Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik

oleh -24 kali dilihat
Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik
Pedistribusian daging kurban dengan daun jati yang ramah lingkungan - Foto/WowBabel.com

Klikhijau.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Iduladha sangat identik dengan kantong plastik. Yah, daging kurban yang didistribusikan seolah tak bisa menghindar dari pemakaian kresek.

Meski di sejumlah tempat sudah mulai kreatif dengan memakai wadah khusus, daun pisang atau daun jati, namun yang memakai kantung plastik jumlahnya masih jauh lebih besar.

Padahal, kresek tempat daging tersebut hanya akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau terbuang bebas jadi sampah lautan. Volume sampah plastik pun meningkat tajam dan mengancam lingkungan.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, plastik mungkin dianggap kemasan yang lebih aman. Terlepas dari sini, masyarakat Indonesia sepertinya sudah terbiasa memakai kantong plastik dalam membungkus daging. Harganya yang lebih murah membuat kantong kresek awet digunakan.

Pada saat yang sama, masyarakat masih memiliki pengetahuan rendah tentang cara memperlakukan sampah plastik dan media alternatif yang bisa dimanfaatkan.

Belum lagi, masih rendahnya aktivitas daur ulang kantong kresek dalam masyarakat. Kresek bahkan menjadi jenis sampah yang tidak prioritas harganya di bank sampah.

KLIK INI:  Musim Salju Tak Selamanya Indah, Ia Juga Menyimpan Kecemasan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri telah mengeluarkan surat edaran SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha Tanpa Sampah kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Himbauan tersebut diperuntukkan kepada setiap kepala daerah agar mengajak warganya dapat menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

Kolaborasi

Tahun ini, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK), Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa dan Belantara Foundation berinisiatif membuat gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik.

Gerakan ini merupakan kampanye untuk mendidik masyarakat agar dapat beralih ke kemasan alternatif yang ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

Melalui gerakan ini diharapkan volume sampah, khususnya sampah plastik bisa diantisipasi lonjakannya saat momen Iduladha.

KLIK INI:  Ajaib, Tanam Singkong Tumbuhnya Plastik Ramah Lingkungan

“Aksi ini merupakan langkah awal dari KFLHK untuk membantu mengurangi sampah plastik yang telah menumpuk di Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 5,4 juta sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia,” kata Hamid Abidin, Direktur Filantropi Indonesia.

Hamid Abidin menambahkan, volume sampah plastik meningkat pesat saat pandemi karena sebagian besar masyarakat melakukan belanja online yang pengemasannya menggunakan plastik. Belum lagi limbah medis yang meningkat tajam dibandingkan di masa normal.

Momentum kurban yang menjadi bagian dari ritual dalam agama Islam sejatinya juga dibarengi dengan gerakan penurunan sampah plastik.

Menurut Hamid, momen Iduladha dinilai tepat untuk meluncurkan gerakan pengurangan sampah plastik. Sebagai alternatifnya, Hamid menyarankan beberapa alternative seperti besek bambu, daun pisang/jati, plastik gelatin/singkong, dan wadah makanan.

Hal senada juga dikatakan Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa. “Semangat keber-Agama-an di dalam perayaan Iduladha sejatinya selaras dengan semangat pelestarian lingkungan. Namun, kami melihat kebanyakan masyarakat Indonesia belum menyadari bahayanya sampah plastik bagi lingkungannya sendiri.”

Aksi ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ ini, kata Arif, diinisiasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik yang tidak dapat didaur ulang, terutama di momen Iduladha.

KLIK INI:  Tafsir Budaya “Rewako Gowa”, Kearifan Lokal dan Masa Depan  

Dengan mengedukasi masyarakat untuk mengganti wadah daging kurban yang ramah lingkungan, secara langsung pihaknya berharap ada upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungannya.

Koordinator klaster, Belantara Foundation menambahkan, Belantara sangat mendukung aksi pengurangan sampah plastik.

“Momen Iduladha ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan,” jelas Sri Mariati, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.

Belantara Foundation meyakini kerjasama antara berbagai pihak pada KLFHK, seperti dalam penyelenggaraan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’, bisa menjadi upaya sinergis untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan konservasi lainnya.

Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik ini akan dilakukan kurang lebih satu bulan. Kegiatan pertama gerakan ini adalah Philanthropy Sharing Session: “Pengendalian Sampah Plastik Saat Iduladha”.

Selain itu materi edukasi juga telah disediakan agar menyebarluasan informasi lebih cepat. Gerakan ini juga meliputi kompetisi pembuatan video terkait inisiatif masyarakat untuk menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

Para penggagas berharap agar gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan plastik tidak hanya saat Iduladha tapi juga dalam keseharian.

Ayo kurban asyik tanpa kantong plastik!

KLIK INI:  Di Kampung Ini, Sampah Plastik Jadi Ladang Rezeki