Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

Publish by -1.654 kali dilihat
Penulis: I.R Makkatutu
Kuingat Sepenuhnya Mahar Janda Bolong Itu
Lukisan janda bolong/foto-bukalapak

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

 

masih kuingat penuh halaman rumahmu
ditumbuhi bunga-bunga
dan sebatang pohon mangga harum manis

ada balai-balai bambu di bawahnya
kau pernah menjamuku dengan ciuman di sana
…..kita bertukar napas….

daun-daun kau biarkan mengering
“aku suka daun kering,” jelasmu
“aku suka melihatmu merawat bunga,” kataku

dengan riang, bibirmu yang tipis
menjelaskan bunga-bunga di halaman rumahmu
“ini lidah mertua, bisa menangkal polusi udara,” terangmu
“dan ini janda bolong, harganya selangit,” lanjutmu

aku oh saja.

“aku ingin kau menjadikannya mahar,” tembakmu

aku melongo….

kau belai janda bolong itu
aku bayangkan kau belai sekujur tubuhku

kuingat sepenuh-penuhnya halaman rumahmu
tempat kau menanti bunga janda bolong dariku

Kindang, 17 Mei 2020

KLIK INI:  Kencani Rindu
*****

Donggia dan Janji Kita dalam Angin

 

akukah yang tiba dini di donggia atau bosan datang lebih awal?
di kaki donggia sungai alirkan airnya ke mata menuju muara.
kabut mengabut di pucuk Bawakaraeng.
jagung petani siapa panen.
rumput hijau pelukan.

donggia gigil, segelas kopi lesap berkumpul dalam darah
adakah rindu yang lebih peluh dari inginkan sua
aku telah pulang dalam pelukan malam menuju pagi di detak
berjalan ke arahmu dengan seduh yang perlahan hujan

donggia adalah bukit dalam napas
jalan belum sepenuhnya hitam
masih tanah basah
aroma kopi dan tembakau memabukkan hidung
dan mata kenyang hijau

aku telah sampai di donggia lebih dini dari janji di ujung pagi itu
“aku akan di sana,” yakinmu sambil membisikkan hari dan jam berapa
gegas aku. licin jalan kuabai saja.

aku yang lebih cepat sampai, atau bosan yang datang padamu lebih awal
pertemuan itu—lesap dalam angin

Kindang, 2020

I.R Makkatutu lahir di Bulukumba sekian tahun lalu. Saat ini ‘mengisolasi diri di kampungnya yang bernama Desa Kindang

KLIK INI:  Gelas Plastik di Bibirmu
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!