Jalangkote Penganan yang Terus Survive di Tengah Gempuran Modernitas

oleh -22 kali dilihat
Jalangkote, penganan khas Sulsel
Jalangkote-foto/indonesiatraveler

Klikhijau.com – Masih pagi  Jumasia (51) telah datang mengetuk pintu rumah warga sambil membawa jajanannya. Di antara yang dijajakan itu adalah jalangkote.

Jalangkote merupakan penganan khas Sulawesi Selatan. Penganan ini cukup merakyat, ia menembus sekat semua kalangan.

Semua orang bisa menikmatinya di berbagai tempat, mulai dari tempat mewah hingga pinggir jalan. Di kota-kota besar, semisal makassar. Jajanan satu ini kerap dijajakan oleh anak kecil.

Mereka akan menelusuri lorong sambil berteriak “jalangkote,”. Penamaan jalangkote sendiri masih simpang siur berawal darimana. Banyak versi mengiringinya.

KLIK INI:  Tingkatkan Stamina Secara Alami, Coba Konsumsi 9 Makanan Ini!

Namun, versi dari nama yang paling   populer dari penganan ini adalah jalangkote berasal dari dua suku kata, yakni  kata jalang dan kote. Jalang dalam bahasa makassar berarti jalan.

Ciri khas masyarakat Sulawesi Selatan adalah memberi tambahan huruf G pada akhiran konsonan N. Jadi, kata jalan kemudian berubah menjadi jalang. Bisa pula, bukan jalan, tapi memang jalang yang artinya liar.

Sedangkan kata kote’ berarti berkotek-kotek atau teriak. Hal ini bermula karena jalangkote awalnya banyak dijajakan oleh anak kecil. Mereka berjualan dari lorong ke lorong dari rumah ke rumah berjalan kaki sambil berteriak “jalangkote’

Namun, Jumasia tidak berteriak “jalangkote” setiap datang ke rumah. Ia akan mengucapkan aslamualaikum atau memanggil nama si empunya rumah.

Sepulang dari merantau di Malaysia, ia memang mulai berdagang kecil-kecilan, bukan hanya jalangkote yang dijualnya, tetapi kue-kue tradisonal lainnya, di antaranya baruasa, jipang atau bipang hingga lemang.

Tak lekang zaman

Dewasa ini, jalangkote mulai dijual mulai di tempat-tempat yang mewah, mulai dari kafe, warkop hingga hotel.

Jalangkote merupakan kuliner khas Bugis-Makassar. Penganan ini bentuknya menyerupai kue pastel.

Hal yang paling membedakan adalah  kue pastel memiliki kulit yang lebih tebal. Sedangkan jalangkote lebih tipis dengan kulit yang gurih.

Pastel biasanya dikonsumsi dengan cabe rawit. Sementara jalangkote dimakan bersama sambal cair khusus. Sambalnya terbuat campuran cabe dan cuka.

Penganan satu ini seolah tak lekang oleh zaman. Di saat banyak penganan yang “punah”, penganan ini terus survive dan memiliki penggemar tersendiri di tengah gempuran penganan modern. Penganan ini juga bertransformasi mengikuti perekembangan zaman.

KLIK INI:  Daun Pisang sebagai Pembungkus Makanan, Manfaatnya Ternyata Istimewa!
Bahan pembuatan jalangkote

Bahan utama pembuatan jalangkote adalah tepung. Tepung ini untuk membuat kulitnya. Bahan yang bisa disiapkan  adalah 150 gr tepung terigu (ini tergantung berapa banyak yang akan kamu buat).

Siapkan pula  minyak goreng. Karena cara memasak penganan ini tidak direbus tapi digoreng sehingga membutuhkan minyak goreng.

Bahan selanjutnya yang perlu disiapkan adalah 1/2 sdt garam, 1/2 sdt gula, 150 ml air (ini bisa sesuaikan dengan kekentalan adonan untuk membuat kulit jalangkote.

Setelah semua bahan di atas tercampur selanjutnya buatlah adonan lalu bentuk kulit jalangkote. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan isiannya, yakni wortel, kentang. Kedua bahan ini potong segi empat seperti dadu.

Bahan selanjutnya yang perlu disiapkan adalah bihun, bawang putih cincang, bawang merah, mie yang telah direbus dan telur rebus yang dibelah dua.  Setelah bahan isian tercampur, taburi garam, gula, lada dan air secukupnya.

Jika ingin merasakan isiannya lebih nikmat, isian tersebhut bisa ditumis terlebih dahulu.

KLIK INI:  Sedapnya Nasi Berenang yang "Ngangenin" di Wonomulyo Sulbar
Cara pembuatan

Untuk membuat kulitnya, campurkan bahan pembuatan kulit di atas menjadi satu lalu aduk rata.  Masukkan air sedikit demi sedikit hingga  adonan berubah kalis  atau tidak lengket di tangan dan halus. Sisihkan dan tutup dengan lap basah agar tak kering.

Setelah kulit terbentuk, masukkan isian  yang telah disiapkan. Isian ini bisa disesuaikan dengan selera Anda.

Ketika kulit jalangkote sudah terisi, rapatkan, pilih bagian pinggirannya sambil ditarik, seperti keika membuat pinggiran pastel.

Langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke minyak goreng yang telah mendidih. Tunggu hingga matang kemudian tiriskan. Setelah itu, sajikan jalangkote bersama sambal cabe dan cuka.

Nah, kunci kelezatan penganan ini terletak pada sambalnya. Penganan ini merupakan penganan yang menyatukan berbagai bahan makanan dalam satu tempat. Tidak heran jika penganan khas Sulsel ini bisa mengenyangkan.

KLIK INI:  Jamur Kancing, Familiar sebagai Bahan Makanan Segudang Manfaat