KLHK Dorong ‘Market Access Player’ Kembangkan Usaha Hutan Berbasis Masyarakat

oleh -12 kali dilihat
KLHK Dorong ‘Market Access Players’ Kembangkan Usaha Hutan Berbasis Masyarakat
Produk Nares yang diolah dari hasil hutan berbasis masyarakat - Foto/dok.KLHK

Klikhijau.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun kerjasama dengan Multi-stakeholders Forestry Program Tahap 4 (MFP4) dengan suatu pendekatan dari pasar (market driven approach)

Upaya ini dilakukan KLHK untuk mendorong peningkatan pertumbuhan usaha kehutanan berbasis warga. Dalam hal MFP4 melakukan inkubasi pada mitra kerjanya yang disebut Market Access Players.

Mereka adalah mitra yang membantu para pelaku Usaha Hutan Berbasis Masyarakat agar dapat berkembang cepat. Dengan kapasitas dan kemampuan finansial yang stabil serta dapat menjual produk sesuai permintaan pasar dan konsumen.

Salah satu pemain akses pasar yaitu Nares Essential Oil (Nares), dengan minyak atsiri sebagai produk unggulannya. Minyak atsiri atau essential oil, merupakan komoditi ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga.

“Disini, Nares mengolah daun cengkeh dan serai wangi, yang merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), menjadi minyak atsiri atau essential oil. Dua tanaman ini, bisa dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan hutan dan ditanam diantara tegakan tanaman hutan, ”kata Misran, Sekretaris Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL KLHK), saat meninjau proses produksi di pabrik pengolahan minyak atsiri di Kendal Jawa Tengah, Minggu (25/4).

KLIK INI:  Menteri LHK Tegaskan IKN Tidak Akan Rusak Lingkungan

Sebagai salah satu pelaku akses pasar, yang membedakan Nares dengan produk lain yaitu model bisnisnya yang melibatkan petani lokal pula. Nares melakukan pendampingan ke petani dalam hal pembibitan, penanaman, pasca panen, hingga produksi.

“Nares memproduksi minyak atsiri dengan bahan baku yang ditanam oleh petani, baik secara mandiri atau kelompok untuk menyediakan bahan baku,” kata pendiri Nares, Khafidz Nasrullah.

Selain itu, tambah Khafidz, bahan baku yang diolah berasal dari petani yang dikontrol oleh Nares sehingga menjadi minyak atsiri yang berkualitas

Dalam hal ini pula, Nares memastikan keberlanjutan bisnis dengan menjual minyak atsiri ke pasar nasional maupun internasional. Keahlian dan fokus Nares dalam memahami pasar membuat Nares dapat bermitra dengan masyarakat untuk menciptakan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan permintaan pasar.

Manager Stakeholder Engagement MFP4, Hening Parlan, mengatakan, Nares dan MFP4 berencana memperluas manfaat kepada masyarakat dengan membangun operasi di Musi Rawas Sumatra Selatan melalui kolaborasi dengan KPH Lakitan.

Usaha yang dikembangkan dari KPH Lakitan adalah bunga kantil dan bunga kenanga. Di kawasan tersebut bersama dengan kedua bunga tersebut dan pasar nasional maupun pasar internasional sangat tertarik dengan produk tersebut.

“Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat serta menguatkan perlindungan terhadap hutan” ”ujarnya.

Selain Nares, MAP (Market Access Player) lain yang telah berjalan yaitu IBI, Timurasa, Javara dengan Sekolah Seniman Pangan, Indobamboo, dan SOBI, dengan masing-masing dengan produk unggulannya.

KLIK INI:  Isu Perubahan Iklim Perlu Diinternalisasi dalam Kurikulum Pendidikan