Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Publish by -187 kali dilihat
Penulis: Zakiyatur Rosidah
Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta
Daging kambing - Foto/Malangvoice

Klikhijau.com – Suasana hari raya Idul Adha mungkin masih terasa ketika Sahabat hijau membuka kulkas dan mendapati stok daging (sapi atau kambing) masih sangat banyak. Hingga kebingungan mau diolah menjadi apa, pun kadang takut dengan risiko-risiko mengonsumsi daging banyak-banyak.

Di Indonesia, banyak orang yang beranggapan bahwa mengkonsumsi daging kambing (DK) dapat meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Anggapan tersebut pun membuat orang harus menahan diri untuk tidak memakan aneka olahan daging kambing karena khawatir berisiko tekanan darahnya naik.

Lantas, benarkah konsumsi daging kambing sebabkan tekanan darah tinggi?

Faktanya, dibanding dengan daging sapi, kalori dan lemak yang terkandung di DK ternyata lebih rendah.

Dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan; Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) karya Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, yang dikutip dari serambinews.com, setiap 100 gram DK mengandung sekitar 109 kalori.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang mengandung sekitar 250 kalori dan daging ayam 196 kalori.

KLIK INI:  Sebabkan Gagal Ginjal, Konsumsi Makanan Ini Sebaiknya Dibatasi
Kandungan kolestrol

Kandungan kolesterol yang terdapat pada DK ternyata lebih rendah ketimbang daging sapi atau daging ayam.

Dalam setiap 100 gram daging kambing, hanya mengandung kadar kolestrol sekitar 57 mg.

Sedangkan kadar kolesterol daging sapi sekitar 89 mg dan daging ayam 83 mg per 100 gramnya.

Berdasarkan buku Mengatasi Permasalahan Praktis Beternak Kambing (2015) karya Agus Susanto dan Maloedyn S., dijelaskan bahwa kandungan kolesterol DK ternyata hampir sama dengan daging sapi, domba, maupun ayam.

DK mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen. Sedangkan daging sapi, ikan, domba adalah 70 mg persen dan daging ayam yakni 60 mg persen.

KLIK INI:  Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tahan Lama!
Kandungan protein

Dalam porsi yang sama, total protein hewani per 100 gram daging kambing kurang lebih mencapai sekitar 20 gram. Sementara daging sapi 25 gram dan daging ayam 30 gram.

Kandungan lemak

Pada tiap gram, jika ditotalkan, kandungan lemak pada daging kambing hanya sekitar 2,3 gram. Ini pun masih jauh lebih sedikit dibanding daging sapi yang bisa mencapai 15 gram lemak ataupun ayam yang mengandung kurang lebih 7,5 gram lemak per 100 gram dagingnya.

Dengan sederet nutrisi kandungan daging kambing di atas, dr. Umar Zein, dkk dalam bukunya menyebutkan bahwa DK tetap lebih baik daripada daging sapi maupun daging ayam sehingga aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi sekalipun.

Walau kandungan kolestrol, lemak dan kalorinya lebih rendah dari daging sapi atau ayam, DK tetaplah masuk dalam kategori daging merah yang memiliki kadar lemak tinggi.

Jika diolah dengan dengan menggunakan bahan yang mengandung kadar lemak yang tinggi pula, ini bisa menjadi bahaya bagi kesehatan.

KLIK INI:  Dukung Germas, KP2K dan Klikhijau “Sehatkan” Masyarakat Kindang

Di Indonesia, DK kerap diolah menjadi gulai atau sajian lainnya yang menggunakan santan dan minyak. Selain itu, DK digoreng terlebih dahulu baru kemudian diolah lebih lanjut menjadi sebuah sajian.

Teknik atau olahan semacam ini dapat meningkatkan kadar lemak, kalori dan kolestrol yang berbahaya bagi kesehatan. Belum lagi tambahan aneka penyedap rasa atau bumbu seperti kecap, garam, dan penyedap rasa yang diketahui cenderung mengandung pengawet. Bahan-bahan inilah yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Cara memasak daging kambing

Cara memasak DK yang paling sehat adalah dengan metode ungkep atau rebus dalam waktu lama, presto, atau sous vide. Sous vide adalah metode masak dari Perancis, dimana daging dimasukkan ke dalam kantung kedap udara, lalu di panaskan di dalam air suhu rendah dalam waktu yang lama.

Ketiga cara di atas adalah metode yang paling sedikit membuang nutrisi yang ada di dalam DK. Meski begitu, tetap perlu dilihat lagi bahan-bahan pendampingnya.

KLIK INI:  Gejala Influenza dan Selesma Cukup Berbeda, Ini Perbedaannya

Apabila Anda ingin menggunakan minyak, gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun. Selain itu, batasi garam dan gula dalam memasak daging kambing. Untuk menambah rasa, Anda bisa gunakan banyak rempah-rempah, sehingga DK tetap sehat dan rasanya pun tetap nikmat saat dikonsumsi

Memasak DK dengan banyak sayuran juga akan membantu menambah manfaat dan menggantikan nutrisi yang hilang saat proses pemasakan.

Daging kambing pada dasarnya adalah daging yang sehat, jika cara mengolahnya juga diperhatikan. Sehingga, apabila Anda ingin menikmatinya, cukup lakukan modifikasi pada cara memasak dan memilih bahan pendamping yang lebih sehat.

Maka dari itu, untuk mengurang risiko penyakit yang tak diinginkan, sebaiknya mengonsumsi daging kambing dengan sewajarnya saja, Sahabat hijau!

KLIK INI:  Kopi dan 5 Bahan Alami Ini Bisa Melunakkan Daging Saat Dimasak
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!