KPAB Pepaya, Menyeduh Filosofi Kebebasan Alam Semesta

Publish by -89 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
KPAB Pepaya, Menyeduh Filosofi Kebebasan Alam Semesta

memang tak berdasi
dan tak berpangkat
kami adalah pendaki
bebas tanpa terikat.

Klikhijau.com – Itulah frase pendek yang dijadikan slogan di komunitas ini. Namanya Kelompok Penggiat Alam Bebas (KPAB) Pepaya. Komunitas “penyayang alam” ini bermarkas di Kelurahan Bungin Timur, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.

KPAB Pepaya dirikan pada 16 Agustus 2009. Pendirinya adalah lima orang anak muda yang kebetulan tinggal di satu kompleks perumahan antara lain: Sabri S Taha (almarhum), Wawan Hartono, Moh. Buntaran Septiandi, Abdul Salinggu dan Moh. Rizkan.

Lima sekawan yang selalu jalan bersama itu lalu berpikir membuat komunitas, sebagai ajang berbagi manfaat. Minat mereka pada lingkungan, membuatnya sepakat mendirikan komunitas penggiat alam.

Visinya menarik, menanamkan jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama, dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk saling peduli terhadap persoalan kelestarian alam dan lingkungan.

KLIK INI:  Di Wisata Alam Bhakti, AMAN Gelar "Girl's Camp" tentang Pentingnya Perdamaian

Modal sosial yang mereka bangun adalah kebersamaan dan kekeluargaan. Nilai positif inilah yang menyatukan pengurus komunitas yang terdiri dari 23 orang. Struktur pengurusnya terdiri dari dewan pendiri, dewan penasihat, dewan pembina dan dewan adat.

1 KPAB Pepaya, Menyeduh Filosofi Kebebasan Alam Semesta

KPAB Pepaya sempat vakum lantaran kesibukan anggotanya yang mulai berpencar di beberapa kota.

“Tuntutan pekerjaan dan pendidikan membuat kami berjauhan. Maka, sejak 2013 komunitas ini nyaris mati suri. Kami baru bangkit kembali sejak 2017 lalu,” kata Wawan salah satu dewan pendiri.

Pelbagai kegiatan sosial pernah dilakukan diantaranya: mengikuti Pendakian Bersama 2017, mengikuti Lomba babasal Bouldering 2018 FPTI Kabupaten Banggai, kerja bakti rutin di komplex, bersih-bersih mushola di komplex, lomba 17 Agustus, penanaman pohon, penggalangan dana pasca bencana lombok dan palu, dan menjadi ketua panitia road fun bouldering 2018.

Bagi anggota komunitas ini, alam bebas adalah tempat belajar terbaik. Di sanalah filosofi kehidupan dapat diseduh. Alam mengajarkan kita untuk menjaga dan melestarikannya, sebab alam telah memberikan yang terbaik bagi manusia.

“Memulai kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari pribadi masing-masing. Sejatinya, memberi contoh dengan tindakan adalah sebaik-baiknya kepedulian,” kata Wawan.

KLIK INI:  KPA Mentari Sinjai: Konfigurasi Antara Alam, Seni dan Spiritualitas
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!