penetapan harga karbon global, listrik hijau dapat menjadi bentuk energi termurah pada tahun 2050, dan memasok hingga tiga perempat dari semua permintaan,” jelas Luderer.

Alasan penurunan harga yang signifikan ini terletak pada kemajuan teknologi yang inovatif dalam pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

Selain itu disertai dengan fakta bahwa semakin banyak permintaan energi yang dapat dialiri listrik, termasuk mobil, sistem pemanas, atau produksi baja.

“Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa lebih dari setengah dari semua permintaan energi dari industri dapat dialiri listrik pada tahun 2050,” kata rekan penulis studi Silvia Maddedu yang juga seorang peneliti di PIK.

KLIK INI:  Komunitas Peduli Krisis Iklim Ajak Presiden Jokowi, Sama-sama Cegah Darurat Emisi

Peningkatan penggunaan listrik sebagai sumber energi ini, menurut para ilmuwan akan sangat penting untuk mengurangi perubahan iklim.

Peralihan ke energi terbarukan juga akan mempertahankan nilai suhu yang berkelanjutan. Namun, hal yang perlu dilakukan adalah membatasi penggunaan bahan bakar fosil. Hal itu tetap sangat penting untuk mencapai tujuan penggunaan energi terbarukan.

“Era listrik akan datang dengan cara apa pun. Tetapi hanya regulasi menyeluruh bahan bakar fosil di seluruh sektor dan wilayah dunia. Dan yang terpenting beberapa bentuk penetapan harga karbon – yang dapat memastikan hal itu terjadi pada waktunya untuk mencapai 1,5 derajat,” kata Luderer.

Upaya yang harus dilakukan untuk memenuhi tujuan iklim Perjanjian Paris adalah koordinasi politik yang tegas dan global dalam hal penetapan harga karbon.

Selain itu juga harus ada penghapusan pungutan listrik, perluasan infrastruktur jaringan, dan perancangan ulang pasar listrik sangat dibutuhkan.

“Jika elemen-elemen ini bersatu, prospek masa depan energi hijau berbasis energi terbarukan terlihat sangat menggetarkan,” tutup Luderer.

Jika hal ini benar terwujud (listrik menjadi murah) tentu akan menjadi kabar yang menggembirakan, khususnya kepada generasi mendatang.

KLIK INI:  Kemasan Makanan Antimikroba, Sebuah Solusi Merawat Bumi

Sumber: Earth