Kebakaran Kembali Terjadi di Lereng Gunung Sumbing, Penyebab Belum Diketahui

Publish by -32 kali dilihat
Penulis: Isma Swastiningrum
Kebakaran Kembali Terjadi di Lereng Gunung Sumbing, Penyebab Belum Diketahui
Ilustrasi kebakaran hutan/Foto-pixabay

Klikhijau.com – Kebakaran terjadi di area hutan lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Oktober 2019. Wilayah tersebut di bawah pengelolaan Perum Perhutani.

Kusino Asisten Perhutan Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) menjelaskan, kebakaran ditenggarai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Titik kebakaran khususnya berada di petak 15 Resor Pemangku Hutan (RPH) Kecepit.

Gabungan personel yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, SAR, TNI, Polri, Perhutan, serta relawan langsung dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

“Ada sekitar 50 orang lebih dari tim gabungan saat ini sedang berupaya memadamkan api secara manual,” kata Kusino seperti dikabarkan Antara.

Saat ini belum diketahui penyebab dari kebakaran yang terjadi di wilayah yang ditumbuhi pinus tersebut. Letaknya jauh dari jalur pendakian Gunung Sumbing.

Meski begitu, Kusino berujar musim kemarau memang waktu yang rawan terjadi kebakaran. Dia menghimbau masyarakat dan pendaki kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro untuk jangan menyalakan api seenaknya di hutan.

“Tidak bermain api di hutan, karena bisa menimbulkan kebakaran. Jika terpaksa membuat perapian sebaiknya dipastikan dulu api atau bara api sudah padam saat meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Area lain sempat terbakar

Sebelumnya, pada Minggu, 22 September 2019 hutan Gunung Sumbing juga mengalami kebakaran. Api melalap lahan sekitar 20 hektare di petak 27-7 dan petak 23-3.

Beragam pasukan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), TNI, Polri, dan basecamp suka relawan bencana telah mengantisipasi dampak kebakaran.

Setidaknya 134 pendaki Gunung Sumbing dievakuasi oleh pasukan gabungan PMI, Polri, BPBD, dan Perhutani Temanggung.

Gunung Sumbing sendiri merupakan gunung api yang berada di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.371 mdpl. Secara administratif terletak di Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Wonosobo.

Biasanya bulan Agustus-September menjadi waktu ramai bagi pendaki untuk menaklukkan puncak tertinggi ketiga Pulau Jawa tersebut.

KLIK INI:  Mencegah Karhutla Berarti Menyelamatkan Jutaan Nyawa

Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!