Jadi Panelis di Bali, Ketua Asobsi Akan Bicara 3 Isu Ini!

oleh -127 kali dilihat
Jadi Panelis di Bali, Ketua Asobsi Akan Bicara 3 Isu Ini!
Irhyl R Makkatutu

[hijau]Bermodal sampah, Sahar menuju Bali[/hijau]

Klikhijau.com – Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Saharuddin Ridwan, diundang sebagai pemateri panel pada Bali’s Big Eco Forum.

Acara tersebut digelar di Nusa Dua Bali pada tanggal 26-27 Juli 2019. Diinidiasi oleh Coca Cola Amatil Indonesia. Forum ini dibuat dalam rangka membangun kepedulian masyarakat menjaga lingkungan.

Forum diskusi akan menghadirkan para pemangku kepentingan dan perwakilan pemerintahan. Termasuk para komunitas peduli lingkungan untuk berbagi ide dan pengalaman dalam penanganan sampah plastik di Indonesia.

KLIK INI:  Cerita Mengesankan dari Bank Sampah The Gade "Temba Nggela" Dompu NTB

Dua Menteri Kabinet Kerja dijadwal hadir sebagai keynote speaker antara lain; Luhut B. Panjaitan (Menko Kemaritiman) dan Bambang P.S Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selain Saharuddin, ada 9 panelis lainnya yang akan mengisi forum diskusi, yakni Safri Burhanuddin ( Deputi Bidang Koordinasi SDM, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim),Hariyadi Sukamdani (APINDO), Ridwan Kamil (Gubernur Jabar).

Panelis yang lain, yakni Danis Hidayat Sumadilaga (Dirjen Cipta Karya), Rosa Vivien Ratnawati (Dirjen PSLB3), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Imam Pituduh (NU), Abdul Rochim (Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian), Arifin Rudiyanto (Deputi Kemaritiman dan SDA Bappenas) dan N Hudori (Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri).

KLIK INI:  Geliat Positif dari Bank Sampah 'Butta Barakka' SD Inpres Pannara Makassar

Saharuddin Ridwan yang juga pelopor bank sampah di Makassar, saat dihubungi Klikhijau.com. Ia akan bicara 3 isu strategis terkait penanganan sampah plastik. Berikut penjelasannya!

  • Memperkenalkan Visi dan Kelembagaan Asobsi

Saharuddin akan membahas tentang bagaimana visi dan kelembagaan Asobsi sebagai sebuah organisasi perkumpulan bank sampah.

Asobsi didirikan sebagai organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia melalu bank sampah.

Visi Asobsi adalah menjadi organisasi bank sampah yang handal dan profesional. Caranya, yaitu melalui peningkatan kualitas anggota dan penyelenggaraan program pengelolaan sampah berkelanjutan.

Untuk mencapai visi itu, Asobsi memiliki beberapa program. Di antarannya membangun kemitraan strategis Asobsi dengan KLHK. Ini ditempuh sebagai upaya mengatasi persoalan persampahan di Indonesia. Juga untuk membangun database sistem bank sampah yang didukung teknologi informasi dan program lainnya.

  • Implementasi pengurangan sampah

Pengurangan sampah, menurut Saharuddin bisa dilakukan tiga skema yakni pembatasan, daur ulang dan penggunaan kembali. Budaya dan pola hidup minim penggunaan plastik sekali pakai dapat dilakukan dengan menghindari pola makan berlebihan dan pola hidup konsumtif. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tas belanja non plastik dan membawa tumbler.

KLIK INI:  Hasilkan Rp. 12 Juta, Ini yang Dilakukan Bank Sampah Cendana Dharma Wanita BLI KLHK

Sedangkan daur ulang bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni melalui bank sampah, kerajinan daur ulang sampah dan pengomposan. Sampah tertentu bahkan bisa digunakan kembali semisal kaleng bekas bisa jadi pot bunga, botol plastik dari kerajinan, dan percah kain jadi keset dan lainnya.

  • Tiga catatan penting

Di forum ini, Saharuddin membuat tiga catatan kritis mengenai isu sampah.

Pertama, pembatasan penggunaan kantong plastik guna memerangi sampah malah akan menimbulkan masalah baru. Seharusnya penggunaan kantong plastik tidak perlu dibatasi, melainkan konsep pengelolaan sampah plastiknya yang harus diperbaiki.

Kedua, jika tak mampu melakukan pembatasan sampah, maka produsen harus menciptakan kemasan yang bisa diolah kembali.

Ketiga, jika tak mampu melakukan pembatasan sampah, maka masyarakat diajak mengelola sampah dengan manajemen bank sampah sehingga lingkungan jadi bersih, bernilai sosial dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

KLIK INI:  Ketika Pohon-Pohon Menjelma Jadi Tempat Sampah