Konservasi Penyu, TN Takabonerate Melepasliarkan Tukik di Pulau Pasitallu Timur

Publish by -43 kali dilihat
Penulis: Asri - PEH
Konservasi Penyu, TN Takabonerate Melepasliarkan Tukik di Pulau Pasitallu Timur
Pelepasliaran tukik penyu di Pulau Pasitallu Timur Selayar - Foto/Ist

Klikhijau.com – Walau di masa pandemi, personil SPTN Wilayah II Jinato, Taman Nasional (TN) Taka Bonerate tetap berkegiatan di lapangan. Diantaranya dengan upaya konservasi penyu melalui pelepasliaran tukik bersama perangkat desa dan warga setempat.

Tukik yang menetas secara alami di Pulau Pasitallu Barat (Zona Inti) akhirnya siap untuk dilepasliarkan ke alam. Momen baik ini berlangsung pada Minggu 10 Mei 2020.

Personil Resor Pasitallu Timur dan Resor Pasitallu Tengah bersama pemerintah Desa Khusus Pasitallu melakukan pelepasliaran 111 ekor anak penyu (tukik) jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di pantai sebelah Utara Pulau Pasitallu Timur.

Pelepasliaran ini bertujuan untuk menjaga kelestarian dan populasi penyu di alam. Tukik yang dilepasliarkan telah memiliki panjang karapas rerata 9 cm dan lebar rerata 7 cm, sehingga diharapkan akan memiliki peluang hidup lebih besar di alam.

KLIK INI:  Tuntaskan Konflik Agraria, KLHK Targetkan Penetapan 6,35 Hektare Lahan Jadi Hutan Adat

Pelepasliaran ini diikuti oleh Kepala Resort Pasitallu Timur, Sekretaris Desa Khusus Pasitallu beserta perangkat desa, Kepala BPD Desa Khusus Pasitallu, serta Ketua Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Desa Khusus Pasitallu. Pelepasliaran dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dimana para peserta menggunakan masker dan saling menjaga jarak.

Sekretaris Desa Khusus Pasitallu, Edi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelepasliaran tukik. Ia berharap agar pemerintah desa bersama TN Taka Bonerate dapat terus melakukan kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Pemerintah desa akan mendukung dan berperan aktif dalam upaya perlindungan dan konservasi. Kami tahu bahwa tujuan taman nasional adalah memastikan sumberdaya yang ada di kawasan Taka Bonerate ini dapat berkelanjutan sampai anak cucu nanti,” jelas Edi.

Kolaborasi untuk konservasi penyu

Kegiatan pelepasliaran ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran, dan pernyataan kerja sama dalam upaya perlindungan dan konservasi satwa liar di wilayah kerja masing-masing.

Mou penyu
Penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran – Foto/Ist
KLIK INI:  Tentang Ikan Oarfish, Cerita Rakyat Jepang, dan Daryono

“Saat ini kita memasuki era dimana kolaborasi antar pihak sangat diperlukan dalam mencapai suatu tujuan. Nah, langkah awal dalam kolaborasi ini adalah adanya kesepahaman bersama akan tujuan yang akan dicapai, termasuk dalam upaya perlindungan dan konservasi satwa liar” ujar Hendra Marannu selaku Kepala Resor Pasitallu Timur.

Hendra Marannu menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para personil Resor Pasitallu Timur dan Resor Pasitallu Tengah terutama Pak Samad yang telah bersedia membantu dalam menjaga merawat tukik selama ini hingga akhirnya siap untuk dilepasliarkan.

“Alhamdulillah dari jumlah tukik yang menetas secara alami di Pulau Pasitallu Barat, kemudian dipindahkan di sini untuk dirawat. Bersyukur karena tidak ada satu pun tukik yang mati dalam masa perawatan,” kata Hendra.

Tak lupa pula Hendra menyampaikan terima kasih kepada para aparat pemerintah Desa Khusus Pasitallu yang telah mengapresiasi dan berpartisipasi serta kepada semua yang turut hadir dalam kegiatan pelepasliaran ini.

Salam Tangguh! Salam Konservasi dari ujung Selatan kawasan TN Taka Bonerate!

KLIK INI:  Benarkah Pertanian Lebih Sehat dengan Bioprospecting Mikroba?
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!