Lebih Dekat dengan Kayu Kuku, Spesies Khas Sulawesi yang Terancam Punah

oleh -1,979 kali dilihat
Lebih Dekat dengan Kayu Kuku, Spesies Khas Sulawesi yang Terancam Punah
Kayu kuku/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Kayu kuku (Pericopsis mooniana THW) termasuk dalam jenis kayu lokal Sulawesi yang saat ini masuk kategori terancam punah.

Salah satu penyebabnya dikarenakan penggunaannya yang terus meningkat tanpa diiringi upaya reforestasi, sehingga populasinya semakin berkurang.

Kayu kuku dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan revegetasi lahan kritis dikarenakan kayu kuku mampu hidup pada lahan marginal dan miskin hara serta termasuk dalam jenis piooner.

Kayu kuku yang dilindungi ini dapat tumbuh dengan tinggi antara 30 – 40 meter, dengan diameter batang 35 – 100 cm. Habitat alaminya di hutan pantai, hutan evergreen atau semi deciduous yang tumbuh pada ketinggian 200 – 350 dpl., pada iklim C.

KLIK INI:  Indonesia dan Inggris Resmi Bekerja Sama di Bidang Perkayuan

Pohon kayu ini berbuah setiap tahun bila sudah berusia sekitar 10 tahun. Kayu kuku tergolong kayu mewah karena coraknya yang indah, berat jenisnya 0,87 dan kelas kuat II kelas awe II, berat kering 770 kg/m3. Kayunya tampak indah yakni berwarna cokelat muda atau kemerahan dengan tekstur agak halus.

Kayu kuku digunakan sebagai perabot rumah, vinir, panel, flooring untuk konstruksi berat misalnya geladak kapal, jembatan, bantalan kereta api, juga untuk kusen dan bak kendaraan.

Di tengah keberadaannya yang terancam punah, kayu kuku kini dikembangkan pada hutan rakyat di Sulawesi Tenggara, tanaman reklamasi lahan tambang nikel PT. vale, dan PT. Aneka Tambang (Antam) di Pomalaa Kolaka.

Kayu kuku tergolong kayu mewah dan banyak dicari para pedagang kayu. Kayu ini dibutuhkan sebagai bahan baku industri dan kayu pertukangan.

Oleh sebab itu, konservasi dan reforestasi jenis kayu ini harus dilakukan secara luas dan massif agar eksistensinya tetap terjaga.

KLIK INI:  Pohon Lontara Bukan Hanya Tentang Ballo', Ini Fakta Lainnya