Kelahiran Pancaran dan Fakta Tak Terduga dari Orangutan

Publish by -74 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Kelahiran Pancaran dan Fakta Tak Terduga dari Orangutan
Pancaran bersama ibunya Pauline/foto-Klhk

Kata orangutan secara harfiah berarti manusia dari hutan.

Klikhijau.com – Kelahiran pancaran, orangutan Kalimantan, pada bulan Juni tahun ini—yang baru saja beranjak pergi. Jadi, kabar bahagia di tengah pandemi.

Pancaran merupakan anak pertama dari Pauline. Nama pancaran sendiri diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

Pancaran menjadi bayi orangutan pertama tahun ini—lahir di tengah suasana sulit karena teror virus corona.

Orangutan kalimanta atau  Pongo pygmaeus  masuk ke dalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia.

KLIK INI:  Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja

Ia bisa hidup  selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun.

Pancaran merupakan anak pertama Pauline dan juga bayi orangutan pertama yang lahir di Suaka Margasatwa (SM) Lamandau tahun ini

SM Lamandau merupakan salah satu lokasi pelepasliaran orangutan di Kalimantan Tengah.

Kelahiran bayi dari orangutan Pauline adalah kabar bahagia bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan organisasi masyarakat, Orangutan Foundation-UK (OF-UK) Indonesia.

Handi Nasoka, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKSDA Kalimantan Tengah menerangkan bahwa orangutan Pauline datang ke Camp Pelepasliaran dan Pemantauan Gemini di SM Lamandau.

Pauline tidak datang sendiri, ia datang  dengan menggendong bayinya yang saat itu diperkirakan berusia 1-2 minggu.

“Pauline merupakan orangutan yang lahir di Camp Siswoyo pada tahun 2007 dari induknya yang bernama Paula. Pauline mulai sering terlihat di sekitar Camp Gemini setahun belakangan ini. Sedangkan pejantannya, Carlos merupakan orangutan liar yang hidup di SM Lamandau dan sering datang ke area Camp Gemini sejak tahun 2019”, terang Handi.

KLIK INI:  Luka Karena Jerat Babi, Kaki Beruang Madu Ini Diamputasi
4 orangutan sedang hamil

Kabar baik dari SM Lamandau tidak hanya datang dari kelahiran Pancaran. Namun, masih ada kabar bahagia lain yang mengiringinya, yakni yakni saat ini, terpantau 4 individu orangutan betina dewasa liar sedang hamil.

Keempat orangutan itu terdiri dari orangutan Labety dan Suwita di area Camp Rasak serta orangutan Queen dan Betli diarea Camp Buluh.

Handi mengungkapkan jika  kabar kelahiran orangutan ini merupakan kejutan yang membahagiakan di tengah pandemi COVID-19.

Kelahiran satu individu orangutan tersebut merupakan bukti bahwa SM Lamandau mampu mendukung kehidupan orangutan di habitat alaminya.

Hal ini juga menjadi pertanda bahwa perlindungan kawasan SM Lamandau sangat baik, sehingga menjadi habitat yang nyaman untuk orangutan dan satwa liar lainnya.

“Kelahiran orangutan dan perkembangbiakan yang bagus menandakan bahwa SM Lamandau merupakan kawasan konservasi yang mempunyai daya dukung yang baik untuk mendukung hidupan liar orangutan dan satwa lainnya dihabitat aslinya”

Menurut Handi dalam kurun waktu 5  tahun terakhir ini sebanyak 15  individu orangutan lahir di SM Lamandau, terdiri dari 2 individu di Camp Rasak, 5  individu di Camp Gemini, 2  individu di Camp JL, 2  individu di Camp Buluh dan 4  individu di Camp Siswoyo.

KLIK INI:  Ini Fakta Lain dari Burung Hantu yang Jarang Diketahui

Sejak tahun 2019 terdapat 66 individu orangutan yang terpantau di seluruh area camp, terdiri dari 39 orangutan reintroduksi, 11 individu orangutan program soft-release (telah dilepasliarkan satu individu), 4 individu orangutan yang sering datang di sekitar camp ada, dan 12 individu orangutan liar.

BKSDA Kalimantan Tengah bersama dengan OF-UK Indonesia akan selalu mengawasi dan memperhatikan kesehatan orangutan yang ada di SM Lamandau. Terutama orangutan yang terpantau hamil. Hal ini dilakukan agar orangutan selalu terjaga kesehatannya sehingga dapat melahirkan anak yang sehat.

Fakta tentang orangutan

Dilansir dari  greenpeace.org, orangutan berasal dari bahasa Melayu, yakni manusia hutan. ‘Orang’ berarti manusia dan ‘utan’ berasal dari ‘hutan’ yang berarti hutan, jadi kata orangutan secara harfiah berarti ‘manusia dari hutan’.

Untuk lebih jelasnya, berikut fakta menarik tentang orangutan

  • Makhluk arboreal

Orangutan menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon atau  arboreal. Namun, untuk orangutan kalimantan seperti Pauline kadang-kadang menghabiskan waktu di tanah. Sedangkan orangutan Sumatera jarang turun ke tanah.

KLIK INI:  Sekilas Tentang Kantong Semar, Sang Pengontrol Inflasi Serangga
  • Hanya ada 3 spesies

Awalnya orangutan diduga hanya terdapat dua spesies saja, yakni orangutan Kalimantan dan Sumatera (Pongo abelii). Namun, belakangan ditemukan adanya orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

  • Tidak memiliki kuku

Hal tak terduga ditemukan pada orangutan, yakni sekitar sepertiga orang utan tidak memiliki kuku di jempol kaki mereka!

  • Hanya tinggal di dua pulau

Sekitar 12.000 tahun lampau, dapat menemukannya di Cina Selatan, Indochina, Jawa, dan Sumatra Selatan.

Namun, saat ini mereka hanya dapat ditemukan  di pulau-pulau Asia Tenggara di Kalimantan dan (utara) Sumatera.

KLIK INI:  Harapan Baru Pemulihan Hutan dan DAS itu Bernama Macadamia
  • Lengan panjang

Orangutan memiliki lengan yang panjang. Rentang lengannya mencapai panjang hingga dua meter. Ini lebih panjang dari ukuran tinggi tubuhnya, yakni hanya antara 1,2m hingga 1,5m.

  • Sepupu manusia

Manusia dan orangutan memiliki kemiripan DNA, dengan berbagi  hampir 97% DNA. Artinya mereka salah satu kerabat terdekat manusia setelah kera.

  • Suka menyendiri

Orangutan dikenal sebagai pemain tunggal. Mereka bukan makhluk sosial, mereka lebih  banyak menghabiskan waktunya sendirian.

Setelah kawin, perempuan meninggalkan laki-laki yang tidak memiliki peran dalam merawat bayi orang utan.

  • Makan 5 kali sehari

Dalam sehari orangutan bisa makan hingga lima kali. Mereka umumnya makan buah dan daun. Selain itu mereka makhluk yang suka ngemil dengan menggunakan ranting sebagai alat untuk menyendok rayap keluar dari lubang di pohon untuk camilan.

KLIK INI:  Trenggiling Bukan Hanya Sisiknya, Ini Fakta Lain Tentangnya

Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!