Kisah Persahabatan Unik Kopda Maikel dengan Mangewang Liar di Yenbuba

Publish by -74 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Kisah Persahabatan Unik Kopda Maikel dengan Mangewang Liar di Yenbuba. Foto: Ist

Klikhijau – Banyak cara bersahabat dengan alam, diantaranya dengan dekat dengan binatang tertentu. Seperti yang dilakukan oleh Kopda Maikel Edwin Wakun yang setiap harinya merawat hiu (mangewang dalam bahasa lokal) di Raja Ampat.

Selain rutinitas kegiatan selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Yenbuba, Maikel juga setiap hari merawat dan menjaga hiu supaya tidak punah. Maikel memberi makan ikan tersebut di Yenkorano Home Stay, Raja Ampat.

Hal tersebut disampaikan Kopda Maikel Edwin Wakum saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 31 Desember 2019.

Babinsa yang sehari-harinya berdinas di  Koramil O1/Waisai Kodim 1805/Raja Ampat menyampaikan, selain Yenbuba, ada juga Piaynemo yang merupakan tempat spot foto terkenal di Kabupaten Raja Ampat, tak hanya menyimpan keindahan gugusan pulau karang yang mempesona.

KLIK INI:  Komisi IV DPR RI Dukung Pengembangan Wisata Alam Papua

“Obyek wisata di Kampung Yembuba Yenkorano, Distrik Meosmansor juga ada tempat menyelam dan spot foto. Namun, hal menarik bagi wisatawan lainnya adalah ketika saya memberi makan  Mangewang, sebutan hiu dalam bahasa setempat,” ujar Mikel Edwin yang merupakan anak adat Kampung Amdui.

Menurut Maikel Edwin, penangkaran Mangewang ini bertujuan untuk memudahkan memberinya makanan, sekaligus juga memelihara dan merawatnya agar tidak punah.

“Yenkorano Home Stay itu sebenarnya penangkaran alami, tidak hanya hiu yang mulai besar, namun juga ikan (hiu) kecil ikut berdatangan saat diberi makan,” tegasnya.

Menanamkan kecintaan pada hiu

“Tempat ini benar-benar tampak alami dengan pepohonan bakau pantai sebagai latarnya. Hiu-hiu kecil pun terlihat berenang kian kemari tanpa menunjukkan keganasannya, seakan-akan mereka ikan jinak,” urainya lagi.

KLIK INI:  Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur

Lebih lanjut, dijelaskannya, ikan sebanyak 5 kg dipotong-potong kecil dan dijadikan makanan ikan hiu tiap pagi dan sore.

“Ikan-ikan ini tidak dipelihara. Mereka datang dengan sendirinya dan mulai membuat sebuah koloni di tempat ini tanpa takut akan kehadiran manusia. Sedangkan ikan hiu dewasa berada sedikit menjauh ke tengah lautan, “ungkap suami dari Ester Maria ini.

“Hiu dewasa yang lebih terikat pada wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Untuk diketahui, Maikel Edwin Wakum pernah mewakili Raja Ampat sebagai pembawa api obor Asean Games 2018.

KLIK INI:  10 Bunga Unik dan Misterius yang Bikin Geleng Kepala!

Menariknya, hidu-hiu tersebut mulai jinak dan jadi pemandangan khusus. “Hiu-hiu kecil ini biasa bermain di bawah rumah pos Yenkorano Home Stay. Saat diberi makan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang sedang melapor,” ujarnya sambil tertawa.

“Potongan ikan hasil pancingan itu langsung  diterkam oleh hiu-hiu, saat ditebarkan di permukaan air. Sensasi inilah yang biasanya disukai oleh para pengunjung dan mulai berkembang dari mulut ke mulut hingga kini jadi salah satu atraksi yang dicari para wisatawan,” tambah ayah dua orang anak ini.

Untuk atraksi itu, menurut Maikel Edwin para pengunjung tidak ditarik biaya. Semua dilakukan demi menanamkan kecintaan pada hiu.

“Namun, jika ada yang berkenan, wisatawan dapat memberikan sumbangan sukarela untuk mempercantik obyek wisata cantik ini,” pungkasnya.

KLIK INI:  Kisah Dian Retnowati, Menyulap Sampah Jadi Bonsai Plastik yang Artistik
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!