Kudengar Bisik Alam Memanggilmanggilku

Publish by -29 kali dilihat
Kudengar Bisik Alam Memanggilmanggilku
Ilustrasi/foto-WallHere

Kudengar bisik alam memanggilmanggilku
Adakah engkau mendengarnya?

Hamparan langit yang pucat
mengiris duka bukit
bumi teteskan darah
jutaan hektare tanah leluhur
kebun
sawah
hutan belantara
kepulkan asap hitam
membalut wajah nusantara

Lalap api mendesis
bagai amarah seribu raksasa
membakar masa depan
anak negeriku

Dengarkan desir angin terluka
burung-burung
tiada lagi bertengger di ranting berlumut
pohon-pohon yang rindang
kehilangan hijaunya
sepi dari kicau pagi hari

Kudengar bisik alam memanggilmanggilku
Adakah engkau mendengarnya ?

Di sini
resah sukma terus menggeliat;

Aku rindu pada cicit burung pipit
di pucuk daun jambu

Aku rindu kelepak bangau
di bencah pematang

Aku rindu nyanyian jengkrik
di kelopak bunga-bunga rumput

Aku rindu deram air
yang buncah di celah cadas

Aku rindu lenguh sapi
di kandang Wak Sule

Aku rindu wangi daun pandan
di rambut Halimah

Aku rindu sehampar halaman yang hijau
menawarkan senyum purnama
dan hangat cahaya
tempat menabur benih cintaku
pada alam

yang setiap waktu
memanggil
manggilku
memanggil
manggil
ku.
*

. -Blk, Juli 2019-

Penulis: Mahrus Andis, Lahir 20 September di Ponre, Gantarang, Bulukumba. Alumni Fakultas Sastra Unhas. Menulis puisi pada awal tahun 1980-an

KLIK Pilihan!