Karst dan Gua Purba di Maros-Pangkep serta 3 Hal Fenomenal di Baliknya

Publish by -106 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Karst dan Gua Purba di Maros-Pangkep serta 3 Hal Fenomenal di Baliknya
Hutan Karst Seluas Ribuan Hektare/Foto-Instagram @visit_sulsel

Klikhijau.com – Banyak yang berbangga hati karena melancong ke Libo, Provinsi Guizho, Cina. Di sana ada gugusan karst terindah dan terbesar di dunia. Foto-foto berlatar karst di Guizho yang nampak klasik dan otentik banyak terpajang di sosial media.

Itulah pengalaman istimewa yang harus dibeli mahal pecinta ekowisata. Bila Anda termasuk yang melakukannya, selamat Anda pasti termasuk traveler keren dan berhak disanjung.

Namun, tidak semua kita sadar bahwa latar karst yang artistik dan klasik itu sesungguhnya ada di dekat kita. Yah, tak jauh-jauh dari kota Makassar yakni di Kabupaten Maros dan Pangkep. Tepatnya sekitar 30 Km dari kota Makassar atau 2 jam berkendara dari pusat kota.

Bahkan seringkali kita melintasinya saat perjalanan ke daerah. Karst Maros-Pangkep membuat kita terkenang dengan film petualangan kera sakti “Sun Go Kong”– sebuah kisah perjalanan penuh konflik seorang biksu Tang menuju Barat untuk mencari Kitab Suci.

KLIK INI:  Tidak Hanya Surga Bagi Penyelam, Taka Bonerate juga Punya 3 Destinasi Darat yang Menggiurkan

Yah, pemandangan di film itu ternyata ada di Maros-Pangkep. Saya baru menyadarinya di tahun 2009 saat membaca tesis seorang kawan. Sejak itu, setiap melintas di wilayah Maros-Pangkep Saya selalu berusaha menyeduh indahnya pemandangan karst di sana. Betapa tidak, Karst Maros-Pangkep adalah yang terbaik dan terluas kedua di dunia setelah di China.

Karst Maros-Pangkep luasnya sekitar 40.000 hetar, seperdua diantaranya berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ( TN Babul). Makanya, bila berwisata ke TN Babul karts mendominasi pandangan kita, sebab 50 persen kawasan tersebut adalah karts.

Dibalik kemegahan alam di karst Maros-Pangkep, berikut 3 hal fenomen yang penting diketahui di baliknya.

1. Misteri Gua Alam

Gua selalu punya kisah dan misteri di baliknya. Ekosistem karst umumnya memiliki gua-gua alam dengan keunikan tersendiri. Gua umumnya berbentuk horizontal dan vertikal, ada yang basah atau kering.

Setidaknya ada 14 gua vertikal dengan kedalaman 100-260 meter. Tetapi yang terbuka untuk wisata hanya beberapa, diantaranya gua Pettae, Gua mimpi, gua batu dan gua petta kere. Semua gua itu bisa dinikmati keunikan alaminya yang berbau klasik seperti endokarst (gua alam beserta ornamen-ornamen dan fauna gua), serta eksokarst (tower karst, flora dan fauna beserta keunikan lainnya).

Penting diketahui bahwa kawasan karst memiliki sifat batuan yang mudah melarutkan air sehingga dapat menimbulkan sistem drainase bawah tanah.

KLIK INI:  Goa Hawang dan Lelaki yang Mematung Memegang Tombak di Maluku
2. Ratusan gua prasejarah

Pusat Aekeologi Nasioanal mencatat bahwa terdapat sekitar 117 gua prasejarah di kawasan karst Maros-Pangkep. 43 gua diantaranya masuk dalam kawasan TN Babul dengan sejumlah penemuan purba berupa lukisan, artefak, ekofak, dan kerang (sampah dapur).

3. Gua Salukkang Kallang, Gua Terpanjang di Indonesia

Bayangkan bila anda harus berjalan masuk di gua yang gelap dan misterius sepanjang 12 kilometer. Wah, tentu menantang nyali. Di kawasan karst Maros-Pangkep terdapat satu gua cukup populer, namanya gua Salukkang Kallang. “Salukkang Kallang” adalah bahasa Makassar yang artinya saluran gelap.

Gua Salukkang Kallang ini memiliki ornamen yang indah dan beragam. Untaian karst, stalaktif, stalakmit, oilar, hingga pantulan kilat kalsit yang mengkilap jika terkena sinar lampu membuat para pecinta gua terpukau olehnya.

Dengan panjang sekitar 12.264 meter, gua Salukkang dinobatkan sebagai gua terpanjang di Indonesia. Mendapatkan rekor Musium Rekor Indonesia (Muri) pada penghelatan festival karst tahun 2015 lalu.

Di dalam gua terdapat beragam satwa antara lain kelelawar, laba-laba, ikan, dan beberapa jenis moluska. Beberapa diantaranya telah beradaptasi di kegelapan.

Nah, ayo ke taman nasional dan nikmati keunikan alamnya. Tidak selalu harus jauh-jauh bukan?

KLIK INI:  Pesona Giethoorn, Desa Tanpa Polusi Kendaraan
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!