Juli Tak Mengirim Penanda

Publish by -38 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Juli Tak Mengirim Penanda
Ilustrasi/foto-instazu.com

kita lupa
pernah berbalas puisi di bulan Juli
kau katakan aku hijau
kukatakan kau hujan
lalu kita menuju halaman rumah
..…..menunggu hujan…..
aku tak membawa payung
kau tak memakai jaket
angin berhembus kencang penanda hujan akan datang
daun-daun terbang di sekeliling kita
mencari pendaratan paling aman
beberapa daun tak sampai ke tanah
ada yang tertinggal di reranting pohon

matamu liar di bulan Juli
menatap kali di depan rumah
kau mencari reranting yang dibawa hujan. hanyut di kali itu.
aku selalu menyukai aroma tubuhmu jika kuyup
aku juga suka melihat tetets hujan dari rambutmu
membasahi baju birumu yang bergambar bulu mata.

kau hujan
aku hijau
barangkali kita memang ditakdirkan saling melengkapi
namun usia ternyata berbicara lain
hujan pergi
gugur pun berserakan

kini Juli datang dengan wajah muram
Juli tak temukan kita di halaman menunggu hujan
Juli tak menemukan hujan merembes ke tanah di halaman
dan kali di depan rumah itu
telah di semen oleh ayahku
airnya keruh
reranting pohon tak lagi bisa hanyut di kali itu
…….jika kau tahu, kau akan menangis…..
….…aku berkali-kali menangis. berubah hujan air mataku.

aku lupa bertanya
kapan kau pulang?
membawa payung?
membawa jaket?
lalu kita berbalas puisi
ini Juli kesekian tiadamu
kau hujan
aku hijau
tapi halaman rumah mulai tandus
tak ada lagi pepohonan mengirim daun keringnya
aku hijau
kau hujan
atau barangkali tak lagi begitu
…….kita lihat saja hingga Juli tak mengirim penanda…..

KLIK Pilihan!