Keberagaman Karakteristik Hutan Membuatnya Lebih Tangguh dan Produktif

oleh -50 kali dilihat
Serial Webinar Hutan dan Kehutanan Juni-Oktober 2021, Ini Jadwalnya!
Ilustrasi hutan-foto/merdekacom

Klikhijau.com – Hutan dengan tingkat keanekaragaman yang lebih tinggi. Rupanya lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan lebih produktif. Itu jika dibandingkan dengan hutan yang memiliki  spesies yang lebih sedikit.

Fakta itu dibuktikan oleh sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal Science Advances. Studi tersebut dipimpin oleh Kantor Pusat Akademi Ilmu Pengetahuan China .

Para peneliti tersebut juga menemukan bahwa hutan yang beragam dengan jumlah spesies yang lebih banyak tumbuh, jauh lebih konsisten danlebih produktif  menghasilkan kayu lebih banyak.

Studi ini difokuskan pada data dari Biodiversity Ecosystem Functioning Experiment China (BEF-China). Itu merupakan eksperimen terbesar di dunia yang mempelajari keanekaragaman hayati hutan dan fungsi ekosistem.

KLIK INI:  Quote Inspiratif

Harus diakui, dalam beberapa dekade terakhir, hutan berada di bawah tekanan yang meningkat sebagai akibat dari perubahan iklim. Juga karena deforestasi.

Terkait dengan perubahan iklim, ternyata pohon tidak selalu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kenaikan suhu.

Pohon-pohon mengalami penurunan pertumbuhan dan penyerapan karbon. Malah pohon  bertindak sebagai faktor umpan balik yang memperkuat yang selanjutnya mendorong pemanasan global.

Padahal dampaknya cukup besar ketika hutan menderita, jasa ekosistem seperti pengaturan iklim, penyimpanan air, dan penyediaan bahan untuk bangunan juga menurun secara otomatis karena hutan tidak produktif.

KLIK INI:  Pembunuh Harimau Bunting di Vonis, WWF Beri Apresiasi Penegak Hukum

Para peneliti mulai mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi hutan di bawah tekanan lingkungan. Termasuk juga bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa hutan yang beragam paling baik dilindungi dari pengaruh tekanan iklim.

Sebagai contoh, jelas penulis penelitian, jika beberapa spesies pohon di hutan tumbuh lebih sedikit karena kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan, yang lain dapat mengimbangi hilangnya. Ini menstabilkan sistem hutan secara keseluruhan.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa hutan yang beragam. Memberikan pertumbuhan kayu dan produksi kayu yang lebih stabil daripada hutan yang kurang kaya spesies karena mereka telah meningkatkan perlindungan cuaca.

KLIK INI:  Bagaimana Ekosistem Mangrove Berperan Mengatasi Perubahan Iklim?
Faktor  penting  pertumbuhan pohon

Penulis utama studi Florian Schnabel mengatakan bahwa hubungan antara kekayaan spesies dan produktivitas yang stabil, serta mekanisme yang mendasari hubungan ini, sebelumnya hanya ditunjukkan dalam eksperimen padang rumput.

“Kami sekarang dapat, untuk pertama kalinya, menunjukkan ini di bawah kondisi eksperimental untuk ekosistem hutan subtropis yang sangat beragam,” terangnya

Para ahli juga melaporkan bahwa stabilitas pertumbuhan hutan dalam penelitian ini tidak terutama terkait dengan jumlah spesies pohon yang berbeda.  Namun, dengan karakteristik fungsionalnya yang berbeda.

Sementara satu spesies pohon dapat tumbuh dengan baik di tahun basah, yang lain tumbuh lebih baik di musim kering. Karakteristik dan interaksi ini mempengaruhi stabilitas pertumbuhan seluruh komunitas pohon.

KLIK INI:  Benarkah Internet Menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca?

“Secara khusus, mekanisme berbasis sifat yang mendasari hubungan antara kekayaan spesies pohon, asinkron dan stabilitas komunitas tetap tidak diketahui untuk hutan,” kata rekan penulis studi Dr. LIU Xiaojuan.

Temuan menunjukkan bahwa toleransi kekeringan, konduktansi hidrolik, dan kapasitas penguapan merupakan faktor yang sangat penting dalam stabilitas pertumbuhan pohon.

Semakin beragam karakteristik suatu komunitas hutan, semakin stabil laju produksi biomassa komunitas tersebut dalam kondisi lingkungan yang tidak stabil.

KLIK INI:  Mencemaskan, Skenario Kepunahan Manusia Sedang Berlangsung

Sumber: Earth