Kenalkan Dange, Si Hitam Legit dari Pangkep

oleh -142 kali dilihat
Kenalkan Dange, Si Hitam Legit dari Pangkep
Kenalkan Dange, Si Hitam Legit dari Pangkep-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Berkunjung ke Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, khususnya di Segeri.Rasanya tak lengkap tanpa menikmati si hitam legit yang bernama dange.

Tak sulit menemukan dange di sepanjang jalan segeri, sebab kedai yang menyediakan kudapan ini berjejer di pinggir jalan—kiri dan kanan. Di jalan poros Pangkep-Barru

Kudapan dange ini, sepanjang ingatan dan pengetahuan saya, hanya bisa ditemukan di Pangkep. Bentuknya seperti kue terberat di dunia ‘buroncong’. Namun bahan dan rasanya sangat jauh berbeda.

Dange  bisa ditemukan sepanjang waktu, tak peduli kamu akan melintas di Segeri jam berapa pun itu. Selalu saja ada kedai yang buka. Kedai itu menyiapkan dange.

KLIK INI:  Selain Renyah, Sayur Sawi Putih Punya 3 Manfaat yang Menakjubkan

Kedai  penjual dange di Segeri diyakini ada sejak tahun 1970 an. Kedai-kedai ini tetap bertahan menahan gempuran kedai jajanan modern.

Memang beberapa tahun belakang, kedai-kedai modern banyak bermunculan di berbagai tempat, terutama di jalan-jalan poros yang menghubungkan satu kabupaten dengan kabupaten lain.

Serbuan kedai atau kios modern itu dengan jajanan yang modern pula juga mewabah di sepanjang jalan trans Sulawesi, termasuk di jalan poros Pangkep-Barru. Namun, hal itu tak membuat pesona kedai dange di Segeri tergusur.

Kedai-kedai tersebut ikut pula bertransformasi, tak sekadar menjual kue khas dange, tapi juga  menjadi persinggahan alternatif untuk melepas lelah atau istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Sulsel gudang kudapan

Menyoal persoalan kuliner, khususnya kudapan atau kue , Sulsel mempunyai beragam kue/kudapan. Rerata kue-kue itu memiliki rasa yang khas dan nikmat—membikin orang yang menikmatinya akan ketagihan.

Kudapan tradisional Sulsel kebanyakan berbahan sedikit dengan cara pembuatan yang sederhana. Dange termasuk kudapan yang bahannya tak banyak dan cara pembuatannya pun tak ribet.

KLIK INI:  Jalangkote Penganan yang Terus Survive di Tengah Gempuran Modernitas

Bahan untuk membuat kudapan ini adalah  tepung beras ketan hitam atau putih, gula merah dan parutan kelapa.

Bahan-bahan itu dicampur menjadi satu adonan. Setelah adonannya menyatu akan dimasukkan ke dalam cetakan yang menyurupai cetakan boroncong dan pukis. Cetakan tersebut terlebih dahulu dipanggang di atas bara api yang merah bara.

Cetakan untuk membuat dange termasuk unik, karena terbuat dari tanah liat, meski cetakan dan cara membuatnya sama, namun sifat makanan memiliki keunikan tersendiri. Ia akan memiliki cita rasa yang berbeda di tangan yang berbeda pula. Pun dengan siapa yang menikmatinya.

Awalnya dange ini, seperti pula penganan lain di Sulsel, hanya berbahan sedikit saja. Namun, seiring waktu mengalami perubahan, khususnya dalam hal campuran dan cita rasa.

Dange pun mengalami hal itu, awalnya hanya ada satu rasa saja, yakni gula merah. Kemudian berkembang mengikuti selera lidah masyarakat modern. Maka, dange pun memiliki cita rasa yang berbeda, tak hanya gula merah, tapi telah tersedia beragam rasa, misalnya  cokelat, susu hingga rasa keju.

Inovasi rasa itu membuat dange mampu survive hingga sekarang dan membuatnya pula semakin lari manis.

KLIK INI:  Suka Kuliner Berkuah? Ini 5 Kuliner Berkuah Khas Sulsel yang Harus Kamu Nikmati
 Sejarah singkat dange

Hal-hal yang datang dari masa lalu adalah sejarah. Dan sejarah memiliki rentetan peristiwa yang melatarbelangakinya. Seperti halnya pula dengan dange.

Liputan6 pernah melaporkan bahwa  kudapan ini menurut sebagian masyarakat Pangkep, dange adalah makanan favorit para pemuda yang tergabung dalam gerakan pemberontakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulsel.

Kudapan ini, selalu setia menemani  perjuangan para  para pemberontak DI/TII ketika mereka bersembunyi di tengah hutan belantara.

Bahan dange

Jika kamu ingin mencoba membuat kudapan ini di rumah, maka siapkan terlebih dahulu gula kelapa atau gula merah, kelapa parut, dan tepung ketan beras hitam atau putih— beras ketan hitam lebih banyak digunakan.

Bahan lain yang mesti ada adalah arang atau kayu bakar, pisau, sendok, daun pisang,  sarung tangan, dapo’ (alat pembakaran dari tanah liat), dan cetakan dange atau a’dangeng.

KLIK INI:  Tentang Barongko, Warisan Budaya Tak Benda yang Berbalut Daun Pisang

Setelah bahannya tersedia, selanjutnya  iris tipis gula merah, campurkan gula merah dengan tepung ketan beras hitam.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan kelapa parut ke dalam adonan, panaskan cetakan dange kemudian masukkan adonan dange ke dalam cetakan dange yang telah panas.

Setelah adonan masuk cetakan, tutup cetakan menggunakan  daun pisang kemudian balikkan. Tunggulah hingga matang, setelah matang angkat lalu sajikan bersama teh atau kopi hitam.

Oya, dange ini adalah jenis kudapan yang bisa bertahan lama dan harganya pun cukup terjangkau. Jadi, jika kamu berkunjung ke pangkep, sempatkanlah diri kamu ke Segeri—menikmati dange!

KLIK INI:  Meresepi Manfaat Olahan Kakao dan Cokelat untuk Kesehatan