KFC Indonesia dan DCA, Edukasi Warga Akan Pentingnya Menjaga Lingkungan

oleh -25 kali dilihat
KFC Indonesia dan DCA, Edukasi Warga Akan Pentingnya Menjaga Lingkungan
Marine Debris Rangers Manado melakukan bersih-bersih pantai dan bawah laut di wilayah Pantai Malalayang, Manado

Klikhijau.com – KFC Indonesia bekerjasama dengan Divers Clean Action (DCA) mengedukasi warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Aksi ini merupakan lanjutan dari program Marine Debris Ranger di Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2020 lalu.

KFC Indonesia mencanangkan aksi bertajuk ‘KFC Untuk Negeri’. Ini adalah bentuk dedikasi KFC untuk terus melakukan perubahan positif berkelanjutan.

Program sosial ini dibuat untuk menginspirasi generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya menjaga lingkungan. Terutama mengurangi produksi sampah dan pengelolaannya.

Mengawali tahun 2021 ini, KFC Indonesia bersama DCA memulai kembali kegiatan Marine Debris Ranger (MDR) pada 6 Januari 2021 di pantai Pagedongan, Banten sebagai wilayah pertama binaan program ini.

Serentak di bulan Januari 2021, program MDR mulai berjalan di 4 lokasi lainnya di beberapa wilayah Indonesia yakni di Aceh, Jambi, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.

KLIK INI:  Ke Depan Sampah Jangan Dilihat sebagai Hal Tidak Berguna

Semua kegiatan fokus untuk melestarikan lingkungan seperti membersihkan pantai dan sungai, edukasi ke sekolah maupun warga setempat. Ada pula pelatihan pengolahan sampah, serta melakukan sampling sampah ke rumah-rumah warga setempat.

Selama kegiatan berlangsung, KFC Indonesia dan DCA berkomitmen untuk mengikuti anjuran Pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sebagai usaha konkrit dalam menghindari penyebaran virus COVID-19.

Salah satu pelatihan yang diberikan kepada masyarakat adalah pengelolaan sampah menjadi ecobrick seperti yang dilakukan tim MDR di area NTB. Temanya menarik yakni ‘Dari Sampah Menjadi Rupiah’.

Kegatan ini mendorong pemanfaatan botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik fleksibel untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali antara lain menjadi perabot kursi sofa.

Tujuannya adalah memotivasi dan mengubah pandangan masyarakat setempat mengenai manfaat limbah botol plastik yang dapat menghasilkan suatu produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Jadi, tak hanya sebatas menjual limbah botol plastik yang belum diolah ke bank sampah.

KLIK INI:  Pemilu Memang Telah Usai, Tapi Kekhawatiran Walhi Baru Dimulai

Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk mengungkapkan, kegiatan ini sempat tertunda selama pandemi tahun 2020 lalu.

Namun, di tahun 2021 ini KFC Indonesia bersama DCA melanjutkan kembali program Marine Debris Ranger dengan melibatkan generasi muda yang berperan sebagai ranger atau pahlawan pemerhati lingkungan serta bekerja sama dengan komunitas lingkungan setempat.

Hendra mengatakan, program ini telah berjalan di lima titik lokasi. Program ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun dengan total 10 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Pihaknya berharap masyarakat dapat tergerak untuk turut memberikan kontribusi positif kepada lingkungan. Yakni dengan melakukan langkah kecil seperti pemilahan sampah dan mengelolanya bahkan menjadi sebuah produk yang bernilai tambah.

Berdasarkan survei Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2020, ditemukan bahwa selama masa pembatasan sosial kegiatan masyarakat dan kebijakan bekerja dari rumah berlangsung, terjadi peningkatan jumlah sampah rumah tangga dengan mayoritas sampah plastik, selotip, dan bubble wrap.

KLIK INI:  Di Mana Keramaian, di Situ Ada Sampah Berserakan

Data dari survei LIPI tersebut mengungkap kurangnya aksi dari masyarakat terhadap masalah sampah walaupun tingkat kesadaran warga cukup tinggi terhadap isu sampah plastik.

Berdasarkan hasil survei ini, KFC Indonesia dan DCA merasa semakin tergerak untuk tetap menjalankan program MDR walaupun masih berada di tengah pandemi.Untuk itu, kegiatan ini senantiasa mengikuti protokol kesehatan ketat.

Swietenia Puspa Lestari, Penggagas dan Direktur Eksekutif DCA menjelaskan, dengan dilanjutkannya kegiatan Marine Debris Ranger tahun ini, pihaknya berharap dapat mengedukasi masyarakat dengan cakupan yang lebih luas.

Ini penting agar pengelolaan sampah dapat lebih maksimal serta menekan jumlah produksi sampah kedepannya, terutama yang berujung di perairan Indonesia baik di laut maupun sungai.

“Kegiatan yang kami lakukan selama masa pandemi ini tentunya selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran Pemerintah seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami juga membatasi jumlah relawan yang mengikuti kegiatan ini di setiap wilayah, dan menyesuaikan jumlah relawan dengan luas wilayah atau kebutuhan per wilayah,” katanya.

Komitmen KFC terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun 2012 dalam Program KFC Green Action. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari program penanaman lahan gersang di tahun 2007.

Semangat peduli lingkungan kemudian diperkuat dengan gerakan No Straw Movement sejak Mei 2017 dan mempersembahkan stainless straw eksklusif dalam rangka 40 tahun KFC Indonesia pada Juli 2019.

Program lainnya adalah gerakan Budaya Beberes yang mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan lalu membuangnya ke tempat sampah.

Sejak 2019, gerai KFC Indonesia di beberapa wilayah di Indonesia telah mengganti plastik sekali pakai dengan kantong ramah lingkungan dan pada tahun ini KFC Indonesia juga menawarkan tote bag atau tas pakai ulang sebagai alternatif pengganti plastik yang tersedia di seluruh gerai di Indonesia.

Gerakan ini juga bertujuan untuk mendukung peraturan pemerintah daerah dalam menekan produksi sampah plastik.

KLIK INI:  Gegara Limbahnya Cemari Lingkungan, KFC di Kendari Bakal Ditutup